Connect with us

TNI / Polri

Kadislitbangad Tutup Seminar Karakter Kepemimpinan Dansat Litbanghan TNI AD TA.2021

Published

on

JAKARTA, – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama., S.I.Kom.,M.M., menutup kegiatan Seminar Karakter Kepemimpinan Dansat Litbanghan TNI AD TA.2021 bertempat di Hotel Aston Kartika Grogol, Kamis (21/10/2021).

Sebelum penutupan seminar, Letkol Inf Oman Abdurrahman selaku notulen seminar menyampaikan kesimpulan dari beberapa Narasumber baik dari Keynote Speaker Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama.,S.I.Kom.,M.M., Narasumber Kolonel Czi Fakhrudin (Kabidjianbang Strabang Kuatdaya Wilhanrat Seskoad), Brigjen TNI Untung Purwadi, S.E., M.Si. (Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan) Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. (Rektor Unjani) Brigjen TNI I Made Riawan, S.Psi. (Kadispsiad) dan Steffi Gabriela Sihotang, S.Sos selaku Moderator.

Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama., S.I.Kom.,M.M., dalam kata sambutannya mengatakan bahwa ia memberikan apresiasi dan penghargaan atas antusiasme para peserta dalam mengikuti Seminar Karakter Kepemimpinan Komandan Satuan Guna Mewujudkan Prajurit Yang Handal dan Kompeten Program Litbanghan TNI AD TA 2021. Hasil penelitian bidang Litbang Insani Seskoad TA 2021.

“Peserta seminar secara umum dapat memahami substansi dari materi yang telah disampaikan oleh para pembicara. Besar harapan kita semua melalui kegiatan seminar ini dapat memberikan saran masukkan yang berharga kepada para komandan satuan dalam melaksanakan tugas di satuannya. Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI Angkatan Darat merupakan organisasi militer yang mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri berkaitan dengan kepemimpinan. Karena keunikan atau kekhasan karakter kepemimpinan dari seorang komandan satuan dalam tubuh TNI AD, maka menghasilkan prajurit-prajurit TNI AD bermental baja yang dapat menuntun prajurit tersebut untuk selalu siap operasional di segala jenis dan medan operasi. Komandan satuan yang berkarakter akan memiliki ciri-ciri, seperti visioner, berpandangan jauh ke depan, bekerja sesuai dengan target, jujur, bijaksana, tegas, integritas, dan obyektif dalam setiap proses pengambilan keputusan maupun dalam interaksi sehari-hari bersama dengan semua staf, anak buah, maupun bawahannya, “ujarnya.

Selanjutnya Kadislitbangad menambahkan dalam seminar Litbanghan Hasil penelitian bidang Litbang Insani Seskoad TA 2021 tentang Analisis Karakter Kepemimpinan Komandan Satuan Guna Mewujudkan Prajurit yang Handal dan Kompeten dapat memberikan rekomendasi sebagai berikut Pertama, kepemimpinan Komandan Satuan (Dansat) di dalam organisasi TNI AD sangat mempengaruhi kinerja dan profesionalisme prajurit di satuannya. Pembinaan satuan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan agar satuan yang dipimpinnya dapat mencapai sukses yang gemilang baik di daerah operasi mapun pangkalan. Kedua, pelaksanaan Binsat akan terlihat apakah Dansat telah mempraktekkan kepemimpinan yang benar atau sebaliknya. Ketiga, karakter kepemimpinan sangat mempengaruhi pembentukan prajurit yang handal dan kompeten di satuan.

” Dengan rekomendasi tersebut saya berharap dengan selesainya seminar ini para peserta mendapatkan pencerahan dan menambah wawasan bagaimana peran dan karakter kepemimpinan komandan satuan yang dapat mendorong, menentukan dan mendukung terbentuknya prajurit yang handal dan kompeten di lingkungan TNI AD, “pungkasnya.

Hadir dalam acara seminar, Kapok Sahli Pangdam Jaya, Brigjen TNI Dwi Endro Sasongko Dirjianbang Seskoad, Brigjen TNI Robet Giri Dirjianbang Secapa AD, Brigjen TNI Dr. Tetty Melina, S.H.,M.H. Dirkumad, Direktur, Paban III Litbang Astro Srenad, Kepala, Direktur Jajaran Puscabfung TNI AD, Jajaran Balakpus, Jajaran Kodiklat, Jajaran Lemdikpus, Kopasus, Kostrad, Akademisi juga para Dansat di batalyon mengikuti melaui zoom meeting. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Kapolda Metro Jaya Terima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden RI

Published

on

By

Jakarta- Polda Metro Jaya mencatatkan capaian membanggakan pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 dengan menerima penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026). Penganugerahan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 37/TK/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti, yang dibacakan oleh Sesmilpres Mayjen Wahyu Yudhayana.

Merespons penghargaan prestisius tersebut, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menyampaikan rasa syukur mendalam. Menurutnya, penghargaan tertinggi dari kepala negara ini merupakan buah dari konsistensi seluruh jajaran dalam menjalankan program unggulan ‘Jaga Jakarta untuk Indonesia’ serta buah dari sinergi kokoh bersama masyarakat.

“Penghargaan Nugraha Sakanti dari Bapak Presiden Prabowo ini adalah kehormatan luar biasa sekaligus kado Hari Bhayangkara ke-80 untuk seluruh warga Jakarta. Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh personel Polda Metro Jaya dan komitmen kolektif elemen masyarakat yang terus bergerak bersama kami menjaga stabilitas Ibu Kota,” ujar Komjen Asep, Rabu (1/7/2026).

Komjen Asep menegaskan bahwa penghargaan dari Presiden Prabowo ini akan menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran Polres hingga Polsek untuk meningkatkan pelayanan, memperketat koordinasi lintas sektoral, serta memperluas bakti sosial di masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi amanah besar. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, Kodam Jaya dan seluruh masyarakat dalam menjaga wajah bangsa, dan memastikan Jakarta selalu stabil, aman, serta tertib untuk Indonesia,” ujarnya.

Komjen Asep menegaskan seluruh jajaran Polda Metro Jaya senantiasa mendukung seluruh program pemerintah. Seluruh pesan Presiden Prabowo dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 akan dijadikan sebagai kompas moral dalam bertugas.

“Kami juga menggarisbawahi dan siap melaksanakan poin demi poin arahan Bapak Presiden. Tidak ada kemakmuran tanpa stabilitas, dan tidak ada pertumbuhan investasi tanpa kepastian hukum. Polda Metro Jaya berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas di Ibu Kota,” ujarnya.

Komjen Asep menjamin komitmen tersebut akan diwujudkan secara nyata di lapangan, termasuk di antaranya melalui program ‘Jaga Jakarta’ yang sudah berjalan. Program ini akan terus diintensifkan demi memastikan aparat senantiasa hadir dan dekat dengan masyarakat.

Continue Reading

TNI / Polri

Pelayanan SPKT Polda Metro Jaya Tuai Apresiasi dari Pelapor Kehilangan STNK

Published

on

By

Jakarta — Pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Kali ini, apresiasi disampaikan oleh Muhammad Nurfaqih usai mengurus laporan kehilangan STNK di SPKT Polda Metro Jaya, Rabu (1/7/2026).

Muhammad Nurfaqih mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas. Menurutnya, proses pembuatan laporan kehilangan berjalan dengan baik serta didukung sikap petugas yang ramah.

“Nama saya Muhammad Nurfaqih. Terima kasih kepada SPKT Polda Metro Jaya yang telah menerima laporan kehilangan kami. Pelayanannya baik dan ramah,” ujarnya.

Sementara itu, Ka Siaga SPKT Polda Metro Jaya, AKP Eko Sowandono, mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis kepada setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian.

“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat dengan mengedepankan sikap ramah, responsif, dan profesional. Setiap laporan yang disampaikan masyarakat akan kami layani sesuai prosedur sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, dan terbantu,” kata AKP Eko Sowandono.

Continue Reading

TNI / Polri

Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Transformasi Berkelanjutan untuk Hadir dan Mengabdi kepada Masyarakat

Published

on

By

Bogor – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi perjalanan panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Selama delapan dekade, Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan adaptif dengan tetap menjadikan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di sela-sela Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).

Brigjen Pol. Trunoyudo mengatakan, usia ke-80 Polri memiliki makna historis, konstitusional, dan institusional yang menunjukkan perjalanan panjang Polri tumbuh bersama rakyat.

“Hari Bhayangkara ke-80 merupakan perjalanan yang sangat panjang. Ada pendekatan historis, konstitusional, dan institusional yang menunjukkan bagaimana Polri terus berkembang bersama rakyat. Makna dari semua itu adalah bahwa Polri benar-benar untuk masyarakat,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Polri memiliki tugas sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, serta penegak hukum. Karena itu, keamanan menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional.

“Presiden juga menyampaikan bahwa keamanan merupakan modal utama pembangunan, baik dalam konteks sosial, ekonomi, maupun program pembangunan pemerintah. Oleh karena itu, Polri akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat, melindungi ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, melayani, membantu, serta melakukan penegakan hukum dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, semangat “Polri untuk Masyarakat” tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang telah digelar sejak rangkaian Bulan Bakti Bhayangkara.

“Makna Bulan Bakti Bhayangkara adalah Polri hadir di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan seperti bakti kesehatan, bakti sosial, pasar murah, bazar UMKM, hingga program-program sosial lainnya menunjukkan bahwa Polri hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Trunoyudo juga menegaskan bahwa transformasi Polri terus berjalan secara berkelanjutan melalui empat bidang utama yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yakni transformasi operasional, organisasi, pelayanan publik, dan pengawasan. Transformasi tersebut diperkuat melalui digitalisasi layanan seperti Super Apps Polri, layanan darurat Polisi 110, hingga penguatan respons cepat terhadap pengaduan masyarakat.

Selain memperkuat pelayanan publik, Polri juga terus mendukung berbagai program strategis nasional, seperti ketahanan pangan, pemenuhan gizi bagi anak-anak, peningkatan kualitas pendidikan melalui Yayasan Kemala Bhayangkari, serta penguatan kerja sama internasional dalam penanganan kejahatan transnasional.

Menurut Trunoyudo, seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Kapolri selalu menegaskan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat dan Polri untuk masyarakat. Walaupun Polri dituntut semakin modern dan adaptif, hakikatnya Polri harus tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Integritas dan prestasi Polri diukur dari kepercayaan publik. Oleh karena itu, Polri akan terus meningkatkan profesionalisme, kualitas sumber daya manusia, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai kompas moral setiap insan Bhayangkara,” tutupnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penegasan komitmen Polri untuk terus bertransformasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa, sehingga mampu menghadirkan rasa aman, memberikan pelayanan terbaik, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Continue Reading

Trending