Connect with us

Metro

Ndinta Herry Pramana Terpilih Sebagai Ketua KADIN Jakarta Timur

Published

on

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Jakarta Timur menyelenggarakan Musyawarah Kota (Mukota) ke VI sekaligus pengukuhan Ketua KADIN terpilih secara aklamasi Jakarta Timur, yang digelar pada Kamis 28 Oktober 2021, di 678 Hotel Cawang Jakarta Timur, dihadiri oleh ratusan peserta dan dibuka oleh Sekretaris Kota.

Dalam Mukota yang dihadiri oleh anggota KADIN Jakarta Timur itu terpilih ketua KADIN yang baru yaitu Ndinta Herry Pramana atau yang lebih dikenal dengan Anta Ginting yang menggantikan Robertson Gultom, sementara Sutrisno dan Margono yang tadinya juga mencalonkan diri tetapi mengundurkan diri menjelang pemilihan Ketua.

Anta Ginting mengaku senang sekaligus berat mengemban tugas barunya sebagai Ketua KADIN Jakarta Timur periode 2021-2026.

“Terima kasih saya telah diberikan kepercayaan dan amanah untuk memimpin KADIN Jakarta Timur. Tentu saja ini bukan tugas yang ringan, karena kita harus mampu memikul tanggung-jawab besar untuk memajukan KADIN ke depan. Semoga bisa memberikan manfaat buat orang banyak”, jelas Anta Ginting dalam sambutanya usai terpilih, Kamis, (28/10/2021) di hotel 678 Jakarta Timur.

Seperti yang kita ketahui, bahwa sebagai wadah atau organisasi tentu saja pengusaha tidak bisa berjalan sendiri dan perlu bersinergi dengan Pemerintah dan Instansi terkait.

Sementara itu, Ketua KADIN DKI Jakarta Hj.Diana Dewi, SE, yang hadir dalam acara tersebut mengaku akan mendukung siapapun yang memimpin KADIN Kota Jakarta Timur.
“Saya akan mendukung penuh Ketua terpilih untuk menjalankan tugasnya dalam rangka memajukan KADIN Jakarta Timur. Kami juga memberikan hak prerogatif penuh soal pemilihan kepengurusan. Selain itu kami juga akan terus membangun sinergi yang baik dengan seluruh KADIN yang ada di wilayah Jakarta,” kata Diana Dewi.

Joni sebagai peserta Muskot ke VI mengatakan bahwa harapan kepada ketua KADIN Jakarta Timur untuk memberdayakan para anggotanya.
“Selain membangun sinergi dengan berbagai pihak, ke depan berusaha untuk memberdayakan seluruh anggotanya yang sekarang kurang lebih berjumlah ribuan orang, ada UMKM, koperasi dan lain sebagainya.Prioritas dari organisasi ini adalah harus memberikan manfaat bagi para anggotanya,” tutup Joni.

Continue Reading

Metro

Pameran “TATAH” Hidupkan Kembali Identitas Seni Ukir Jepara di Museum Nasional

Published

on

By

Jakarta, 29 April 2026 – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan menggelar Pameran Seni Ukir Jepara bertajuk “TATAH” yang berlangsung pada 29 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Jakarta.

Mengusung tema “TATAH”, pameran ini menjadi simbol kebangkitan sekaligus refleksi terhadap alat utama dalam seni ukir yang memiliki makna mendalam bagi para perajin.

Lebih dari sekadar alat, tatah dimaknai sebagai medium budaya visual yang terus hidup, berkembang, dan beradaptasi mengikuti zaman.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Jepara bukan sekadar nama kota, melainkan ruang lahirnya identitas, kreativitas, serta warisan budaya yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi. Seni ukir menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya.

Sementara itu, Owner AP Woods, Ali Shodiqin, dalam wawancara dengan media menegaskan bahwa ukiran Jepara merupakan warisan leluhur yang erat kaitannya dengan sejarah, termasuk pengaruh masa R.A. Kartini dan peninggalan kerajaan di Jepara. Salah satu contoh nyata adalah ukiran di Masjid Mantingan yang sarat nilai sejarah dan estetika.

Menurutnya, sejak dahulu Jepara telah dikenal dunia melalui produk kerajinan ukir, termasuk pengiriman karya-karya seperti kotak ukiran yang menjadi identitas daerah tersebut.

Hingga kini, masyarakat Jepara dikenal sebagai pengrajin kayu yang mampu mengolah furnitur maupun elemen interior dan eksterior dengan sentuhan seni ukir sebagai ornamen.

Ali menjelaskan bahwa terdapat dua klasifikasi utama dalam seni ukir Jepara, yakni ukiran sebagai bagian dari furnitur dan ukiran sebagai karya seni rupa murni.

Mayoritas masyarakat Jepara memiliki kemampuan mengukir, menjadikannya sebagai keterampilan turun-temurun yang melekat kuat dalam budaya lokal.

Namun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan dalam beberapa dekade terakhir. Sejak era 2000-an, minat terhadap ukiran cenderung menurun seiring tren desain minimalis yang lebih sederhana.

Selain itu, perubahan teknologi turut memengaruhi proses produksi, di mana sebagian pengrajin mulai beralih menggunakan mesin.

Meski begitu, upaya pelestarian terus dilakukan dengan mengombinasikan teknik manual dan teknologi modern agar seni ukir tetap bertahan. Ia menekankan pentingnya inovasi agar seni ukir tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu berkembang secara komersial.

“Jangan berhenti. Kita harus inovatif dan menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, baik sebagai karya seni maupun produk komersial,” ujarnya.

Pameran “TATAH” diharapkan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali minat generasi muda terhadap seni ukir Jepara, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang mendunia.

Continue Reading

Metro

Pameran Seni Ukir Jepara 2026: Dari Warisan Leluhur Menuju Panggung Dunia

Published

on

By

Jakarta, 29 April 2026 – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) DPD Jepara Raya bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar Pameran Seni Ukir Jepara yang berlangsung pada 29 April hingga 5 Juli 2026 di Museum Nasional Indonesia. Pameran ini menjadi momentum penting untuk menegaskan eksistensi dan kekuatan seni ukir Jepara sebagai warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dalam sambutannya menegaskan bahwa seni ukir Jepara bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan tradisi yang tetap hidup hingga kini dengan para maestro yang masih aktif berkarya.

Ia mengungkapkan, dorongan untuk menghadirkan inovasi dalam pengembangan seni ukir muncul sejak dirinya mencalonkan diri sebagai kepala daerah, ketika para pelaku industri ukir di Jepara mengharapkan adanya terobosan untuk memperkuat eksistensi ukiran agar tidak hanya menjadi legenda.

“Bagi masyarakat Jepara, tatah bukan hanya alat ukir, melainkan perpanjangan tangan, bahkan perpanjangan jiwa dan spiritual para pengukir. Dari setiap ketukan lahir karya yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna,” ujar Witiarso.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Jepara memiliki sejarah panjang sebagai titik pertemuan berbagai budaya dunia sejak masa jalur perdagangan internasional.

Warisan tersebut terus berlanjut, termasuk melalui sosok Raden Ajeng Kartini yang turut memperkenalkan karya Jepara hingga ke Eropa.
Menurutnya, seni ukir Jepara tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan identitas, peradaban, serta menjadi sumber kehidupan bagi ribuan keluarga. Ia berharap generasi muda tidak hanya mewarisi tradisi ini, tetapi juga mampu mengembangkan dan membawanya ke tingkat yang lebih tinggi.

Kehadiran para duta besar dalam pembukaan pameran disebut sebagai peluang strategis untuk membuka jejaring internasional.

Pemerintah Kabupaten Jepara mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari seniman, desainer, akademisi, hingga pelaku industri global.

“Melalui pameran ini, kami ingin membuka pintu kerja sama internasional agar ukiran Jepara dapat hadir di berbagai ruang di seluruh dunia. Seni adalah bahasa universal yang melampaui batas negara, budaya, dan politik,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat agar terus memberikan dukungan dalam pelestarian dan pengembangan seni ukir Jepara sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional sekaligus kekuatan Indonesia di panggung global.

Pameran ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat posisi seni ukir Jepara sebagai identitas bangsa yang membanggakan di kancah internasional.

Continue Reading

Metro

Bimtek Nasional PBB Perkuat Soliditas Kader, Yoga Pranata: Momentum Menuju Kebangkitan di Pemilu 2029

Published

on

By

Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota DPRD PBB se-Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 27–29 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas internal partai sekaligus mempersiapkan langkah strategis menghadapi Pemilu 2029.

Bimtek tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta seluruh anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Anggota DPRD Bengkulu dari Partai Bulan Bintang, Yoga Pranata, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Bimtek ini menjadi bukti nyata bahwa soliditas Partai Bulan Bintang tetap terjaga dan partai terus kembali kepada marwah perjuangannya.

“Kami sangat respek dan bangga karena pada hari ini soliditas Partai Bulan Bintang terjaga dan kembali kepada marwahnya. Ini menjadi momentum bagi seluruh pengurus DPW, DPC, dan anggota DPRD se-Tanah Air untuk semakin memperkuat kebersamaan,” ujar Yoga Pranata.

Ia juga mengajak seluruh kader partai untuk tetap fokus dan menjaga kekompakan dalam mempersiapkan infrastruktur partai secara menyeluruh sebagai langkah strategis untuk menunjukkan eksistensi Partai Bulan Bintang pada kontestasi politik mendatang.

“Mari bersama-sama fokus dan kompak mempersiapkan infrastruktur partai untuk menunjukkan eksistensi Partai Bulan Bintang di Pemilu 2029,” tambahnya.

Menurut Yoga, kegiatan Bimtek ini bukan hanya menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi para legislator PBB, tetapi juga menjadi sarana konsolidasi nasional untuk menyatukan visi perjuangan partai dari pusat hingga daerah.

Melalui kegiatan ini, Partai Bulan Bintang berharap dapat meningkatkan kapasitas para kader legislatif sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi demi menghadapi tantangan politik ke depan dengan lebih solid, terarah, dan siap menghadapi dinamika Pemilu 2029.

Continue Reading

Trending