Connect with us

Metro

dr Janet Aprilia Stanzah Prihatin Sampah di Perumahan BDN Pondok Gede Sangat Meresahkan.

Published

on

Kota Bekasi – Sampah adalah persoalan yang sudah jadi masalah di Indonesia terutama di kota kota besar. Untuk itu sampah harus dikelola dengan baik agar masyarakat tidak dibuat resah karena sampah menimbulkan bau yang tidak enak untuk lingkungan sekitarnya.

Untuk itu awak media berkesempatan menemui dr. Janet Aprilia Stanzah dari Komisi 3 DPRD Kota Bekasi di kantor Kecamatan Pondok Gede, Jalan Raya Jatiwaringin, Rabu, (18/11/2021)

dr. Janet mengatakan bahwa ada sampah yang sudah dibuang oleh warga sekitar RT 02/RW 04 dan sudah sangat meresahkan.

“Hari ini saya mendatangi lokasi penimbunan sampah di Jatiwaringin Rw 02/04 dan sudah ditimbun selama 20 sampai 25 tahun dan lahan milik swasta. Selama ini belum ada tanggapan serius dari pemerintah, sampahnya sudah segunung membuat polusi air, tanah, udara, banyak warga yang mengalami gangguan kulit, gangguan pencernaan,” katanya dengan nada prihatin.

dr. Janet berharap agar pemerintah Kota Bekasi serius menanggapi hal ini. Sebagai anggota DPRD yang mewakili masyarakat apalagi di daerah pemilihannya, beliau sangat berharap menuntaskan masalah ini.

“Program pemerintah Kota Bekasi tahun 2022 ada program pencegahan bencana antara lain banjir, polusi , penyakit dan lainya. APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang cukup besar semoga hal ini dapat ditangani dengan baik oleh Pemkot Bekasi,” ujarnya dengan penuh harap.

Dalam hal ini, dr. Janet berharap agar kantor Camat Pondok Gede segera dibentuk panitia pengelolaan sampah tingkat kelurahan (TPS).

“Berharap agar kantor Camat Pondok Gede segera dibentuk panitia pengelolaan sampah tingkat kelurahan (TPS) dan menerapkan 3 R di kelurahan Jatiwaringin kecamatan Pondok Gede. Sampah bila diolah dengan baik tidak jadi masalah dan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” beber dr. Janet yang juga Direktur Klinik Kecantikan dan Ketua Ikatan Dokter Kecantikan DKI Jakarta (PERDESTI).

Banyak di daerah telah berhasil dalam mengelola sampah, seperti untuk sampah organik bisa untuk makan magot. Sedangkan an organik bisa didaur ulang untuk berbagai macam kebutuhan masyarakat antara lain pot bunga, ember, sandal dan lain-lain yang dapat dibuat dari sampah plastik.

Continue Reading

Metro

Sinergi Jurnalis dan Influencer, Kekuatan Baru Partai Rakyat Indonesia Mengawal Transparansi dan Demokrasi Menuju Indonesia Maju

Published

on

By

Jakarta, 27 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Rakyat Indonesia (PRI) secara resmi melantik kepengurusan Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia (JURI) dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung DPP Partai Rakyat Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis partai dalam memperkuat komunikasi publik, meningkatkan literasi informasi, serta mendukung demokrasi yang sehat di era digital.

Mengusung tema “Maju Jurnalis dan Influencer untuk Jaga Bangsanya”, organisasi sayap baru ini dipimpin oleh Aditya Fahlevi sebagai Ketua dan Kiki sebagai Sekretaris Jenderal. Kehadiran JURI diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara insan pers dan para kreator konten dalam membangun ekosistem informasi yang edukatif, akurat, dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Ketua Umum JURI terpilih Muhammad Reza Fahlevi menegaskan bahwa pembentukan JURI merupakan jawaban atas tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini, khususnya maraknya penyebaran disinformasi, hoaks, dan polarisasi di ruang digital.

“Kolaborasi antara jurnalis dan influencer merupakan langkah strategis untuk membangun komunikasi yang sehat antara kebijakan partai dengan realitas yang terjadi di tengah masyarakat. Kami ingin menghadirkan informasi yang objektif, edukatif, dan mampu menjadi jembatan aspirasi rakyat,” ujar Reza.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia Muhammad Nazaruddin menegaskan bahwa kehadiran JURI merupakan kekuatan baru sekaligus sayap strategis partai dalam menghadapi dinamika demokrasi modern.

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peran media dan influencer semakin vital dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Negara demokrasi seperti Indonesia tidak bisa melupakan atau meninggalkan teman-teman media. Apalagi di era digital dan perkembangan AI saat ini, peran jurnalis dan influencer merupakan salah satu pondasi utama untuk membangun komunikasi bangsa yang transparan, terbuka, dan akuntabel,” kata Nazaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan informasi dan kritik di ruang publik. Menurutnya, kebebasan berpendapat harus tetap dijaga sebagai bagian dari demokrasi, namun perlu disampaikan secara santun, berakhlak, konstitusional, dan tidak menimbulkan perpecahan.

“Partai Rakyat Indonesia mendukung penuh kebebasan berpendapat dan kritik terhadap pemerintah. Namun, semua itu harus dilakukan dengan cara yang bermartabat dan tidak anarkis. Jurnalis dan influencer yang berintegritas memiliki peran penting dalam membendung penyebaran hoaks yang dapat mengancam persatuan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nazaruddin juga mengaitkan peran media digital dengan agenda besar pembangunan nasional, khususnya program hilirisasi industri yang diyakini mampu membawa Indonesia menuju negara maju dan mandiri secara ekonomi.

Menurutnya, keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah dan investasi, tetapi juga oleh kemampuan membangun pemahaman publik yang kuat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya alam di dalam negeri.

“Kita ingin seluruh kekayaan alam Indonesia dikelola di dalam negeri melalui hilirisasi agar rakyat dapat menikmati kesejahteraan dan keadilan yang lebih baik. Perjuangan besar ini membutuhkan edukasi yang kuat kepada masyarakat.

Teman-teman jurnalis dan influencer adalah instrumen modern yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan positif tersebut kepada generasi muda,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia menginstruksikan kepada seluruh pengurus JURI yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat jaringan komunikasi dan memperluas jangkauan edukasi publik di berbagai daerah.

DPP Partai Rakyat Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan organisasi JURI, baik dari sisi pembinaan, fasilitasi program, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan terbentuknya JURI, Partai Rakyat Indonesia berharap dapat menghadirkan sinergi yang kuat antara jurnalisme profesional dan kreativitas digital dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan nasional, serta mengawal pembangunan menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.

Continue Reading

Metro

Peringatan HANI 2026: Abdul Razaq, Kader Partai NasDem DIY, Ajak Masyarakat Teguhkan “Sensitif Lingkungan” Demi Selamatkan Generasi Emas

Published

on

By

Sleman – karyapost.com, Memperingati Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2026, Abdul Razaq, Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang juga Kader Partai NasDem Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan sikap “sensitif lingkungan” sebagai benteng utama melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Ajakan tersebut disampaikan di Kantor DPW NasDem DIY,  Jalan Kenari, Demangan Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (26/6/2026).

Mengusung tema yang ditetapkan Badan Narkotika Nasional (BNN), “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045,” Abdul Razaq menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Menurutnya, membangun generasi unggul tidak cukup hanya melalui pendidikan dan kesehatan, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Setiap anggota masyarakat harus memiliki kepekaan terhadap lingkungan, baik di dalam keluarga maupun di tengah masyarakat. Ketika melihat sesuatu yang tidak biasa, jangan memilih diam. Kita bangun komunikasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat maupun pengurus kampung agar persoalan dapat segera diantisipasi,” ujarnya.

Aktivis dakwah, pemerhati anak, sekaligus penggiat parenting itu menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi anak-anak pada masa kini dan masa depan semakin kompleks. Persaingan hidup yang semakin ketat, terbatasnya lapangan pekerjaan, serta derasnya pengaruh negatif menjadi ujian yang harus dihadapi bersama.

Karena itu, peran orang tua, relawan P4GN, pengurus kampung, tokoh masyarakat, hingga pemerintah menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Abdul Razaq juga mengingatkan agar setiap anggota masyarakat untuk tidak pernah lelah berkontribusi di lingkungannya. Menurutnya, setiap upaya menjaga generasi dari bahaya narkotika merupakan amal kebaikan yang bernilai dan bermakna. Meski dalam perjalanan akan selalu ada tantangan dan hambatan, semangat untuk terus hadir bagi masyarakat tidak boleh surut.

Ia turut mengapresiasi Program Kelurahan Bersinar yang diinisiasi BNN. Menurutnya, Program tersebut akan berhasil apabila seluruh lapisan masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menjaga lingkungannya dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Menutup penyampaiannya, Abdul Razaq mengajak seluruh warga menjadikan peringatan HANI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat kepedulian dan aksi nyata demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia.

“Wilayah tidak akan berubah oleh mereka yang hanya diam, tetapi oleh mereka yang berani bergerak,” tegasnya.

Semangat kebersamaan, kepedulian, dan keberanian untuk saling menjaga menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, kuat, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. (ar)

Jurnalis Abdul Razaq

Continue Reading

Metro

Aspirasi Paguyuban Ojek Stasiun Wates: Bertahan di Tengah Perubahan Zaman, Berharap Perhatian dari DPRD Kulon Progo

Published

on

By

Kulon Progo – Karyapost.com, Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan menjamurnya layanan transportasi berbasis aplikasi, para pengemudi ojek pangkalan di sekitar Stasiun Wates terus berjuang mempertahankan mata pencaharian mereka. Perubahan pola masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi menjadi tantangan yang semakin berat bagi para ojek konvensional  ( 26/6/2026 ).

Salah satu perwakilan Paguyuban Ojek Stasiun Wates, Bapak Sawabi, menyampaikan bahwa kondisi para pengemudi ojek saat ini semakin sulit. Kehadiran transportasi online seperti Grab dan Gojek, ditambah kemudahan masyarakat berkomunikasi melalui telepon genggam, membuat jumlah penumpang yang menggunakan jasa ojek pangkalan terus menurun.

“Keluhan yang bisa saya sampaikan, tukang ojek saat ini semakin terdesak. Kami kalah bersaing dengan Grab, Gojek, dan kemudahan komunikasi melalui HP. Sekarang yang bisa kami harapkan hanya penumpang yang tidak membawa HP atau yang memang tidak ada keluarga maupun kerabat yang menjemput. Sering kali kami bertanya kepada penumpang apakah sudah ada yang menjemput, ternyata yang datang adalah Grab. Kondisi seperti ini membuat kami semakin sulit mencari rezeki di Stasiun Wates. Zaman sudah semakin maju, sementara kami merasa semakin tertinggal,” ungkapnya.

Saat ini, Paguyuban Ojek Stasiun Wates memiliki sekitar 15 anggota aktif, sementara jika digabungkan dengan empat titik pangkalan lainnya di wilayah sekitar, jumlah keseluruhan mencapai sekitar 63 orang. Mereka tetap setia menunggu penumpang setiap hari, meski penghasilan yang diperoleh tidak lagi seperti beberapa tahun lalu.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, para pengemudi ojek tetap menunjukkan semangat dan keteguhan untuk bekerja secara jujur demi menghidupi keluarga. Mereka berharap perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat kecil.

Melalui kesempatan ini, Paguyuban Ojek Stasiun Wates juga menyampaikan harapan kepada DPRD Kabupaten Kulon Progo agar dapat memberikan perhatian kepada para pengemudi ojek pangkalan. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan adalah bantuan berupa jaket atau rompi bertuliskan “Ojek Stasiun Wates” sebagai identitas resmi yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memudahkan mereka dalam mencari penumpang.

Aspirasi ini menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi, masih ada masyarakat yang terus berjuang mempertahankan profesinya dengan penuh keikhlasan dan kerja keras. Diharapkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi yang adil, sehingga kemajuan zaman tetap membawa manfaat bagi semua lapisan masyarakat tanpa meninggalkan mereka yang telah lama mengabdi melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Trending