Connect with us

TNI / Polri

Kodam XVII/Cenderawasih Gelar Rapat Evaluasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua

Published

on

JAKARTA, – Dalam rangka meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua, Kodam XVII/Cenderawasih mengadakan Rapat Evaluasi Percepatan Vaksinasi Covid-19 yang dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A bertempat di Aula Tony A. Rompis Makodam XVII/Cenderawasih, Jumat (26/11/2021).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Sabtu (27/11/2021), rapat tersebut diikuti oleh perwakilan pejabat dari Provinsi Papua, Polda Papua, Lantamal X Jayapura dan Lanud Silas Papare Jayapura serta para pejabat utama Kodam XVII Cenderawasih.

Saat memberikan sambutan, Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan bahwa secara umum tingkat penularan Covid-19 di Indonesia sudah menurun. Selain itu juga angka kematian dan Bed Occupancy Rate di Indonesia sudah menurun walaupun di beberapa negara Eropa tingkat penularan masih tinggi. Hal tersebut merupakan prestasi bagi Indonesia dalam mencegah penularan Covid-19.

Dalam arahannya Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan agar semua pihak tetap waspada, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru meskipun pemerintah pusat telah menyampaikan tidak ada cuti saat natal dan tahun baru.

Selain itu ditambahkan juga bahwa keberhasilan Indonesia dalam menekan penyebaran Covid-19 adalah dengan melaksanakan Program Vaksinasi. Pemberian vaksinasi dirasakan ampuh untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal tersebut terbukti dalam pelaksanaan PON XX khususnya di daerah klaster-klaster PON mulai dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke di mana tingkat penyebaran Covid – 19 rendah.

Lebih lanjut Pangdam XVII/Cenderawasih menjelaskan bahwa cakupan vaksinasi di Provinsi Papua secara umum masih rendah, sehingga percepatan vaksinasi harus tetap dilaksanakan khususnya di daerah-daerah yang prosentase vaksinasinya rendah sehingga diharapkan di akhir tahun cakupan vaksinasi di Provinsi Papua dapat mencapai 70 persen

Hal tersebut menjadi perhatian dari Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa yang direncanakan akan berkunjung ke Provinsi Papua untuk melihat pelaksanaan vaksinasi di daerah yang prosentase vaksinasinya masih rendah.

Di akhir arahannya Pangdam XVII/Cenderawasih menjelaskan bahwa program vaksinasi masih menjadi prioritas dari pemerintah pusat di mana di tingkat daerah leading sector-nya berada pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan TNI Polri selalu siap dalam mendukung program vaksinasi Covid-19 di Bumi Cenderawasih.

Hadir dalam acara tersebut Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Irdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Wachid Apriliyanto dan Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Siagakan 4.131 Personel Layani Aksi Penyampaian Pendapat di Jakarta

Published

on

By

Jakarta,  – Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).

Personel akan ditempatkan di sejumlah titik kegiatan, antara lain area Monas, Bundaran HI/Dukuh Atas, Gedung DPR/MPR RI, serta Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

“Polda Metro Jaya menyiapkan 4.131 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Adapun personel yang dilibatkan terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 2.359 personel, jajaran Polres sebanyak 372 personel, serta BKO sebanyak 1.400 personel. Unsur BKO tersebut meliputi TNI sebanyak 200 personel, Korbrimob sebanyak 900 personel, dan Korsabhara sebanyak 300 personel.

Sejumlah elemen masyarakat dijadwalkan menyampaikan aspirasi di beberapa lokasi. Di area Monas diperkirakan terdapat massa dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan masyarakat. Sementara itu, massa lainnya direncanakan berada di kawasan Bundaran HI/Dukuh Atas dan Gedung Kemenaker RI.

Lebih lanjut Kombes Budi menjelaskan, pola pelayanan dan pengamanan dilakukan secara preemtif, preventif, serta penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran. Petugas juga disiagakan untuk pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel telah diingatkan untuk bertindak sesuai prosedur, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan keselamatan masyarakat, peserta aksi, dan petugas,” katanya.

Kombes Budi menambahkan, rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional menyesuaikan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan yang menjadi titik kegiatan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada peserta aksi, silakan menyampaikan pendapat secara tertib, damai, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap menghormati hak masyarakat lainnya,” ujar Kombes Budi.

Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui layanan kepolisian terdekat atau Call Center 110.

Continue Reading

TNI / Polri

Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya Dapat Apresiasi dari Masyarakat

Published

on

By

Jakarta — Pelayanan BPKB Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satu warga, Ahmad, menyampaikan kepuasannya usai mengurus pembukaan blokir dan berkas kendaraan di layanan BPKB Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).

Ahmad mengaku pelayanan yang diberikan petugas berjalan dengan baik dan memuaskan. Menurutnya, proses pengurusan dapat dilakukan dengan lancar serta petugas memberikan pelayanan yang ramah.

“Ya baik, alhamdulillah. Pelayanannya cukup baik,” ujar Ahmad.

Saat ditanya mengenai saran atau masukan terhadap pelayanan yang diberikan, Ahmad mengaku sejauh ini tidak menemukan kendala yang berarti.

“Selama ini sih tidak ada, sudah cukup,” tambahnya.

Sementara itu, Pamin Seksi BPKB Polda Metro Jaya, Ipda Feri Prasetyo, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan transparan kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik dan nyaman,” ujar Ipda Feri Prasetyo.

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Tegaskan Hanya Polri Berwenang Terbitkan SIM

Published

on

By

Jakarta – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa hanya kepolisian yang berwenang menerbitkan surat izin mengemudi (SIM).

Penegasan ini ia sampaikan dalam rangka mencegah terjadinya pemalsuan SIM atau penerbitan SIM oleh pihak tertentu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.

“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa satu-satunya institusi yang berwenang menerbitkan SIM adalah Polri. Ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo dalam keterangan, Senin (15/6/26).

Ia menjelaskan, kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Selain itu, dalam Pasal 87 ayat (3) juga disebutkan bahwa Polri wajib menyelenggarakan sistem informasi penerbitan SIM.

Brigjen Pol. Wibowo menekankan, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi, melainkan juga dokumen negara yang menjadi bukti legitimasi kompetensi, registrasi, dan identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang diterbitkan berdasarkan proses verifikasi, pengujian, serta pencatatan dalam sistem informasi yang dikelola Polri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau penawaran yang berpotensi menyesatkan terkait penerbitan SIM di luar mekanisme resmi Polri.

“Oleh karena itu, dokumen apa pun yang diterbitkan oleh pihak lain tidak dapat disamakan, menggantikan, ataupun dianggap sebagai SIM yang sah menurut hukum Indonesia,” ujarnya.

Continue Reading

Trending