Connect with us

TNI / Polri

Sambut HUT Korps Wanita Angkatan Laut, Lanal Dumai Laksanakan Anjangsana Ke Yayasan Dhuafa dan Yatim Piatu

Published

on

Dumai, – Dalam rangka menyambut HUT Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) Ke-59 Tahun 2022, Pangkalan TNI Angkatan Laut Dumai melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Anjangsana ke Yayasan Duafa dan Yatim Piatu Ummi Fadhillah, Jalan Jendral Sudirman, Dumai, Rabu (08/12/2021).

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan, MMSMC melalui Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (P) Anwar Rahman, S.E., yang turut hadir dalam kegiatan anjangsana menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Sosial ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Kowal Ke-59 Tahun 2022 yang diperingati setiap tanggal 05 Januari.

Turut hadir dalam kegiatan Kepala Balai Pengobatan Lanal Dumai Kapten Laut (K/W) Letty Noprita, A.Md., Keb., S.K.M., Paur Polum Lanal Dumai Letda Laut (K/W) dr. Putri Yuniarti, Pasiops Unit Intel Lanal Dumai Letda Laut (E) Nur Johan, Prajurit Kowal Lanal Dumai dan Perwakilan Prajurit Lanal Dumai.

(Pen Lanal Dumai)

Continue Reading

TNI / Polri

Water Security: Universitas Pertahanan RI Gelar Seminar Internasional Teknologi Ketahanan Air

Published

on

By

Universitas Pertahanan bekerja sama dengan Indonesia Business Post Media mengadakan Water Security Seminar – Technology For Indonesia, dalam rangka menjawab ancaman krisis air di Indonesia. Seminar dan pameran tersebut dilaksanakan pada tanggal 22 September 2023 dengan menghadirkan pembicara Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, Rektor Unhan RI : Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Ph.D., para pakar air internasional, dan mendatangkan lebih dari 15 perusahaan dalam dan luar negeri yang memiliki teknologi terbaru dan tercanggih dalam konservasi dan ketahanan air.

Rektor Unhan RI : Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Ph.D. mengatakan tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk memperluas wawasan dan mendapatkan solusi tercapainya ketahanan sumber daya air dengan menggunakan teknologi paling mutakhir yang sesuai dengan kondisi alam Indonesia guna pertahanan negara yang kuat.

Mahroza mengatakan seminar dan pameran terkait Water Security Technology ini merupakan realisasi dari permintaan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto kepada Universitas Pertahanan untuk meneliti dan mengembangkan teknologi sumber daya air guna mengatasi krisis air di Indonesia.”Kegiatan seminar ini sebagai tindak lanjut dari seruan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Universitas Pertahanan RI pada 20 September 2022 untuk meneliti teknologi sumber air untuk mengatasi krisis air di Indonesia,” ujarnya pada Kamis 21 September 2023.

Annelis Putri, pendiri dan direktur media Indonesia Business Post, mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan UNHAN RI mengundang lebih dari 15 perusahaan dan pakar teknologi ketahanan air, baik dari dalam maupun luar negeri. Annelis menekankan bahwa pilihan perusahaan-perusahaan ini didasarkan pada harapan Menteri Pertahanan RI dan Rektor UNHAN RI bahwa teknologi mereka dapat mendukung revolusi manajemen air dan ketahanan air Indonesia.

Water Security sendiri adalah kemampuan untuk memastikan akses yang berkelanjutan terhadap air bersih yang cukup untuk kehidupan yang baik, pembangunan ekonomi, dan perlindungan lingkungan. Ini juga mencakup cara menjaga agar air tetap bersih, perlindungan terhadap polusi air dan bencana terkait air, serta pelestarian ekosistem.

Ketahanan Air (Water Security) dan Pertahanan RI

Krisis air bersih menjadi salah satu ancaman paling nyata yang akan dihadapi Indonesia dan negara-negara lain di seluruh dunia. Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diproyeksikan bahwa pada tahun 2025, seluruh bumi akan mengalami krisis air. PBB juga memperkirakan pada tahun 2030, kebutuhan air tawar global akan meningkat sekitar 40 persen lebih tinggi daripada ketersediaannya saat ini, sebagai akibat dari perubahan iklim, aktivitas manusia, dan pertumbuhan penduduk. Setelah Cape Town yang beberapa waktu lalu mengalami krisis air bersih, sebelas kota lain yang juga terancam mengalami hal yang sama yaitu Sao Paulo, Bangalore, Beijing, Kairo, Jakarta, Moskwa, Istanbul, Mexico City, London, Tokyo, dan Miami.

Menurut Mahroza, kondisi water security di Indonesia saat ini sedang menuju ke krisis air, ditandai dengan terjadinya kekeringan di Nusa Tenggara (NTT, NTB), Maluku, Jawa (Gunung Kidul), dan terjadinya banjir di DKI, Bandung dan beberapa kota lainnya sebagai dampak dari perubahan iklim.

Dampak dari perubahan iklim ini disebabkan oleh pencemaran lingkungan, terutama pencemaran udara oleh CO2, NO3, dan HSO2, yang berkontribusi pada efek rumah kaca dan hujan asam. Efek rumah kaca memiliki dampak yang signifikan pada peningkatan suhu global, termasuk suhu perairan laut. Peningkatan suhu laut ini telah memicu fenomena seperti badai El Nino dan La Nina, yang mengakibatkan timbulnya spot-spot daerah yang terlalu basah dan terlalu kering.

Daerah yang terlalu basah mengakibatkan curah hujan yang tinggi dan banjir, sedangkan daerah yang terlalu kering menyebabkan kekeringan dan kekurangan air. Dampak ini memiliki efek sistemik yang berpengaruh pada aspek pertahanan dan keamanan negara, seperti penurunan ketersediaan air bersih, penurunan produktivitas pangan, pertanian dan industri, bencana alam, serta dampak lainnya yang dapat dirasakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Untuk memberikan gambaran yang lebih rinci, dampak tersebut dapat diilustrasikan sebagai berikut:

A. Polutan karbon dioksida, metana, dan nitrogen oksida yang mencemari udara, telah mengalami peningkatan yang signifikan, meningkatkan efek rumah kaca.
B. Sekitar 90%, dari energi yang tertahan dalam sistem bumi oleh gas rumah kaca diserap oleh lautan, kemudian menghangat, mengakibatkan kenaikan permukaan laut.
C. Perubahan yang mencolok dalam suhu air laut telah menginduksi munculnya badai La Nina dan gelombang panas.
D. Peningkatan dalam pemanasan global tersebut menghasilkan perubahan besar dalam suhu dan curah hujan rata-rata di tingkat regional.
E. Badai seperti La Nina, El Nino, dan gelombang panas menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah dan menyebabkan banjir di wilayah lainnya.
F. Ditambah, perubahan iklim global juga berdampak pada perubahan iklim di Indonesia.
G. Perubahan iklim tersebut berdampak pada ketersediaan air bersih, penurunan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, bahkan menyebabkan terjadinya bencana alam.

Pentingnya Ketahanan Air: Krisis Air Melemahkan Masyarakat, Menimbulkan Kerugian Ekonomi, dan Memicu Perang antar Negara

Perubahan iklim dan krisis air ini memerlukan penanganan yang efektif untuk memitigasi dampak negatif yang timbul. Salah satunya dan terutama adalah dengan meningkatkan ketahanan air di seluruh Indonesia. Saat ini, penurunan ketersediaan air yang merata diperkirakan akan terjadi di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara selama periode proyeksi 2020-2045. Pada tahun 2024, tercatat penurunan rata-rata ketersediaan air sebesar 439,21 m3 per kapita per tahun di Pulau Jawa dan 1.098,08 m3 per kapita per tahun di Nusa Tenggara. Dampak ekonomi negatif di sektor ini diperkirakan mencapai 27,9 Triliun Rupiah.

Ketahanan air juga diharapkan dapat menghadapi tantangan penurunan ketahanan pangan di Indonesia, seperti produksi padi yang diproyeksikan turun lebih dari 25% (2020-2045) di berbagai Provinsi seperti Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Di Pulau Jawa dan Sumatera, yang merupakan pusat produksi beras, juga diperkirakan mengalami penurunan sebesar 10% hingga 17,5%. Meningkatkan ketahanan air dapat membantu pertanian, termasuk produksi padi, mengatasi tantangan perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini juga sangat penting untuk mengurangi dampak ekonomi negatif yang diperkirakan mencapai 77,9 Triliun Rupiah akibat penurunan produksi padi yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Selain itu, perubahan suhu dan pola hujan juga meningkatkan populasi vektor penyakit seperti DBD, malaria, dan pneumonia. Proyeksi potensi kerugian ekonomi di sektor kesehatan akibat DBD saja diperkirakan mencapai 31,3 Triliun Rupiah dari 2020 hingga 2024.

Berdasarkan hal-hal di atas, dapat disimpulkan bahwa perubahan iklim memiliki dampak serius pada ketahanan sumber daya air. Oleh karena itu, tindakan mitigasi yang tepat diperlukan untuk memperkuat ketahanan air negara dan mencegah kerugian negara yang lebih besar. Karena itu, diskusi mengenai Water Security menjadi sangat penting karena peran ketahanan air yang sangat vital dalam konteks supply chain berkelanjutan, demi menjaga kelangsungan hidup Bangsa dan Negara Indonesia.

Kehidupan manusia dan segala makhluk hidup, ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, industri dan lain-lain adalah aspek yang tidak dapat terlepas dari ketahanan sumber daya air. “Krisis air ke depan dapat memicu perang antar negara, hal ini disebabkan nilai vital air yang mempengaruhi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Mahroza.

Penandatanganan MoU dengan Perusahaan Prancis dan Swedia
Dalam rangka mengantisipasi krisis air yang akan datang, Universitas pertahanan RI bekerjasama dengan berbagai institusi dan perusahaan dalam dan luar negeri untuk mengembangkan ketahanan air di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Universitas Pertahanan RI yang diwakilkan oleh Rektor Unhan RI : Letnan Jenderal TNI Jonni Mahroza, Ph.D. melakukan penandatangan MoU dengan tiga perusahaan asal Perancis dan Swedia, disaksikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto. Ketiga perusahaan tersebut adalah Osmosun dan Ellipse Projects dari Perancis, dan Blue Water dari Swedia.
❖ Program Akses Air untuk Pulau-Pulau Terpencil: Osmosun perusahaan asal Perancis, memiliki teknologi yang menggunakan energi surya sebagai sumber daya utama untuk proses desalinasi air. Osmosun akan bekerjasama dengan Universitas Pertahanan RI dalam melaksanakan program akses air untuk pulau-pulau terpencil, daerah yang sulit mendapatkan pasokan air bersih, serta komunitas yang tidak memiliki akses mudah ke sumber air tawar di Indonesia.
❖ Pengembangan Ketahanan Air di Daerah Bencana: Blue Water perusahaan asal Swedia memiliki solusi air darurat yang dirancang khusus untuk situasi darurat seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, atau konflik yang mengancam nyawa. Blue Water menandatangani MoU dengan Universitas Pertahanan RI untuk menjalin kerja sama guna meningkatkan akses terhadap air bagi masyarakat Indonesia di daerah yang terkena dampak bencana atau konflik. Solusi ini memungkinkan tim tanggap darurat untuk dengan cepat mendapatkan akses ke air bersih yang murni, bahkan dari sumber air yang sangat tercemar.
❖ Penelitian Digital Ketahanan Air: Ellipse projects perusahaan asal Perancis, juga menandatangani MoU dengan Universitas Pertahanan RI untuk melakukan program penelitian digital bersama ketahanan air.

Perusahaan Indonesia Gapura Liqua Solutions, PAM Jaya MOYA Indonesia juga turut berpartisipasi memamerkan teknologi dan keahlian mereka yang menawarkan teknologi pemurnian air yang canggih untuk memastikan pasokan air bersih yang berkualitas. Selain perusahaan diatas, hadir lebih dari 10 perusahaan di bidang sumber daya air dari dalam dan luar negeri, seperti Danone Indonesia, Gapura Liqua Solutions dan Yayasan Obor Tani dari Indonesia, Imhotep Industries dari Austria, Wilo dari German, dan juga Via-Marina dari Perancis.

Acara ini juga diramaikan oleh para panelis pakar ketahanan air seperti Firdaus Ali, Staf ahli Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ali Berawi, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Arief Nasrudin selaku Presiden Direktur PAM JAYA.

Continue Reading

TNI / Polri

Dirlantas Polda Metro Jaya Terjun Langsung Beri Himbauan Dan Teguran Pada Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Jakarta, – Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman didampingi Wadirlantas dan Pejabat Utama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terjun langsung dalam Operasi Zebra Jaya 2023 di Gerbang Tol Cililitan, Jakarta Timur. Kamis (21/9/2023).

Hal tersebut dilakukan karena angka pelanggaran penggunaan seat belt pada pengendara roda empat yang tinggi selama operasi zebra.

Terlihat Direktur beserta Pejabat Utama dan Anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberikan selebaran berisikan 15 pelanggaran yang disasar. Tampak beberapa anggota memegang poster himbauan masyarakat tertib berlalu lintas. Salah satunya yang bertuliskan ‘Stop Pelanggaran Lalu Lintas’.

Latif menjelaskan bahwa alasan memilih Gerbang Tol Cililitan dalam pelaksanaan operasi Zebra tersebut karena dianggap paling banyak volume kendaraan yang melintas memasuki Jakarta.

“Memang kita pintu tol ada 3, yaitu pintu tol Cawang dari Cikampek, ini yang dari Jagorawi dan dari Tomang. Kalau saya melakukan tiga tiganya kan ngak mungkin. Ini arah yang paling banyak aktivitas masyarakat yang bekerja di Jakarta yang dari Jagorawi Bogor,” jelasnya.

Selanjutnya Latif mengatakan, kegiatan pagi ini dilakukan untuk memberikan himbauan kepada para pengendara khususnya roda empat. Hal tersebut menyoal angka pelanggaran penggunaan seat belt tertinggi selama pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2023.

“Di mana pada kegiatan hari ini kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena pada evaluasi hari ke-3 pelanggaran yang terkena khususnya roda empat adalah penggunaan seat belt. Makannya kita melakukan sosialisasi di tempat ini.”ucapnya.

Latif berharap sosialisasi dan peneguran penting dilakukan demi tercapainya tujuan Operasi Zebra Jaya 2023. Yakni terciptanya situasi aman, menurunnya angka kecelakaan, hingga terciptanya keamanan, keselamatan dan ketertiban lalu lintas.

“Tentunya betul-betul diharapkan tiga sasaran khususnya dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, ketertiban lalu lintas dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas betul-betul sampai akhir operasi nanti bisa kita laksanakan di jajaran Polda Metro Jaya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ratusan pelanggar itu ditilang menggunakan sistem tilang elektronik atau e-TLE. Dari data pelanggaran yang ada, sebanyak 293 ditilang menggunakan e-TLE statis dan 48 lainnya menggunakan e-TLE mobile. Sejauh ini belum ada penilangan manual yang dilakukan.

Trunoyudo menyebut mayoritas pelanggaran yang ada adalah pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman dengan angka 274 pelanggar. Disusul 43 pengendara tercatat melanggar aturan soal marka jalan, dan 10 pengendara roda empat melanggar batas kecepatan.

Selain itu, ada sembilan pengemudi roda empat yang tertangkap menggunakan handphone saat berkendara, tiga pemotor tidak menggunakan helm SNI, serta dua pemotor melawan arus.

Sebagaimana diketahui, Operasi Zebra Jaya akan dilaksanakan selama 14 hari terhitung sejak 18 September hingga 1 Oktober 2023 mendatang.

Continue Reading

TNI / Polri

Letjen Jonni Mahreza Rektor Universitas Pertahanan : “Di bidang Pendidikan Brand Year Untuk Pertahanan Menghadapi Ancaman 2030-2045

Published

on

By

Jakarta, – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Universitas Pertahanan mengadakan Seminar Strategi dengan tema “Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Dan Tinjauan Strategi Pertahanan Nusantara pada hari Rabu, 20 September 2023 di Hotel Borobudur Jakarta.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengumumkan bahwa TNI tengah menyiapkan strategi pertahanan nusantara yang akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan. Ini diumumkan setelah membuka seminar nasional bertajuk “Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia: Tinjauan Strategi Pertahanan Nusantara”.

Dalam seminar ini, sejumlah strategi pertahanan dibahas oleh pembicara seperti ; Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto, Rektor Universitas Pertahanan Letjen Jonni Mahroza, Ph. D, Pengamat Militer Dr. Connie Rahakundini Bakrie, Rektor Institut Sains & Teknologi Al-Kamal Dr Ngasiman Djoyonegoro.

Seminar Nasional ini dihadiri seluruh perwira TNI di wilayah barat, tengah, timur baik secara luring dan daring serta perwakilan Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, kementerian, lembaga dan nonkementerian, serta perguruan tinggi dan tercatat, 300 orang peserta hadir dalam acara tersebut.

Seminar nasional ini merupakan langkah awal dalam penyusunan strategi pertahanan nusantara yang akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan. Harapannya, strategi ini akan menjadi payung hukum dan pedoman bagi TNI dalam menjalankan tugas pertahanan negara.

Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Jonni Mahroza Ph. D saat di temui awak media menjelaskan , “Untuk anggaran, anggaran tidak spesifik untuk ancaman-ancaman dalam pertahanan Indonesia.

Tetapi kalau untuk anggaran pertahanan kemanan itu masih sangat kurang jauh dari kebutuhan hanya 0,829% setiap tahun itu sudah hampir 20 tahun lebih, idealnya untuk kita itu hanya 2% yang sudah diperhitungkan industri pertahanan berusaha terpenuhi sehingga itu harus kita perjuangkan.

Saya menyarankan kedepannya itu bagaimana kita bisa mendorong supaya yang dilakukan didalam perundang seperti undang-undang Pendidikan Nasional agar anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN, kenapa ini tidak bisa kita lakukan ini menyangkut kedaulatan negara dan menyangkut keselamatan kita semuannya karena saya ingin mendorong supaya itu bisa dilakukan, siapapun Pemerintahnya dengan batasan anggaran itu mudah-mudahan pertahanan kita bisa kuat.

Terkait untuk dibidang pendidikan, kita harus juga menyiapkan brand aware kita untuk menghadapi ancaman pertahanan 2040-2045 itu dari sisi Sumber Daya Manusia terutama untuk ancaman-ancaman yang non-konvensional seperti Cyber, CBLN, Drone dan lain-lain.

Sehingga kami menyiapkan kader-kader mahasiswa yang latar belakangnya mengerti enginering technology, kedokteran, farmasi, teknik dan lain-lain yang dimana kita siapkan untuk mengawaki kebutuhan SDM untuk perang non konvensional yang harus kita siapkan nanti untuk tahun 2040 sampai tahun 2045.

Saat ini UNHAN menyiapkan SDM menghadapi ancaman-ancaman non militer seperti covid, nuklir, cbrm dan lain-lain. Kita juga menyiapkan SDM-SDM untuk menghadapi ancaman konvensional non teknologi.

Kita juga menyiapkan untuk ancaman-ancaman yang konvensional teknologi seperti drone, satelit, under water surveilience dan lain-lain untuk teknologi yang sifatnya teknologi militer juga kita harus menyiapkan perwira-perwira yang memiliki latar belakangnya dibidang teknologi militer sehingga kita bisa ngelink dengan industri pertahanan,” tutupnya.

Continue Reading

Trending