Connect with us

TNI / Polri

Lanal Bandung Laksanakan Sosialisasi Werfing Penerimaan Prajurit TNI AL Tahun 2022 Kepada Pelajar SLTA Sederajat di Kabupaten Pangandaran

Published

on

Bandung,- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Kolonel Laut (KH/W) Dr. Renny Setiowati, S.T., M.Sc., M.Tr.Hanla., melaksanakan Sosialisasi Werfing Penerimaan Prajurit TNI AL Tahun 2022 kepada Pelajar SLTA/Sederajat di Wilayah Kabupaten Pangandaran dengan tema “Bergabunglah Bersama TNI AL Negara Menanti Dharma Baktimu (Join the Navy to See The World)”, bertempat di Aula SMK Negeri 1 Pangandaran, Jalan Merdeka No.222, Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jum’at (24/03/2022). Bertindak sebagai narasumber Pasminlog Lanal Bandung Mayor Laut (S) Sulaswati.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan sosialisasi/gambaran bagaimana tata cara masuk TNI AL dan apa saja yang perlu disiapkan sehingga nanti pada saat melaksanakan tes benar-benar sudah bisa mengikuti kegiatan sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam sambutannya, Danlanal Bandung menyampaikan bahwa pada tahun ini TNI Angkatan Laut membuka kesempatan kepada pemuda-pemudi diseluruh Indonesia untuk bergabung menjadi Taruna/ Taruni AAL, Calon Bintara PK/Wanita dan Calon Tamtama. Oleh karena itu, TNI AL khususnya Lanal Bandung memanfaatkan kesempatan untuk sosialisasi kepada siswa-siswi untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan penerimaan masuk TNI Angkatan Laut.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan juga untuk menyampaikan informasi yang lebih jelas luas dan transparan tentang penerimaan Prajurit TNI AL ke seluruh wilayah kerja Lanal Bandung dalam hal ini Kabupaten Pangandaran dengan harapan agar dapat menjaring Calon Prajurit TNI AL yang berkualitas.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan gambaran pemahaman kepada para siswa siswi tentang persyaratan dan ketentuan lain untuk menjadi seorang prajurit, melalui sosialisasi tersebut diharapkan timbul minat serta keinginan para siswa siswi terutama yang sudah duduk di bangku Kelas 2 dan Kelas 3 SMA untuk masuk TNI Angkatan Laut.

Selama proses pelaksanaan seleksi masuk TNI Angkatan Laut tidak dipungut biaya apapun alias gratis, untuk itu apabila ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan mengiming-imingi membayar sejumlah uang maka segera laporkan ke pihak panitia penerimaan setempat untuk segera ditindaklanjuti karena hal tersebut adalah tidak benar dan oknum tersebut akan diproses secara hukum.

Kegiatan Sosialisasi ini merupakan kegiatan dalam rangka mengenalkan lebih jauh apa dan bagaimana peran TNI AL, serta memberi penjelasan dan gambaran secara rinci bagaimana cara dan syarat yang harus dipenuhi dalam mendaftar sebagai Calon Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Dalam sosialisasi penerimaan Prajurit TNI AL tersebut para siswa-siswa sangat antusias mendengar penjelasan para nara sumber dan diberi waktu untuk bertanya jawab apa saja yang menyangkut profesi sebagai seorang Prajurit TNI AL. Berbagai pertanyaan mengalir dari para siswa tentang bagaimana menjadi seorang Prajurit TNI AL dan karir ke depannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala SMKN 1 Pangandaran Drs. Maryuanda, Perwira Staf Lanal Bandung, Danposal Pangandaran, Para Guru SMKN 1 Pangandaran dan Guru Pembimbing, Perwakilan Siswa siswi SMKN 1Pangandaran, SMAN 1 Pangandaran, MAN 1 Pangandaran dan SMA Muhamadiyah.

(Pen Lanal Bandung)

Continue Reading

TNI / Polri

Polri Luncurkan Buku Strategi Pemberantasan TPPO di Era Digital

Published

on

By

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar peluncuran dan bedah buku berjudul “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” pada hari ini, pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Bareskrim Polri Lantai 9. Rabu (21/1/2026)

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi publik untuk memahami perkembangan dan dinamika kejahatan Perlindungan Perempuan dan Anak–Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang kini semakin kompleks dan lintas sektor.

Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yakni Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, purnawirawan Polri Komjen Pol. (Purn.) Drs. I Ketut Suardana, serta Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah. Isinya merangkum pengalaman, strategi, dan kerja kolaboratif Polri bersama kementerian/lembaga, akademisi, serta mitra internasional dalam mencegah dan memberantas TPPO.

Wakapolri menegaskan bahwa TPPO saat ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai kejahatan konvensional, melainkan telah bertransformasi memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga jaringan lintas negara. Karena itu, Polri mengedepankan pendekatan terpadu dan kolaboratif, mulai dari penguatan Direktorat PPA-PPO, kerja sama internasional, hingga pencegahan berbasis keluarga, sekolah, dan literasi digital masyarakat.

“Buku ini penting agar masyarakat tahu bahwa kejahatan PPA-PPO terus berkembang, dan penanganannya tidak bisa hanya oleh Polri, tetapi harus melibatkan semua pihak,” tegas Wakapolri. Ia juga menekankan prinsip penanganan yang menempatkan korban sebagai subjek perlindungan, bukan untuk disalahkan.

Bedah buku dilakukan langsung oleh para penanggap ahli dan akademisi nasional, yaitu Poengky Indarty, Komjen Pol. Dr. Dwiyono, Prof. Dr. Nurini Aprilianda, Prof. Hj. Sri Endah Wahyuningsih, Prof. Dr. Ani Purwanti, dan Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa. Para penanggap menilai buku ini relevan sebagai rujukan akademis sekaligus panduan praktis kebijakan karena memotret langsung praktik penanganan TPPO di lapangan.

Wakapolri berharap buku ini dapat dibaca luas oleh masyarakat sebagai sarana edukasi dan kewaspadaan bersama. Dengan memahami pola, risiko, dan upaya penanganan TPPO yang dilakukan Polri bersama kementerian/lembaga, masyarakat diharapkan turut berperan aktif mencegah kejahatan perdagangan orang, khususnya terhadap perempuan dan anak, di era digital yang terus berubah.

Continue Reading

TNI / Polri

Transformasi Digital Korlantas: ETLE Drone Kini Pantau dan Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Jakarta, – Korlantas Polri terus mengembangkan transformasi digital di bidang penegakan hukum dengan pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berbasis drone sebagai bagian dari revolusi udara dalam pemantauan dan penegakan hukum lalu lintas.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menjelaskan bahwa saat ini Korlantas Polri telah memiliki berbagai jenis ETLE, mulai dari ETLE statis, ETLE handheld, hingga ETLE drone.

“ETLE drone itu bagian daripada revolusi (penegakkan hukum lalu lintas melalui) udara. Ruang hampa yang kita transformasi menjadi ruang strategis nasional untuk bisa memantau kondisi lalu lintas, termasuk juga penegakan hukum,” ujar Kakorlantas pada (21/1/2026).

Menurutnya pengembangan ETLE drone menjadi bagian dari transformasi digital Korlantas Polri dalam mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi digital, masyarakat diharapkan semakin patuh saat berekendara.

“Ini bagian daripada semangat kita untuk merubah bagaimana revolusi (penegakkan hukum lalu lintas melalui) udara melalui transformasi digital. Ini tentunya nanti akan membuat masyarakat patuh berlalu lintas, taat dengan dirinya sendiri karena dipantau dengan alat-alat digital,” jelas Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Korlantas Polri juga menerima kunjungan dari Kepolisian Hong Kong serta Komisi III DPR RI. Kunjungan ini menjadi momentum diskusi dan benchmarking terkait pengembangan sistem penegakan hukum berbasis teknologi informasi.

“Hari ini kami senang dan bangga karena Polisi Hong Kong hadir untuk berdiskusi dan benchmarking ke Indonesia. Kami juga mendapat kunjungan dari Komisi III,” terangnya.

Terakhir, ia menambahkan penerapan ETLE drone masih dalam tahap uji coba, sistem tersebut telah mampu menjalankan proses penegakan hukum secara terintegrasi. Mulai dari menangkap pelanggaran, melakukan konfirmasi, hingga mengirimkan notifikasi kepada pelanggar.

“Walaupun masih uji coba, proses penegakan hukum melalui drone sudah bisa mengeksekusi dari mengcapture, mengonfirmasi, dan bahkan mengirim ke pelanggar. Pelanggar mengakui kesalahannya dan sudah mau membayar menggunakan BRIVA BRI,” tutup Kakorlantas.

Continue Reading

TNI / Polri

Wisuda 380 Perwira Remaja, Kasad: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir

Published

on

By

JAKARTA,  — Gelar akademis bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk pengabdian yang lebih luas, dan berdampak bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negara di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman yang diiringi kemajuan teknologi digital dan siber.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat memimpin Wisuda 380 Perwira Remaja Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun Akademik 2025 Program 3 Tahun di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Selasa (20/1/2026).

Di momen tersebut, sebanyak 380 Perwira Remaja secara resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han). Mereka berasal dari lima program studi, yakni Manajemen Pertahanan, Administrasi Pertahanan, Teknik Mesin Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, dan Teknik Sipil Pertahanan, dengan capaian akademik terbaik di masing-masing program studi.

Kasad mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas capaian yang diraih selama menempuh pendidikan di Akademi Militer. “Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, refleksi kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi selama mengikuti pendidikan di Akademi Militer,” tuturnya.

Kasad menjelaskan bahwa pendidikan berorientasi terapan merupakan langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam menyiapkan perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga unggul secara intelektual serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya meyakini, lulusan Sarjana Terapan Pertahanan Angkatan ke-16 ini akan menjadi motor penggerak perubahan di tubuh TNI Angkatan Darat. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah perwira yang mampu memberi warna dan dampak positif dalam setiap penugasan,” tegas Kasad.

Menutup sambutannya, Kasad berpesan agar para perwira muda terus memelihara semangat belajar melalui pendidikan formal maupun pengalaman empiris di lapangan, dengan tetap memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara. *(Dispenad)*

Continue Reading

Trending