Connect with us

Metro

Pengurangan Masa Pidana, Karutan Jakarta Pusat Serahkan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri Kepada WBP

Published

on

Jakarta – Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana yang diberikan kepada Narapidana yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif sebagaimana telah diatur dalam UU No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan serta Kepres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 21 tahun 2013 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat yang telah diperbaharui dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 03 tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.09.HN.02.01 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi, dan Surat Edaran Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-04.PK.01.05.06 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Isi Penghuni Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Pusat seluruhnya per tanggal 02 Mei 2022 berjumlah 3.210 Orang dengan Jumlah Narapidana sebanyak 1.394 Orang dan Tahanan sebanyak 1.816 Orang.

Sedangkan yang memenuhi syarat untuk diusulkan mendapatkan Remisi Khusus Idul Fitri sebanyak 938 orang, sehingga jumlah prosentase narapidana yang menerima remisi sebanyak 67% ini diharapkan sebagai stimulus bagi WBP untuk berkelakuan baik dan berperan aktif dalam program pembinaan yang diselenggarakan oleh Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Pusat. Adapun perolehan remisi dengan rincian sebagai berikut: RK I sebanyak 925 orang dan RK II sebanyak 9 orang, jadi total keseluruhan sebanyak 934 orang mendapatkan remisi.

“Remisi merupakan hak warga binaan, dengan adanya pemberian remisi di Hari Raya Idul Fitri ini semoga sedikit memberi kelegaan bagi mereka yang mendapatkan pengurangan masa pidana. Selain itu, ada juga yang mendapatkan Remisi dan langsung bebas yang disebut RK II yakni sebanyak 9 orang dan akan langsung bebas pada hari ini”, tegas Fonika Karutan Jakarta Pusat.

Karutan juga memerintahkan kepada Seksi Pelayanan Tahanan untuk menginformasikan kepada warga binaan besaran remisi yang didapatkan baik yang sudah mendapatkan remisi maupun belum. Warga Binaan yang belum mendapatkan remisi akan segera diusulkan melalui Remisi Keterlambatan Administrasi.

“Remisi diberikan untuk warga binaan yang memenuhi syarat baik substantif maupun administratif. Bagi yang belum akan segera kami usulkan dengan catatan sudah memenuhi syarat”, ungkap Gaffar Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Jakarta Pusat.

Pemberian Remisi Hari Raya Idul Fitri di Rutan Kelas I Jakarta Pusat, dibacakan dan diberikan secara simbolis setelah pelaksanaan Sholat Idul Fitri bersama. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri sekaligus penyerahan remisi kepada warga binaan berjalan dengan tertib dan aman.

Continue Reading

Metro

Imlek Jembatan Persaudaraan : Harmoni Budaya dan Iman Satukan Generasi Muda Menyambut Ramadan

Published

on

By

Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Merayakan Harmony Suci dan Festival Bakso yang di selenggarakan oleh ANSOR PTSMI, GOBI, dan PAGAR NUSA      tempat di Gedung Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Senin (17/02/2026).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah Addin Jauharudin dalam sambutannya mengatakan Perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung penuh makna dalam balutan kebersamaan lintas budaya dan lintas iman, menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya harmoni di tengah keberagaman bangsa.

Kegiatan yang diinisiasi oleh kader muda Gerakan Pemuda Ansor bersama elemen masyarakat ini tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan menjelang bulan suci Ramadan.
Dalam suasana meriah dengan lampion yang menghiasi lokasi acara, pesan kebangsaan disampaikan bahwa Indonesia dibangun bukan oleh keseragaman, melainkan oleh keberanian untuk hidup berdampingan.

Perayaan Imlek dipandang sebagai milik bersama kemanusiaan, bukan hanya satu komunitas tertentu, sehingga menjadi simbol bahwa cahaya tradisi dan cahaya iman dapat berjalan beriringan tanpa saling meredupkan.

Berbagai pertunjukan seni turut memeriahkan kegiatan, mulai dari barongsai hingga hadroh yang tampil dalam satu panggung. Kolaborasi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan untuk menciptakan harmoni.

Penampilan seni bela diri juga menghadirkan pendekar taichi bersama pesilat dari Pagar Nusa yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, menunjukkan bahwa keseimbangan dan persatuan menjadi nilai utama dalam menjaga bangsa.

Selain pertunjukan budaya, acara turut menghadirkan kegiatan stand-up comedy bertema kebangsaan yang mengajak masyarakat untuk tertawa bersama.

Pesan sederhana namun kuat disampaikan bahwa bangsa yang mampu tertawa bersama adalah bangsa yang masih memiliki hati yang sehat dan persaudaraan yang utuh.

Festival kuliner yang menghadirkan beragam olahan bakso juga menjadi simbol akulturasi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Beragam rasa yang menyatu dalam satu hidangan mencerminkan filosofi Indonesia: berbeda bentuk namun tetap satu kehangatan.

Diskusi ringan bertajuk “Imlek Jembatan Persaudaraan” menjadi ruang dialog untuk membangun pemahaman dan mengikis prasangka di tengah masyarakat.

Generasi muda diajak menentukan arah masa depan bangsa: apakah menjadi tembok yang memisahkan atau taman yang mempertemukan. Ansor menegaskan pilihan untuk menjadi taman, tempat tradisi tumbuh berdampingan dan kemanusiaan menjadi bahasa utama sebelum identitas disebutkan.

Dalam pesan penutup, disampaikan harapan agar perayaan ini menjadi saksi bahwa generasi muda Indonesia memilih jalan harmoni, menjaga kemanusiaan, serta merawat persaudaraan dengan keberanian yang lembut.

Momentum Imlek juga diharapkan menjadi penguat semangat menyambut Ramadan dengan hati yang lapang.

“Selamat Tahun Baru Imlek, Gong Xi Fa Cai. Semoga semangat keberanian, optimisme, dan persaudaraan terus menguat dalam perjalanan bangsa,” tutup nya

Continue Reading

Metro

Plantas Restaurant Hadirkan “Plantas Selera Ramadan”, Iftar Buffet Nusantara All You Can Eat di Moritz Hotel RSAB Harapan Kita

Published

on

By

Jakarta – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Plantas Restaurant menghadirkan promo spesial bertajuk “Plantas Selera Ramadan”, sebuah pengalaman berbuka puasa dengan konsep Iftar Buffet All You Can Eat yang mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Berlokasi di Moritz Hotel RSAB Harapan Kita, promo ini mengusung tema masakan khas Nusantara dengan sajian autentik dari berbagai penjuru Tanah Air. Tamu dapat menikmati ragam hidangan khas Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, mulai dari aneka takjil tradisional, hidangan pembuka, menu utama bercita rasa daerah, hingga pilihan dessert Nusantara yang menggugah selera

Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang lengkap, hangat, dan berkesan. Suasana Ramadan semakin terasa melalui dekorasi khas yang menghiasi area hotel dan restoran. Ornamen bernuansa Islami, pencahayaan hangat, serta atmosfer yang nyaman menciptakan momen kebersamaan yang istimewa bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Promo “Plantas Selera Ramadan” ditawarkan dengan harga spesial Rp140.000 nett per pax. Bagi tamu yang melakukan reservasi grup, tersedia harga khusus Rp135.000 nett per pax dengan minimum pemesanan 10 orang. Penawaran ini menjadikan Plantas Restaurant pilihan ideal untuk acara buka puasa bersama perusahaan, komunitas, maupun keluarga besar.

Tak hanya itu, Moritz Hotel RSAB Harapan Kita juga menghadirkan paket kamar spesial bertajuk “Harmony Ramadan” dengan harga Rp675.000 nett per malam, termasuk paket Iftar untuk 2 pax. Paket ini dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang nyaman sekaligus menikmati sajian berbuka puasa khas Nusantara dalam satu paket lengkap selama bulan Ramadan.

Sebagai bagian dari kemeriahan Ramadan, Moritz Hotel RSAB Harapan Kita juga menghadirkan voucher giveaway Iftar bagi para tamu dan pengikut setia. Informasi lebih lanjut mengenai program giveaway akan diumumkan melalui akun Instagram resmi @moritzhotelrsabhk pada periode 19 Februari 2026 hingga 19 Maret 2026.

Untuk informasi dan reservasi, tamu dapat menghubungi Moritz Hotel RSAB Harapan Kita melalui Instagram resmi @moritzhotelrsabhk, WhatsApp di +62 811 9745 679, atau mengunjungi website resmi www.moritzhotels.com.

Dengan konsep kuliner Nusantara yang autentik dan suasana Ramadan yang hangat, “Plantas Selera Ramadan” siap menjadi destinasi berbuka puasa pilihan di Jakarta tahun ini.

Continue Reading

Metro

Raden Dewi Setiani Bupati Pandeglang : Berhasil Tunjukkan Kinerja Terbaik Dorong Inovasi Transparansi Perkuat Sinergi Antara Pemerintah Desa dan Masyaraka

Published

on

By

Jakarta – Pandeglang Raih Penghargaan APDESI, Tegaskan Desa sebagai Fondasi Pembangunan Nasional Pandeglang Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang menegaskan komitmennya menjadikan desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam sebuah agenda nasional yang dihadiri jajaran kementerian dan para pemangku kepentingan desa, sekaligus menjadi momentum penganugerahan penghargaan kepada Kabupaten Pandeglang atas kontribusinya dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa dan percepatan pembangunan desa.

Penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) itu menjadi sorotan utama dalam agenda tersebut.

Kabupaten Pandeglang dinilai berhasil menunjukkan kinerja terbaik dalam mendorong inovasi, transparansi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Koordinator Pangan, Bapak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Bapak Menteri Dalam Negeri yang pada kesempatan ini diwakili oleh Bapak Sekretaris Jenderal Bapak Tomsi, serta seluruh jajaran Kementerian Desa,” ujar Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani.

Menurut Bupati Dewi, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol seremonial, melainkan pengakuan atas kerja keras dan dedikasi para kepala desa beserta perangkatnya dalam membangun desa secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Jika desa kuat, insya Allah Indonesia akan kuat. Jika desa mandiri, kesejahteraan masyarakat desa dapat benar-benar terwujud,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, hingga percepatan transformasi digital desa. Karena itu, kolaborasi erat antara pemerintah desa, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama.

Pemkab Pandeglang berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh desa untuk terus bergerak maju,

Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Para kepala desa diharapkan tetap menjadi pemimpin yang inovatif, berintegritas, dan terbuka terhadap kolaborasi demi terwujudnya desa yang mandiri, kuat, dan sejahtera.

Continue Reading

Trending