Connect with us

TNI / Polri

Seluruh Masyarakat Jombang Siap Sukseskan Acara Pembukaan Liga Santri 2022

Published

on

JAKARTA, – Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menegaskan bahwa Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Jombang siap menyukseskan pembukaan Liga Santri Piala Kasad tahun 2022 yang akan digelar di Stadion Merdeka Jombang mulai 20 Juni 2022 mendatang.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersyukur kehadirat Allah SWT, dan dengan program-program yang telah disiapkan oleh panitia, insya Allah Pemerintah Kabupaten Jombang siap untuk mengerahkan masyarakat, para pelajar dan santri pada pembukaan Liga Santri 20 Juni mendatang,” kata Bupati Jombang saat acara Silahturahmi Kasad dengan Forkopimda, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Jombang di Pedopo Kabupaten Jombang. Jumat, (20/5/2022).

“Dengan ridho Allah, mudah-mudahan kegiatan pembukaan dan pelaksanaan Liga Santri di Jombang nantinya dapat berjalan lancar,” lanjutnya.

Lebih lanjut Bupati Jombang menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang yang dikenal dengan Kota Santri ini memiliki kurang lebih 200 Pondok Pesantren dengan jumlah santri sebanyak 70.000 Santri. Untuk itu, atas nama Pemerintah dan masyarakat Jombang mengucapkan terima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., yang memilih Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah pembukaan Liga Santri Piala Kasad.

“Juga terima kasih dari pengurus Pondok Pesantren di Jombang atas perhatian luar biasa TNI AD kepada Pondok Pesantren, mudah-mudahan semakin banyak santri-santri dari Jombang yang bergabung dengan TNI AD,” ucapnya.

Bupati Jombang juga memberikan apresiasi kepada TNI yang telah bersinergi dengan Polri dan masyarakat serta selalu mendukung program Pemerintah Kabupaten Jombang, terutama dalam penanganan Covid-19 sehingga Kabupaten Jombang sampai saat ini mencatatkan nol kasus Covid-19.

Sementara itu, Kasad menyampaikan bahwa Liga Santri Piala Kasad ini merupakan perwujudan, bakti, dan sumbangsih TNI AD kepada para santri dan lintas agama serta masyarakat Indonesia dengan harapan dapat menghadirkan bibit-bibit unggul pesepakbola dari kalangan santri, seperti Evan Dimas yang merupakan santri dan menjadi pemain sepakbola nasional.

“Dan tempat ini (Jombang) saya pilih menjadi tuan rumah pembukaan Liga Santri, karena merupakan Pusat Santri dengan jumlah santri puluhan ribu orang, sehingga strategis dalam memeriahkan dan menyukseskan kegiatan ini, serta harapan ke depan Jombang menjadi tempat idola para santri yang akan melahirkan para penerus bangsa yang kuat dan unggul,” ucap Kasad.

Kasad juga menyampaikan beberapa program-program TNI AD lainnya yang juga merupakan wujud kecintaan terhadap para santri dan wujud kehadiran TNI AD dalam menjadi solusi mengatasi kesulitan masyarakat, seperti penerimaan prajurit TNI AD dari Santri dan Lintas Agama, MTQ Nasional TNI AD yang diikuti oleh prajurit dan masyarakat sipil, TNI AD Manunggal Air Bersih serta Pompa Hidran, dan lain-lain.

“Setelah Liga Santri, TNI AD juga akan melaksanakan program Santri Mandiri di mana dalam program ini para santri akan diajarkan dan dilatihkan berbagai keterampilan sehingga menjadi bekal dalam mendukung kemandirian para santri di tengah-tengah masyarakat nantinya,” ujar Kasad.

Kasad juga mengucapkan terima kasih kepada semua komponen bangsa yang telah mendukung dan bekerja sama dengan TNI AD selama ini untuk membantu menyukseskan program pembangunan pemerintah sehingga diharapkan Indonesia menjadi negara yang maju dan kuat.

Dalam kegiatan ini, Kasad didampingi oleh Aster dan Asrena Kasad, Pangdam V/Brawijaya, Kasdam V/Brawijaya, Kadispenad, para asisten dan para Kabalakdam V/Brawijaya, Danrem 082/CPYJ, Danbrig 16/Wira Yudha, serta dihadiri Forkopimda Kabupaten Jombang, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Pengurus Pondok Pesantren di Kabupaten Jombang. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Utara Promosikan UMKM Unggulan di Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Tenun Tidore Siap Tembus Pasar Global

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Maluku Utara (Malut) mempromosikan berbagai produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam ajang Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara yang digelar di Jakarta. Beragam produk khas daerah, mulai dari kuliner tradisional, Tenun Tidore yang telah menembus pasar internasional, hingga perhiasan batu Bacan, menjadi daya tarik pengunjung.

Ketua Badan Usaha Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Maluku Utara, Ny. Yuni Heru, mengatakan keikutsertaan Bhayangkari Maluku Utara dalam bazar tersebut merupakan upaya memperluas promosi sekaligus membuka akses pasar bagi produk-produk UMKM daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Rabu (22/7/2026)

“Harapannya semoga UMKM, terutama UMKM Bhayangkari, bisa lebih maju lagi dan bisa mendunia,” ujar Yuni Heru di sela kegiatan pameran.

Menurutnya, Maluku Utara memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang menjadi potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui pameran ini, Bhayangkari ingin memperkenalkan keunikan produk lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM binaan.

Stan Bhayangkari Maluku Utara menampilkan beragam produk kuliner khas berbahan baku lokal. Di antaranya kerupuk amplang berbahan ikan tuna, keripik pisang Mulu Bebek yang merupakan varietas pisang khas Maluku Utara, aneka olahan kacang kenari seperti halua dan cokelat kenari, hingga minuman berbahan buah pala yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Selain produk kuliner, pengunjung juga disuguhkan berbagai produk fesyen dan kriya khas Maluku Utara. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kain Tenun Tidore yang dikenal memiliki motif khas dan kualitas tinggi.

Ketua Bhayangkari Cabang Halmahera Selatan, Ny. Andromeda Pradesta Sakti, mengungkapkan Tenun Tidore telah berhasil menembus pasar internasional dan menjadi salah satu produk unggulan kebanggaan Maluku Utara.
“Untuk produk yang sudah diekspor itu Tenun Tidore. Produk ini sudah go international,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, keindahan Tenun Tidore juga akan ditampilkan dalam peragaan busana yang diperagakan Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku Utara.

Tak hanya itu, stan Maluku Utara juga menghadirkan perhiasan Cincin Bacan yang telah lama dikenal sebagai ikon daerah serta kerajinan Besi Putih khas Kabupaten Pulau Morotai yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi.

Keikutsertaan Bhayangkari Maluku Utara dalam Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk UMKM, serta memperkuat eksistensi produk lokal Maluku Utara di pasar nasional hingga internasional. Ajang ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatif Maluku Utara kepada masyarakat luas.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Lampung Promosikan Tapis dan Produk UMKM Khas Bumi Ruwa Jurai di Pameran Kreasi Bhayangkari Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Lampung menampilkan beragam produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khas Lampung dalam ajang Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Mengusung tema Siger sebagai simbol kebanggaan budaya Lampung, booth Bhayangkari Lampung menyuguhkan aneka kerajinan tradisional hingga kuliner khas yang berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Ketua Seksi Ekonomi PD Bhayangkari Lampung, Ny. Andria Boby, mengatakan tema Siger dipilih untuk memperkenalkan identitas budaya Lampung melalui berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai seni dan kearifan lokal.

“Tahun ini kami mengangkat tema Siger. Kami membawa kain Tapis dengan motif Siger, tas celugam khas Pesisir Barat, sulam usus, serta berbagai produk kerajinan lainnya yang menjadi kebanggaan Lampung,” ujar Andria di sela-sela pameran.

Salah satu produk yang menjadi daya tarik utama adalah kain Tapis tradisional hasil tenun manual dari perajin Lampung Selatan. Proses pembuatannya yang rumit dan membutuhkan ketelitian tinggi membuat kain tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dengan harga mulai dari jutaan rupiah hingga mencapai Rp25 juta per lembar.

“Harga Tapis paling mahal sekitar Rp25 juta. Perbedaannya terlihat dari jenis benang yang digunakan. Tapis premium menggunakan benang berwarna cokelat dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan yang lebih terjangkau menggunakan benang emas kuning,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan satu lembar kain Tapis dapat memakan waktu antara tiga bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat kerumitan motif yang dipesan.
“Kalau motifnya sederhana bisa selesai dalam beberapa bulan. Namun untuk motif yang padat dan detail, pengerjaannya bisa sampai tahunan sesuai permintaan,” katanya.

Pada pameran kali ini, PD Bhayangkari Lampung melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan dari berbagai Pengurus Cabang (PC) Bhayangkari di seluruh wilayah Lampung. Selain produk fesyen dan kerajinan, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas seperti keripik pisang, klenting, dan kopi Lampung yang menjadi favorit masyarakat.

Tak hanya mempertahankan warisan budaya, Bhayangkari Lampung juga menghadirkan inovasi melalui pengembangan kain Tapis dengan desain modern yang memadukan motif tradisional dan material benang wol, sehingga tampil lebih variatif dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Andria, inovasi tersebut merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kain Tapis agar tetap diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap keikutsertaan dalam Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari mampu memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para pelaku UMKM daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin bangga mengenakan kain Tapis, baik untuk acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Kini Tapis hadir dalam berbagai model yang lebih modern sehingga bisa digunakan oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa. Semoga melalui pameran ini produk-produk UMKM Lampung semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” tutup Andria.

Continue Reading

TNI / Polri

Bhayangkari Maluku Pamerkan Mutiara Laut hingga Minyak Kayu Putih di Kreasi Bhayangkari

Published

on

By

Jakarta – Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku membawa berbagai produk unggulan khas Maluku dalam ajang Pasar Murah dan Pameran UMKM Kreasi Bhayangkari di Jakarta. Produk yang dipamerkan mulai dari mutiara laut, minyak kayu putih, tenun khas Maluku, hingga aneka kuliner tradisional.

Ketua Pengurus Daerah Bhayangkari Maluku, Vitri Dadang Hartanto, mengatakan seluruh produk yang ditampilkan merupakan hasil karya UMKM binaan dari 11 cabang Bhayangkari atau Polres di wilayah Maluku.

“UMKM yang dilibatkan berasal dari seluruh daerah di Maluku. Kami memiliki 11 cabang Bhayangkari di tingkat Polres dan semuanya membawa produk unggulan masing-masing,” kata Vitri di lokasi pameran, Senin (21/7/2026).

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya Maluku menjadi kekuatan utama produk-produk yang dipamerkan. Beberapa di antaranya adalah tenun khas Maluku, mutiara laut, sukun olahan, makanan berbahan kenari, nastar premium, hingga minyak kayu putih asal Pulau Buru.

“Perairan Maluku sangat luas sehingga menghasilkan mutiara dengan kualitas yang sangat baik dan sudah terkenal. Kami juga membawa minyak kayu putih dari Pulau Buru yang menjadi salah satu produk unggulan Maluku,” ujarnya.

Vitri mengungkapkan, mutu produk UMKM Maluku telah diakui hingga pasar internasional. Salah satu produk yang telah berhasil menembus pasar ekspor adalah mutiara laut karena dinilai memiliki kualitas tinggi.

Ia berharap penyelenggaraan Kreasi Bhayangkari dapat terus menjadi ruang promosi bagi UMKM daerah sekaligus memperluas akses pasar produk lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Selain membantu memasarkan produk UMKM, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.

Continue Reading

Trending