Connect with us

Metro

FP NTT Gelar Halal Bi Halal dan Santunan Anak Yatim

Published

on

Jakarta – Bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR), Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, nampak Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) Se- Jabodetabek menggelar acara halal bihalal dan santunan anak yatim piatu pada Kamis 26 Mei 2022.

Ketua Panitia Halal bihalal dan Santunan Yatim Piatu FP NTT, Gregorius Upi Dheo mengatakan, adanya kegiatan acara ini merupakan salah satu program kegiatan dari Forum Pemuda NTT. Ini adalah Program rutin yang didukung oleh Pemerintah Provinsi NTT lewat Kepala Badan Penghubung di Jakarta dan juga Diesel One.

Gregorius menjelaskan, bahwa untuk kegiatan Halalbihalal, panitia penyelenggara hampir semuanya non-muslim. Pasalnya, FP NTT ingin memberi kesempatan kepada sesama saudara muslim untuk merayakan Idulfitri sebagaimana kebiasaan di NTT.

“Panitianya, semua ini 99% adalah non-muslim. Tujuannya memberikan kesempatan kepada teman-teman muslim merayakan hari lebaran, merayakan Idulfitri bersama keluarga. Kemudian kami dari agama lainnya, kami menyukseskan kegiatan ini,” ujar Gregorius.

Ditemui media, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menungkapkan, Dirinya mengapresiasi inisiatif FP NTT yang terus menebarkan nilai persaudaraan. Persaudaraan dan toleransi merupakan kekuatan bangsa Indonesia dan saat ini nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk terus dijaga demi keutuhan bangsa.

“Saya merasa bangga dengan anak NTT se-Jabodetabek yang melakukan acara halal bihalal ini dan santunan yatim piatu yang tidak membedakan agama, suku, ras. Saya merasa bangga karena panitianya bukan dari muslim tetapi panitianya adalah orang NTT, tidak membeda-bedakan agama,” ujarnya dalam wawancara media.

Lebih lanjut Josef mengutarakan, bahwa persaudaraan dan toleransi ialah salah satu kekhasan masyarakat NTT. Sudah sejak lama NTT menjadi potret toleransi bangsa. Meski berbeda agama, suku dan ras, namun masyarakat NTT tetap hidup berdampingan sebagai saudara.

“Hal itu ada dalam ungkapan yang selalu ditanamkan dari generasi ke generasi masyarakat NTT, yakni ‘katong semua basodara’ atau kita semua bersaudara. Itulah ciri khas dari NTT sudah dijuluki sebagai Nusa Terindah Toleransi-nya,” kata Josef.

Sementara itu, ditempat yang sama Fridrik Makanlehi,ST,.M. sc dipanggil Fritz Alor Bor selaku Sekretaris Panitia mengatakan, bahwa hari ini adalah momen dimana kami dari DPP FP NTT menggelar Halalbihalal dan santunan yatim piatu melibatkan 540 anak penerima santunan sebagai wujud kepedulian kami terhadap sesama umat antar agama.

“Kegiatan ini yang dihadiri oleh sekitar Seribuan Warga NTT kami undang untuk mempererat, memperkuat toleransi antar agama, suku serta membangunan silahturahmi persaudaraan pemuda-pemudi NTT Jabodetabek maupun sesama anak bangsa,” ujar Fridrik Makanlehi, ST, M.Sc dipanggil Fritz Alor Bor selaku Sekretaris Panitia Halal Bi Halal dan santunan anak yatim – piatu (540) anak dan juga Ketua OKK DPP Forum Pemuda NTT.

Hadir dalam acara tersebut, Penasehat Forum Pemuda NTT sekaligus CEO Diesel One Group Dicky Yohanes, Corporate Secretary Diesel One Group Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan sejumlah tokoh besar lainnya.

Continue Reading

Metro

Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren di Kediaman Habib Nuha Assegaf ( Taman Syurga Ngramang ), Ikhtiar Nyata Membangun Generasi Qur’ani

Published

on

By

Kulon Progo, 26 April 2026 karyapost.com  – Suasana penuh khidmat dan keberkahan menyelimuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren yang dilaksanakan di kediaman Habib Nuha Assegaf, beralamat di Pedukuhan Ngramang RT 20, RW 10, Ngramang, Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad, 26 April 2026.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal berdirinya lembaga pendidikan Islam yang diharapkan mampu mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam mengamalkan ajaran agama. Acara dihadiri oleh para tokoh agama, masyarakat, serta jamaah yang antusias menyambut hadirnya pondok pesantren sebagai pusat pembinaan umat.

Prosesi peletakan batu pertama secara langsung dilaksanakan oleh Gus Ahmad Kafabihi Mahrus ( Lirboyo Kediri ), yang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pesan penting tentang keutamaan menuntut ilmu dan peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pondok pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa “Pesantren adalah benteng moral umat maka dari sinilah lahir para penjaga agama, yang tidak hanya alim dalam ilmu, tetapi juga luhur dalam akhlak,” demikian pesan yang disampaikan.

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya perjuangan besar yang dilandasi keikhlasan dan semangat kebersamaan.

Diharapkan, pembangunan pondok pesantren ini berjalan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat sekitar, serta menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang mampu menerangi umat dengan ilmu dan keteladanan.

Momentum ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung dan mendoakan, karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, merupakan bagian dari amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan dalam setiap proses pembangunan ini, dan menjadikannya sebagai ladang kebaikan yang terus hidup hingga generasi mendatang.

Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Peletakan Batu Pertama Pondok Pesantren di Kediaman Habib Nuha Assegaf ( Taman Syurga Ngramang ), Ikhtiar Nyata Membangun Generasi Qur’ani

Published

on

By

Kulon Progo, 26 April 2026 karyapost.com  – Suasana penuh khidmat dan keberkahan menyelimuti prosesi peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren yang dilaksanakan di kediaman Habib Nuha Assegaf, beralamat di Pedukuhan Ngramang RT 20, RW 10, Ngramang, Kedungsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Ahad, 26 April 2026.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal berdirinya lembaga pendidikan Islam yang diharapkan mampu mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, serta istiqamah dalam mengamalkan ajaran agama. Acara dihadiri oleh para tokoh agama, masyarakat, serta jamaah yang antusias menyambut hadirnya pondok pesantren sebagai pusat pembinaan umat.

Prosesi peletakan batu pertama secara langsung dilaksanakan oleh Gus Ahmad Kafabihi Mahrus ( Lirboyo Kediri ), yang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan pesan penting tentang keutamaan menuntut ilmu dan peran pesantren dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pondok pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter dan akhlak generasi penerus bangsa “Pesantren adalah benteng moral umat maka dari sinilah lahir para penjaga agama, yang tidak hanya alim dalam ilmu, tetapi juga luhur dalam akhlak,” demikian pesan yang disampaikan.

Peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya perjuangan besar yang dilandasi keikhlasan dan semangat kebersamaan.

Diharapkan, pembangunan pondok pesantren ini berjalan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat sekitar, serta menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang mampu menerangi umat dengan ilmu dan keteladanan.

Momentum ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung dan mendoakan, karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, merupakan bagian dari amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan dalam setiap proses pembangunan ini, dan menjadikannya sebagai ladang kebaikan yang terus hidup hingga generasi mendatang.

Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Festival Walet Emas 2026, IWAKK Dorong Perempuan Berdaya dan Penguatan Ekonomi Warga Kebumen

Published

on

By

JAKARTA – Ikatan Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas kembali menggelar Festival Walet Emas Tahun 2026 dalam rangka Halal Bihalal sekaligus memperingati Hari Kartini.

Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju” dan dihadiri oleh warga perantauan asal Kabupaten Kebumen serta berbagai tokoh masyarakat.
Ketua Umum IWAKK, Mayjen (Purn.) Ibnu Darmawan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi warga Kebumen di perantauan yang terus menjaga kebersamaan dan kekompakan.

“Selama lima tahun berturut-turut, kegiatan ini selalu dihadiri oleh banyak warga asal Kabupaten Kebumen. Ini menunjukkan bahwa masyarakat perantauan tetap memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah asal,” ujarnya.Minggu (27/4/2026)

Ia menambahkan, semangat warga Kebumen sejalan dengan filosofi “migunani” atau bermanfaat, baik bagi daerah asal maupun lingkungan tempat tinggal saat ini.
Menurutnya, keberadaan IWAKK Walet Emas menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus berkontribusi positif bagi pembangunan.

Ibnu Darmawan juga menjelaskan bahwa IWAKK Walet Emas telah berjalan selama lima tahun masa kepengurusan. Ia membuka kesempatan bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan kepemimpinan melalui mekanisme musyawarah mufakat, tanpa perlu melalui proses pemilihan yang kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti sejumlah program pemerintah pusat yang dinilai membuka peluang besar bagi masyarakat daerah, khususnya Kabupaten Kebumen. Salah satunya adalah program penyediaan makan bergizi gratis yang menyasar ratusan ribu penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, hingga anak jalanan.

“Program ini membutuhkan dukungan semua pihak. Ini juga menjadi peluang usaha karena melibatkan berbagai komoditas pangan yang terus meningkat kebutuhannya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Ia berharap, masyarakat Kebumen dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi arus urbanisasi.

Melalui Festival Walet Emas 2026 ini, IWAKK berharap semangat kebersamaan, pemberdayaan perempuan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional dapat terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.

Continue Reading

Trending