Connect with us

Metro

Alfatekelits Gelar Acara “Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)” Tema “Penguatan Nilai TKDN Terhadap Pembangunan Kapal di Indonesia”

Published

on

Jakarta – Pembangunan kapal di sektor industri maritim juga harus berperan secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia. Peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di dalam produk industri perkapalan di Indonesia harus secara berkesinambungan dapat ditingkatkan.

“Sehingga dapat membantu perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja produktif bangsa,” papar Gigih Retnowati, Ketua Umum Ikatan Alumni FTK ITS dalam sambutannya membuka FGD TKDN,di ruang Garuda Kemenperin, Gatot Subroto, Jakarta. Rabu (24/5/2023)

Retnowati menjelaskan, Dengan dasar pemikiran tersebut di atas, Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Alfatekelits) menyelenggarakan acara “Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)” dengan tema “Penguatan Nilai TKDN Terhadap Pembangunan Kapal di Indonesia”.

Kegiatan diskusi ini juga sebagai bagian perwujudan visi ALFATEKELITS untuk menjadi yang terdepan sebagai wadah dinamika dan aktifitas alumni Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) untuk meningkatkan peran ITS di dalam pembangunan maritim di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini pula, pengurus wilayah Jabodetabek Alfatekelits berusaha untuk melaksanakan amanat 7 (tujuh) prinsip dasar program kerja yang lebih terkenal dengan sebutan SAPTA ANDHIKA SABDA SAMUDRA,” ungkapnya.

Retnowati menjelaskan, sebagaimana di ketahui bahwa SAPTA ANDIKA SABDA SAMUDRA terdiri dari tujuh prinsip dasar program kerja sebagai penterjemahan visi dan misi organisasi ini.

“Tujuh prinsip program kerja tersebut adalah kebersamaan (integralistic), digitalisasi (digitalization), profesionalisasi (professionalism), keselarasan (link and match), pengabdian (social devotion), inkubasi bisnis (business incubation), dan kajian keilmuan (think thank),” sebut Retnowati.

Tugas mulia telah di emban, tidak ada jalan lain untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia selain bersatu padu untuk mewujudkannya.

“Semoga peran serta kita ini tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia dan dapat di kenang oleh generasi penerus kita sebagai sebuah warisan (legacy),” pungkas Gigih Retnowati, Ketua Umum Ikatan Alumni FTK ITS.

Terkait di gagasnya Deklarasi Garuda, Heru Hermawan, Sekjen Ikatan Alumni FKT ITS mengungkapkan, bahwa Deklarasi ini dinamakan Deklarasi Garuda karena dilahirkan di dalam ruangan yang bernama Garuda di Gedung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenparin)

Uraian lengkap Deklarasi Garuda adalah sebagaimana lampiran dalam pernyataan berikut, yakni:

Deklarasi Garuda..!!

Pada hari ini, Rabu, tanggal 24 Mei 2023 bertempat di ruangan rapat Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang bernama GARUDA, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarkan oleh Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan sebuah kesamaan pemahaman yang berisi pokok-pokok pemikiran sebagai berikut :

Bahwa, debagai negara kepulauan yang besar maka Industri Maritim di Indonesia harus menjadi penggerak perekonomian bangsa.

Penguatan ekosistem industri maritim harus selalu diperhatikan melalui usaha-usaha bersama untuk meningkatan kemampuan produk dalam negeri yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan industri maritim.

“Demikian kesamaan pemahaman bersama yang kami deklarasikan dan selanjutnya deklarasi ini kami namakan sebagai DEKLARASI GARUDA dan akan melandasi pola pikir dan pola sikap kami kedepannya secara bersama-sama,” tutup Heru Hermawan, Sekjen Ikatan Alumni FKT ITS.

Continue Reading

Metro

JB Fragrance & Flavor Perkuat Branding di ICI 2026, Bidik Lonjakan Pasar Parfum Lokal

Published

on

By

Jakarta – Industri parfum dan wewangian di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang pesat. Melihat tren tersebut, JB Fragrance & Flavor melakukan langkah rebranding untuk memperkuat eksistensinya di pasar Indonesia melalui ajang Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) 2026.

General Manager Flavor & Fragrance JB Fragrance & Flavor, Deddy Tan, mengatakan partisipasi perusahaan dalam pameran ICI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas baru perusahaan kepada pelaku industri kosmetik dan parfum nasional.

“JB Fragrance & Flavor sendiri sudah berdiri sejak tahun 1950 di India dan sudah 10 tahun hadir di Indonesia di bawah Khemco atau Pancabudi Group. Sekarang kami ingin lebih agresif memperkenalkan brand kami karena industri parfum retail dan inspired perfume sedang berkembang sangat cepat,” ujar Deddy Tan di sela pameran, Kamis (7/5/2026).

Deddy Tan menjelaskan, JB Fragrance & Flavor menghadirkan berbagai solusi aroma untuk beragam kebutuhan industri, mulai dari aromaterapi, dupa, Eau de Parfum (EDP), parfum isi ulang, hingga produk kosmetik dan perawatan tubuh.

Menurutnya, pasar Indonesia memiliki karakteristik aroma yang cukup khas dibanding negara lain. Aroma manis atau sweet masih menjadi favorit konsumen domestik, termasuk tren wewangian bernuansa Timur Tengah yang kini semakin diminati.

“Sekarang tren yang berkembang adalah aroma Timur Tengah yang dimodifikasi dengan sentuhan manis, termasuk aroma-aroma yang terinspirasi dari brand luar negeri,” katanya.

JB Fragrance & Flavor sendiri memiliki ribuan koleksi aroma yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan perkembangan tren global. Melalui ajang ICI 2026, perusahaan tidak hanya menargetkan transaksi bisnis secara langsung, tetapi juga meningkatkan brand awareness di industri fragrance nasional.

Deddy Tan mengungkapkan, partisipasi dalam pameran serupa sebelumnya mampu mendongkrak permintaan produk hingga 20–30 persen. Hal tersebut menjadi alasan perusahaan terus aktif mengikuti pameran industri sebagai strategi memperluas jaringan bisnis dan memperkuat penetrasi pasar di Indonesia.

Selain itu, ia berharap penyelenggaraan ICI ke depan dapat menghadirkan zonasi yang lebih spesifik antara area bahan baku, pengemasan, dan produk jadi agar memudahkan pelaku industri mencari kebutuhan bisnis secara lebih efisien.

Sebagai informasi, JB Fragrance & Flavor merupakan perusahaan produsen fragrance dan flavor asal India yang telah beroperasi lebih dari 70 tahun dan kini terus memperluas pasar Asia Tenggara melalui kemitraan strategis di Indonesia.

Continue Reading

Metro

Gunawan Komut PT Senergi Multi Lestarindo Tbk Berpartisipasi di Ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2026

Published

on

By

Jakarta – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) ikut ambil bagian dalam ajang Indonesian Cosmetics Ingredients (ICI) 2026 dengan menampilkan berbagai inovasi bahan baku untuk industri kosmetik, personal care, hingga fragrance.

Komisaris Utama PT Sinergi Multi Lestarindo, Gunawan, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam pameran tersebut menjadi upaya mempertemukan pelanggan di Indonesia dengan mitra pemasok internasional.

“Kami hadir di sini sebagai distributor khusus bahan baku kimia. Harapannya pelanggan dapat bertemu langsung dengan para pemasok kami untuk mengeksplorasi bahan-bahan terbaik,” ujar Gunawan di sela pameran ICI 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/5/26)

Gunawan menjelaskan, SMLE yang berdiri sejak 2013 kini telah bekerja sama dengan pemasok dari sekitar 17 negara. Mitra tersebut berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan hingga negara-negara Eropa.

Tak hanya fokus pada industri kosmetik, perusahaan juga mengembangkan bisnis di sektor bahan baku makanan dan minuman (food ingredients) serta kimia industri. Saat ini, SMLE disebut telah melayani lebih dari 2.000 pelanggan di seluruh Indonesia dengan skema bisnis business-to-business (B2B).

Meski mencatat pertumbuhan bisnis yang positif, Gunawan mengakui kondisi ekonomi global masih menjadi tantangan bagi industri bahan baku impor. Menurutnya, konflik internasional turut memengaruhi rantai pasok dan biaya operasional perusahaan.

“Kenaikan kurs dolar AS sangat berpengaruh terhadap harga bahan baku impor. Selain itu biaya logistik juga meningkat, ditambah adanya gangguan supply chain di beberapa wilayah konflik,” katanya.

Dalam pameran tersebut, SMLE juga menyoroti tren wewangian yang diprediksi masih diminati pasar sepanjang 2026. Gunawan menyebut aroma woody dan rose masih menjadi favorit konsumen.

Ia menambahkan, produk fragrance asal China saat ini banyak diminati karena menawarkan harga yang kompetitif. Sementara produk asal Eropa tetap memiliki pasar tersendiri, khususnya di segmen menengah ke atas.

Melalui partisipasi di ICI 2026, SMLE berharap dapat terus menghadirkan inovasi bahan baku terbaru bagi industri manufaktur dalam negeri.

“Harapan kami bisa terus memberikan bahan baku dan inovasi terbaik bagi pelanggan agar kualitas produk akhir mereka semakin meningkat,” tutupnya

Continue Reading

Metro

Dicky Heriyana Pimpin PT Multisari Indoprima Hadirkan Stan Produk Wewangian LUZI di Ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI)

Published

on

By

Jakarta — PT Multisari Indoprima, sebagai agen tunggal produk wewangian LUZI di Indonesia, turut ambil bagian dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) dengan menghadirkan stan pameran yang menampilkan berbagai inovasi bahan baku parfum dan fragrance berkualitas tinggi.di Jiexpo Kemayoran jakarta. Rabu (06/5/2026)

Kehadiran perusahaan dalam pameran ini dipimpin langsung oleh General Manager PT Multisari Indoprima, Dicky Heriyana. Partisipasi tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri kosmetik dan wewangian nasional yang terus berkembang pesat.

Dalam pameran ini, PT Multisari Indoprima menampilkan beragam portofolio produk fragrance dari LUZI yang dikenal memiliki standar kualitas internasional. Produk-produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri kosmetik, personal care, hingga produk rumah tangga di Indonesia.

Dicky Heriyana menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang ICI merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan inovasi terbaru serta memperluas jaringan bisnis dengan para pelaku industri kosmetik.

“Melalui keikutsertaan kami di ICI, PT Multisari Indoprima ingin menghadirkan solusi wewangian yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga mampu mengikuti tren pasar dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” ujarnya.

Ajang Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) sendiri menjadi salah satu pameran terbesar di Indonesia yang mempertemukan pelaku industri bahan baku kosmetik, manufaktur, hingga brand kecantikan. Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi dan pertukaran inovasi antar pelaku industri.

Dengan kehadiran di ajang ini, PT Multisari Indoprima berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan bahan baku wewangian, sekaligus berkontribusi dalam mendorong kemajuan industri kosmetik Indonesia.

Continue Reading

Trending