Connect with us

Metro

Peresmian RUMAH UBAN, Rumah Kerja Para Cancer Survivor dan Memberi Peluang Usaha Para Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Published

on

Jakarta – Ide Kreatif Membuka Lapangan Kerja Baru untuk Para Cancer Survivor dari dr.Reno Yonora, SE, SpAn, FIP selaku Founder Rumah Uban dan Bubu Vicky owner Cafe BaRocks sekaligus Cofounder. Bersama DPP GEKRAFS mewujudkan Rumah Uban menjadi salah satu Program Peduli Cancer Survivor, di Cafe BaRocks
Jl. Minangkabau Barat No.22 Setiabudi. Jakarta Selatan.Minggu (20/8/2023)

Rumah Uban ini akan menjadi Protitipe Pertama Rumah Uban, dan akan segera dibuka di berbagai kota di Indonesia. Demi memberi kesempatan Kerja Para Cancer Survivor dan memberi peluang usaha bagi Para Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Continue Reading

Metro

Prof. Hidayat: Lahan Basah Berperan Penting Cegah Banjir dan Jaga Ketersediaan Air

Published

on

By

Jakarta – Pakar sumber daya air Prof. Hidayat menegaskan bahwa ekosistem lahan basah memiliki peran strategis dalam mengurangi potensi banjir di wilayah hilir sekaligus menjaga ketersediaan air pada musim kemarau.

Menurut Prof. Hidayat, selama ini lahan basah masih sering dipandang sebagai kawasan yang tidak produktif atau wasteland. Padahal, kawasan tersebut merupakan tempat penyimpanan air alami yang berfungsi sebagai daerah penyangga bagi wilayah di bagian hilir.

“Selama ini lahan basah sering dianggap sebagai wasteland atau lahan terlantar. Padahal, kawasan tersebut merupakan tempat penyimpanan air yang berfungsi sebagai daerah penyangga bagi wilayah di bagian hilir,” ujar Prof. Hidayat di Jakarta.

Ia menjelaskan, salah satu contoh penting dapat ditemukan di kawasan Mahakam Tengah, Kalimantan Timur, yang memiliki sekitar 30 danau yang saling terhubung. Sistem perairan tersebut berfungsi sebagai ruang tampung alami ketika curah hujan tinggi terjadi di wilayah hulu.

Menurutnya, apabila kawasan lahan basah mengalami kerusakan atau beralih fungsi, maka daerah hilir seperti Tenggarong dan Samarinda akan menghadapi risiko banjir yang lebih besar akibat menurunnya kemampuan alam dalam menahan aliran air.

Selain berperan sebagai pengendali banjir, lahan basah juga menjadi cadangan air alami pada musim kemarau. Air yang tersimpan di kawasan tersebut akan dilepaskan secara bertahap sehingga mampu menjaga debit sungai dan mengurangi risiko kekeringan.

Prof. Hidayat juga mengingatkan pentingnya menjaga seluruh komponen ekosistem perairan. Menurutnya, tumbuhan air seperti eceng gondok yang selama ini kerap dianggap sebagai gulma tetap memiliki fungsi ekologis dalam sistem retensi air apabila populasinya berada dalam kondisi yang seimbang.

“Semua komponen ekosistem memiliki perannya masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana keseimbangan alam itu tetap terjaga,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Hidayat menilai pengelolaan sumber daya air akan menjadi isu yang semakin strategis pada masa mendatang seiring meningkatnya kebutuhan air di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri, hingga perkembangan teknologi.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga bergantung pada ketersediaan air, terutama untuk sistem pendingin pusat data (data center). Oleh karena itu, pelestarian ekosistem lahan basah tidak hanya penting bagi keberlangsungan lingkungan hidup, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan kemajuan teknologi di masa depan.

Prof. Hidayat berharap kesadaran masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap pentingnya menjaga lahan basah terus meningkat sehingga fungsi ekologis kawasan tersebut dapat dipertahankan sebagai penyangga kehidupan, pengendali banjir, serta penyedia cadangan air bagi generasi mendatang.

Continue Reading

Metro

Wujudkan Sekolah Unggul, SMP 2 Galur Bangun Kolaborasi Kuat Bersama Komite dan Paguyuban Orang Tua

Published

on

By

Kulon Progo, Karyapost.com ,Galur menjadi saksi lahirnya komitmen besar dalam dunia pendidikan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Rabu hingga Jumat, 15–17 Juli 2026.

Bertempat di Gedung Pertemuan Komplek Balai Kalurahan Nomporejo, SMP 2 Galur mengambil langkah strategis dengan menghadirkan seluruh elemen penting sekolah dalam satu forum besar. Kepala SMP 2 Galur, Fathkul Anshori, S.Pd., bersama jajaran perwakilan guru, Ketua Komite Sekolah, Priyo Santoso, S.H., M.H., serta seluruh orang tua siswa dan pengurus Paguyuban Orang Tua (POT), berkumpul untuk menyatukan visi. Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan upaya sadar untuk membangun komunikasi dua arah yang kolaboratif dan partisipatif sejak awal tahun ajaran, demi menciptakan kekuatan yang kompak dalam membangun pendidikan yang lebih baik.

Dalam suasana diskusi yang penuh keterbukaan, Ketua Komite, Priyo Santoso, S.H., M.H., menyampaikan pandangan yang tegas mengenai hakikat peran komite. Ia menekankan bahwa kemajuan sekolah bukanlah beban yang harus dipikul oleh pihak sekolah sendirian. Sebaliknya, pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan pembagian tugas yang jelas.

Priyo menegaskan bahwa sinergi tripartit antara sekolah, komite, dan orang tua harus terbangun kokoh dari awal sebagai fondasi utama. Ia pun menyampaikan komitmen kuat komite untuk bekerja maksimal. Pihaknya menyatakan dengan lugas bahwa komite SMP 2 Galur tidak akan sekadar menjadi “stempel” bagi kebijakan sekolah, melainkan akan hadir sebagai mitra pendobrak kemajuan yang siap mengawal setiap langkah strategis sekolah ke depan.

Senada dengan semangat tersebut, pihak sekolah melalui Kepala Sekolah, Fathkul Anshori, S.Pd., memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi pengembangan sekolah, yang kemudian disandingkan dengan ruang partisipasi bagi wali murid dan POT. Pihak sekolah mengambil pendekatan yang demokratis dan memberdayakan; sekolah bertindak sebagai perancang konsep dan strategi kemajuan, namun untuk urusan eksekusi dan tindak lanjut di lapangan, sekolah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada POT. Pembagian peran ini dirancang sedemikian rupa agar setiap pihak merasa nyaman dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing tanpa ada tumpang tindih.

Melalui sinergi yang terbangun di Nomporejo ini, SMP 2 Galur telah mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat. Sinergi antara kebijakan sekolah yang terarah dan dukungan orang tua yang aktif adalah kunci utama untuk melejitkan potensi pendidikan. Kini, dengan adanya keselarasan visi dan kekompakan langkah antara sekolah, komite, serta seluruh orang tua, SMP 2 Galur siap melangkah lebih jauh, menjadikan sekolah sebagai tempat yang benar-benar bisa diandalkan untuk mencetak generasi masa depan yang unggul dan berkarakter, sekaligus menumbuhkan keyakinan penuh masyarakat akan kualitas pendidikan di sekolah ini.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Metro

Gencarkan Edukasi Lalu Lintas, Dishub Hadirkan Program ‘Sahabat Transportasi Anak

Published

on

By

KULON PROGO — Karyapost.com, Dinas Perhubungan Kulon Progo terus menggencarkan edukasi ketertiban lalu lintas melalui program inovatif “Sahabat Transportasi Anak” (STA). Langkah nyata ini dilakukan sebagai upaya membangun budaya disiplin serta mengenalkan tata cara berkendara dan berlalu lintas yang benar kepada siswa sejak dini.

Sosialisasi program STA kali ini menyasar siswa di SLB Panjatan. Perwakilan Dinas Perhubungan Kulon Progo, Tejo Priyono dari Dishub kabupaten kulon Progo, hadir langsung memberikan edukasi yang didampingi oleh tenaga pendidik SLB Panjatan, Ibu Palupi.

Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa agar mampu mendapatkan akses transportasi yang nyaman, aman, dan terjangkau.

Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Ibu Rr Palupi Budiastuti S.P d Waka Humas SLB Negeri 1 Kulon Progo menyatakan apresiasinya terhadap program tersebut dan berharap agar jangkauan sosialisasi STA dapat diperluas ke seluruh sekolah di wilayah Kulon Progo demi keselamatan bersama.

Advokasi Kebijakan Transportasi Berbasis Demografi

Dukungan penuh datang dari Lembaga Kajian dan Advokasi Pembangunan (LKAP). Direktur LKAP, Priyo Santoso, SH, MH, menegaskan bahwa program STA bukan sekadar edukasi biasa, melainkan langkah strategis yang harus dikembangkan lebih luas di Kulon Progo.

“Kami di LKAP memandang ide program ini sangat tepat dan mendesak. Mengingat kondisi demografi Kulon Progo yang sekitar 70 persen wilayahnya merupakan daerah dataran tinggi dan berbukit, akses mobilitas anak sekolah menjadi tantangan tersendiri,” ujar Priyo Santoso.

Menurut Priyo, pemerintah daerah perlu hadir dengan kebijakan yang lebih komprehensif terkait kemudahan transportasi sekolah.

“Edukasi tertib berlalu lintas adalah fondasi, namun harus dibarengi dengan kebijakan kemudahan transportasi yang mampu menjangkau siswa di wilayah perbukitan. LKAP siap terus mengawal dan mendukung langkah Dinas Perhubungan dalam mewujudkan sistem transportasi pelajar yang aman dan merata,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi titik awal sinergi antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan lingkungan transportasi yang lebih ramah anak di Kulon Progo.

Jurnalis Budi Legowo Santoso

Continue Reading

Trending