Connect with us

Metro

Eka Lestari Sinaga Ketua DPD PUAN Jakarta Barat Gelar Silaturahmi

Published

on

Jakarta, 10 September 2023 – Menjelang Pemilu 2024 Partai PAN Melalui Sayap Organisasi DPD PUAN Jakarta Barat mengadakan acara silahturahmi, pendataan, foto bersama dan pembagian polo shirt putih di Lee Palace Chinese Restaurant Jakarta pada hari Minggu, 10 September 2023.

Eka Lestari Sinaga sebagai Ketua DPD PUAN Jakarta Barat setelah selesai kegiatan tersebut, bersedia diwawancarai rekan-rekan media online dan menjelaskan bahwa kami mengadakan acara ini untuk melakukan penguatan konsolidasi dan penguatan struktur DPD PUAN Jakarta Barat. Pada saat ini PUAN Jakarta Barat yang baru dilantik 1 tahun lalu kami yang beranggotakan ada 60 orang lebih yang nantinya kami akan terus bertambah.

Kemudian juga kita sedang membahas program-program apa saja nantinya yang akan kami jalankan, namun dalam waktu dekat ini kami akan mensupport untuk acara seluruh caleg-caleg yang akan menjalankan programnya.

Kalau di PUAN Jakarta Barat ini Insya Allah saya sendiri akan maju menjadi caleg yang nanti akan disuppport oleh sahabat-sahabat kami dari PUAN Jakarta Barat. Di acara ini kami turut mengundang Ketua DPD PAN dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara dan untuk target suara di Pemilu 2024 kami usahakan sebanyak-sebanyaknya. Untuk saat ini DPD PUAN Jakarta Barat memiliki kedekatan juga terhadap DPD PAN Jakarta Utara karena kami cukup baik komunikasinya.

Adapun untuk acara ini merupakan pertemuan kami yang pertama setelah pelantikan satu tahun yang lalu. Kemudian nanti untuk nextnya kira-kira 2 minggu lagi kita akan mengadakan pertemuan yang sama dengan mengundang untuk DPD PAN Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu dan Jakarta Pusat.

Pertemuan acara silaturahmi yang berlangsung selama 4 jam lebih dengan juga mengundang Ketua DPC Grogol dan Petamburan, dimana Ketua DPC Grogol dan Petamburan juga merupakan Ketua dari UMKM.

Dan untuk program-programnya DPD PUAN Jakarta Barat kedepan juga ada pembagian minyak, senam bersama, bakti sosial, donor darah bekerja sama dengan PMI termasuk kami nantinya akan melakukan audiensi dengan Bapak Walikota Jakarta Barat dan mensupport acara-acara Dekranasda yang diketuai oleh Ibu Walikota Jakarta Barat itu sendiri.

Harapan kedepannya kami akan turun kepada masyarakat-masyarakat di Kota Jakarta Barat untuk mensosialisasi progaram-program kami.

Untuk hasil dari penguatan struktur ini maka kami akan melakukan kegiatan sosial seperti tadi yang sudah disampaikan sehingga PUAN Jakarta Barat dikenal oleh organisasi yang sangat mendukung dan mengayomi masyarakat luas. Kami juga memiliki simbol matahari yang dimana kita harus selalu menerangi dengan tidak memandang darimana asalnya, suku maupun ras.

Terkait Ketum PAN Zufliki Hasan mendukung Prabowo sebagai Capres 2024, kami sangat mendukung pilihan Ketum kami dan kami tetap satu arah dengan beliau dan apapun pilihan Ketum kami dan juga Partai kami, kami sangat mendukung. Kebetulan juga Pak Zulkifli Hassan mempunyai kedekatan khusus juga dengan Pak Prabowo dan Prabowo juga sering datang acara-acara di Partai PAN,” tutupnya.

Mengenal Eka Lestari Sinaga: Pengusaha Muda Nan Cantik yang Berteman dengan Semua Kalangan*

Selain masih muda dan cantik, Eka Lestari Sinaga dikenal juga sebagai pengusaha sukses. Ia merupakan pengusaha di bidang limbah dan penanganan sampah di kab/kota. Namanya tersohor di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sumatera dan juga di Provinsi Riau dalam penanganan sawit.

Seperti yang diketahui, Eka Lestari Sinaga memiliki bisnis di bidang Waste and Water Treatment dan bidang persampahan dimana menjadi rekanan dari pemerintah kota/kab di beberapa Provinsi seperti Bali, Kepulauan Riau, Sumatera, Riau, Jawa, DKI Jakarta dan sebagainya.

Bahkan, Eka kini turut terjun ke politik praktis. Tak tanggung-tanggung, ia menjadi pimpinan salah satu sayap organisasi partai politik (parpol) yakni PAN. Eka saat ini menjabat Ketua DPD Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Jakarta Barat. Ia menduduki jabatan itu sejak tahun 2022 lalu, hingga 2025 mendatang.

Eka Lestari Sinaga saat ini menjabat sebagai Ketua DPD PUAN Jakarta Barat karena dinilai aktif dan dapat memimpin organisasi pada akhirnya mendapat dukungan kuat dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi caleg Dapil 9 Cengkareng, Kalideres, Tambora wilayah Jakarta Barat.

Kader PUAN Jakarta Barat yang berjumlah 100 orang lebih saat ini dipimpin oleh Eka Lestari Sinaga yang menjabat kurang dari 1 tahun, adapun profesi-profesi seluruh anggota PUAN Jakarta Barat ada dari berbagai kalangan di mulai dari karyawan swasta, pelaku UMKM, Kontraktor, Artis hingga Dokter.

Eka Lestari Sinaga sendiri memiliki visi misi yang kuat yaitu membantu rakyat Indonesia dan membawa organisasi politik PUAN ke hal-hal yang positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan Partai PAN dengan rakyat Indonesia.

Continue Reading

Metro

konferensi Pers Pembukaan Kongres V Partai Buruh Tolak Pilkada Lewat DPRD dan Upah Jakarta Harus Rp5,89 Juta

Published

on

By

Jakarta — Presiden Partai Buruh, Ir. H. Said Iqbal, memberikan kata sambutan penuh semangat dalam Deklarasi Perjuangan HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) & RUU Ketenagakerjaan sekaligus Pembukaan Kongres Partai Buruh Ke-5, yang digelar di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/01/2026).

Di hadapan ribuan kader dan delegasi buruh dari 38 provinsi, 462 kabupaten/kota, serta puluhan federasi dan konfederasi serikat buruh, Said Iqbal menegaskan bahwa perjuangan buruh bukan sekadar soal upah, tetapi perjuangan melawan ketidakadilan struktural yang menindas kelas pekerja, petani, nelayan, guru honorer, dan rakyat kecil.

“Manusia tidak boleh tunduk kepada manusia. Manusia hanya tunduk kepada Tuhan. Karena itu, tugas Partai Buruh adalah membebaskan dan memanusiakan manusia,” tegas Said Iqbal disambut gemuruh massa.

Said Iqbal mengingatkan bahwa Partai Buruh lahir dari sejarah panjang perlawanan kelas pekerja, yang berakar dari tragedi Chicago Massacre pada abad ke-19, perjuangan delapan jam kerja, hingga penindasan buruh global. Ia menyebut pendiri Partai Buruh Indonesia, almarhum Muchtar Pakpahan, Tony Budi Sasono, serta peran Gus Dur dalam memperjuangkan politik buruh yang berkeadilan dan humanis.

Dalam pidatonya, Said Iqbal juga mengkritik keras perampasan tanah petani, eksploitasi sumber daya alam, dan ketimpangan di wilayah kaya sumber daya seperti Kalimantan, Papua, Sumatera, dan Sulawesi, di mana rakyatnya justru hidup dalam kemiskinan.

“Tanah kaya, emas hitam melimpah, tapi rakyat tinggal di rumah reot. Ini bukan takdir, ini ketidakadilan sistemik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upah murah bukan hanya menyengsarakan buruh, tetapi mematikan daya beli rakyat dan menghancurkan ekonomi nasional, termasuk sektor pertanian dan UMKM. Karena itu, Partai Buruh konsisten menuntut upah layak, jaminan sosial, pendidikan gratis, reforma agraria, dan jaminan kebutuhan dasar rakyat.

Said Iqbal juga menyoroti pengalaman internasional, dengan mencontohkan keberhasilan partai buruh dan sosial demokrat di berbagai negara seperti Brasil, Inggris, Australia, dan negara-negara Skandinavia, yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa menghancurkan investasi.

“Buruh memimpin negara tidak menghancurkan ekonomi. Justru ketidakadilanlah yang menghancurkan bangsa,” tegasnya.

Menutup pidatonya, Said Iqbal mengajak seluruh kader untuk tetap bersatu, tidak putus asa, dan menjadikan Kongres Partai Buruh V sebagai momentum konsolidasi besar menuju kemenangan politik Partai Buruh 2029.

“We are the working class. Jangan pernah malu menjadi buruh. Indonesia hanya bisa adil jika kelas pekerja berdaulat,” pungkasnya.,

Continue Reading

Metro

Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D Pakar Transportasi dan Perkotaan Hadiri Acara Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta

Published

on

By

Jakarta — Angkutan umum bus perkotaan Transjakarta dinilai telah menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta selama lebih dari dua dekade. Memasuki usia ke-22 tahun, tantangan utama Transjakarta ke depan bukan hanya memperluas jaringan, tetapi memastikan kualitas layanan yang benar-benar mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Hal tersebut disampaikan Pakar Transportasi dan Perkotaan Prof. Ir. Bambang Susantono, M.C.P., M.S.C.E., Ph.D. dalam acara Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta yang diselenggarakan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta, di Aula Pertemuan KPBB, Skyline Building Lantai 16, Jakarta Pusat, Senin (19/01/26).

Menurut Bambang, kunci keberhasilan sistem transportasi massal kelas dunia terletak pada integrasi menyeluruh, khususnya pada layanan first mile dan last mile.

“Transportasi publik yang benar-benar efisien itu bukan hanya soal bus utama, tetapi bagaimana perjalanan dari rumah ke halte, dari halte ke tempat kerja, semuanya terintegrasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan kota-kota seperti Bogota yang berhasil membangun sistem Bus Rapid Transit (BRT) berkelas dunia dengan memastikan keterpaduan antarmoda serta kemudahan akses bagi pengguna.

Lebih lanjut, Bambang menekankan lima pilar utama yang harus menjadi prioritas Transjakarta agar semakin diminati masyarakat. Pilar pertama adalah keselamatan dan keamanan, yang menurutnya menjadi alasan utama seseorang mau beralih ke angkutan umum.

“Kita tidak ingin ada cerita pelecehan seksual atau gangguan keamanan lainnya. Itu harus nol. Kalau itu bisa dijamin, Transjakarta bisa menjadi bus kelas dunia,” tegasnya.

Pilar kedua adalah keandalan layanan, yakni kepastian waktu kedatangan dan keberangkatan armada yang dapat dipantau secara real time. Dengan sistem yang andal, pengguna dapat merencanakan perjalanan secara presisi dan efisien.
“Kalau kita tahu jam berapa bus datang, jam berapa sampai, orang bisa mengatur hidupnya,” jelas Bambang.

Pilar ketiga menyangkut keterjangkauan tarif. Menurutnya, tarif yang terjangkau akan sangat mempengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan angkutan umum, karena langsung berdampak pada biaya perjalanan sehari-hari. Pilar keempat dan kelima kemudian dilengkapi oleh kenyamanan layanan, yang hanya bisa dirasakan optimal jika empat pilar sebelumnya sudah terpenuhi.

Dalam konteks evaluasi dan pengembangan layanan, Bambang juga menyoroti pentingnya pengelola Transjakarta untuk terus menyerap masukan publik. Di era media sosial, suara pengguna dinilai mudah dipantau dan diukur.

“Sekarang pertanyaannya bukan ada atau tidaknya masukan, tapi apakah ditindaklanjuti atau tidak. Itu bisa dilihat dan dinilai publik,” katanya.

Terkait integrasi lintas wilayah, Bambang menilai pekerjaan rumah terbesar justru berada di tingkat pemerintah daerah.
“Integrasi Jakarta dengan wilayah penyangga seperti Bodetabek bukan hanya tugas Transjakarta, tapi tanggung jawab Pemprov Jakarta untuk membangun sistem transportasi terpadu busway, subway, waterway, apa pun modanya agar masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri,” tutupnya.

Saat ini, Transjakarta telah mengoperasikan 232 rute, mencakup 14 koridor utama, layanan non-koridor, serta angkutan pengumpan yang menjangkau berbagai wilayah Jakarta hingga Bodetabek. Refleksi 21 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah kebijakan menuju sistem transportasi publik yang aman, terintegrasi, andal, dan berkelanjutan.

Continue Reading

Metro

David Tjahjana Koordinator Komunitas Pengguna Transjakarta Suara Transjakarta Hadiri Acara Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta

Published

on

By

Jakarta, 19 Januari 2026 — Memasuki 21 tahun pelayanan angkutan umum bus perkotaan, Transjakarta dinilai telah menunjukkan capaian positif dalam menyediakan layanan transportasi massal bagi warga Ibu Kota. Namun demikian, sejumlah pekerjaan rumah (PR) masih perlu diselesaikan, terutama terkait aksesibilitas dan integrasi layanan agar benar-benar dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan David Tjahjana, Koordinator Komunitas Pengguna Transjakarta Suara Transjakarta, saat menjadi narasumber dalam Dialog Refleksi 21 Tahun Transjakarta yang diselenggarakan oleh Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) bersama MTI Wilayah Jakarta, KPBB, dan Suara Transjakarta, di Aula Pertemuan KPBB, Skyline Building Lantai 16, Jakarta Pusat, Senin (19/1/26)..

Menurut David, secara umum layanan Transjakarta sudah berada di jalur yang cukup baik sejak mulai beroperasi pada 15 Januari 2004. Hingga kini, Transjakarta telah memiliki 232 rute yang mencakup 14 koridor utama, layanan non-koridor, angkutan pengumpan, serta menjangkau wilayah Bodetabek. Namun, ia menegaskan bahwa capaian tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan semua kelompok pengguna.

“Masih ada PR besar, salah satunya soal aksesibilitas. Transjakarta harus benar-benar bisa dipakai oleh semua masyarakat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, perempuan hamil, hingga anak-anak,” ujar David.

Ia menilai rendahnya peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum tidak semata-mata disebabkan oleh jumlah rute. Menurutnya, integrasi dari titik asal hingga tujuan akhir menjadi faktor krusial yang menentukan kenyamanan dan keberlanjutan penggunaan Transjakarta.

“Pengguna itu merasakan perjalanan dari awal sampai akhir. Kalau di tengah ada satu titik yang tidak bisa dilalui, misalnya karena akses yang tidak ramah, maka sistem itu tidak terkoneksi secara utuh,” jelasnya.

David menekankan bahwa kekuatan sebuah sistem transportasi ditentukan oleh titik yang paling lemah. Variasi kualitas fasilitas di berbagai titik layanan justru dapat melemahkan keseluruhan sistem apabila tidak ditangani secara serius.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya penelitian yang lebih mendalam terkait penempatan rute dan titik layanan, agar cakupan Transjakarta yang telah mencapai sekitar 90 persen wilayah Jakarta dapat benar-benar mengangkut mayoritas penduduk secara efektif.

“Jangan sampai sumber daya mubazir. Bus harus tepat sasaran dan optimal. Ada rute yang pagi penuh, siang kosong, atau sebaliknya. Ini perlu pengaturan berbasis data agar layanannya efisien dan tepat guna,” tambahnya.

Ke depan, David berharap Transjakarta tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah penumpang, tetapi juga pada siapa saja yang bisa mengakses dan menggunakan layanan tersebut secara aman, nyaman, dan setara.

“Harapannya Transjakarta terus berkembang dan memperbaiki diri. Bukan hanya soal angka pengguna, tapi juga inklusivitas. Itu yang paling penting,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending