Connect with us

Metro

Aktivis 97/98 Bersama Barikade 98 Gelar Konferensi Pers

Published

on

Jakarta, 27 Desember 2023 – Aktivis 97/98 bersama Barikade 98 mengadakan Konferensi Pers “Membongkar Keputusan Dewan Kehormatan Perwira Di Tahun 98 Penculikan Aktivis 97/98” di Hotel Grand Cemara Menteng Jakarta pada hari Kamis, 28 Desember 2023.

Dalam Konferensi pers ini dihadiri oleh Media TV & Online juga dihadiri langsung oleh narasumber Benny Ramdhani (Ketum Barikade 98), S. Indro Tjahyono (Aktivis 77/78), Petrus Hariyanto (Korban Penculikan), Paian Siahaan (Orang Tua Korban Penculikan).

Beberapa aktivis 1998 menggelar konferensi pers di Jakarta yang bertajuk membongkar keputusan dewan kehormatan perwira di tahun 1998. Untuk diketahui para keluarga korban saat ini masih mencari informasi dan keadilan terkait anggota keluarganya yang hilang. Hal ini ditunjukkan dengan cara menggelar aksi “kamisan” di seberang istana negara.

Benny Ramdhani mantan aktivis 1998 yang hadir dalam acara konferensi pers tersebut menyatakan bahwa kami tidak akan diam dan menyerah. Kami tidak tidur dan kami akan terus berjuang untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran.

Sementara itu, Paian Siahaan, orang tua korban penculikan yang hingga kini masih hilang, menyampaikan harapannya agar siapapun oknum yang terlibat segera mengakui perbuatannya dan mengungkapkan nasib anak-anaknya. Ia mengatakan bahwa ia sudah menunggu selama 25 tahun untuk mengetahui keberadaan anak-anaknya.

“Kami hanya ingin tahu di mana anak-anak kami. Apakah mereka masih hidup atau sudah mati. Jika mereka masih hidup, tolong kembalikan mereka ke kami. Jika mereka sudah mati, tolong beritahu kami di mana kuburannya. Kami ingin mengubur mereka dengan layak dan berdoa untuk mereka. Kami ingin mendapatkan kedamaian dan ketenangan,” ucap Paian Siahaan.

Paian Siahaan juga mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus penculikan aktivis 1997-1998. Ia mengatakan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu dan tidak boleh melindungi para pelakunya.

Kasus penculikan aktivis 1997-1998 adalah salah satu kasus pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan hingga kini. Menurut data Komnas HAM, setidaknya ada 23 aktivis yang diculik pada periode Oktober 1997 hingga Mei 1998.

Dari jumlah tersebut, hanya 10 orang yang berhasil dibebaskan, sementara 13 orang lainnya masih hilang tanpa jejak.

Continue Reading

Metro

Taufik Hidayat Kepala Desa Sumbergonto Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi Hadiri Pelantikan dan Rakernas DPP APDESI Periode 2026–2031

Published

on

By

Jakarta– Kepala Desa Sumbergonto, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Taufik Hidayat, menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional DPP APDESI Periode 2026–2031 yang digelar di Auditorium Kementerian Desa dan PDT RI, Senin (16/03/26).

Kegiatan ini mengusung tema “Konsolidasi APDESI dalam Sinergi Asta Cita dan Panca Nusantara” sebagai bagian dari penguatan kinerja organisasi serta tindak lanjut hasil pelantikan dan Rakernas DPP APDESI Tahun 2026.

DPP APDESI merupakan wadah organisasi tingkat pusat yang menaungi kepala desa dan perangkat desa aktif maupun purna bakti di seluruh Indonesia. Organisasi ini berperan sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam memperjuangkan kesejahteraan desa serta mempercepat pembangunan desa di berbagai wilayah tanah air.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik Hidayat hadir bersama perwakilan kepala desa dari Banyuwangi dengan membawa harapan besar terhadap kepengurusan baru DPP APDESI.

“Kami datang jauh-jauh dari Banyuwangi dengan harapan besar agar kepengurusan yang baru bisa melanjutkan perjuangan dan merangkul seluruh kepala desa di Indonesia,” ujarnya.

Tantangan Desa di Tengah Penurunan Dana Desa

Taufik menyoroti dampak signifikan dari penurunan dana desa terhadap operasional dan kesejahteraan perangkat desa. Menurutnya, kondisi tersebut sangat mempengaruhi stabilitas pemerintahan desa.

“Turunnya dana desa luar biasa pengaruhnya bagi kami. Bahkan siltap (penghasilan tetap) yang sebelumnya di atas lima juta rupiah, kini turun drastis hingga sekitar satu juta rupiah. Ini tentu sangat berat bagi kami di lapangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meskipun Banyuwangi dikenal sebagai kabupaten unggulan dengan berbagai inovasi, dampak pengurangan anggaran tetap dirasakan langsung oleh desa-desa.

Inovasi Desa Banyuwangi Tetap Berjalan
Di tengah keterbatasan anggaran, berbagai program tetap berjalan. Selain program nasional seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, Banyuwangi memiliki inovasi daerah seperti program Rantakasih—yang memberikan bantuan makanan kepada masyarakat kurang mampu—serta Kanguriko yang mendukung UMKM melalui penyediaan rombong usaha bagi warga prasejahtera.

“Banyuwangi itu inovasinya luar biasa. Tapi ketika dana desa berkurang, tentu dampaknya sangat terasa. Kami dituntut untuk menjadi desa mandiri, sementara secara kesiapan SDM dan kondisi lapangan belum sepenuhnya siap,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi setiap desa berbeda, sehingga kebijakan nasional perlu mempertimbangkan karakteristik wilayah dan jumlah penduduk.

Harapan kepada Kepengurusan Baru
Taufik berharap kepengurusan baru DPP APDESI mampu menjadi jembatan komunikasi antara desa dan pemerintah pusat, terutama terkait regulasi dan penguatan anggaran desa.

“Tolong perhatikan kami di desa. Kami adalah wakil negara di pemerintahan terkecil. Harapan kami ke depan ada perubahan kebijakan yang lebih berpihak kepada desa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan komitmen pemerintah terkait penguatan dana desa serta kemandirian pangan, yang dinantikan implementasinya oleh pemerintah desa di seluruh Indonesia.

Kehadiran para kepala desa dalam Rakernas ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi nasional serta memperjuangkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil desa di lapangan.

Continue Reading

Metro

DPP APDESI Gelar Pelantikan Pengurus dan Rakernas Periode 2026–2031

Published

on

By

JAKARTA, 16 Februari 2026 – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) hari ini menyelenggarakan Pelantikan Pengurus dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Periode 2026–2031 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nasional pemerintah desa dalam memperkuat peran strategis desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pembina APDESI Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., Wakil Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, anggota DPRD Moh. Hatta, para pejabat tinggi pratama di lingkungan kementerian dan lembaga, staf khusus dan tenaga ahli, para bupati termasuk Bupati Pandeglang, serta ratusan kepala desa dari berbagai provinsi di Indonesia.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan dan Rakernas.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP APDESI H. Junaedi Mulyono, S.H. menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama membangun desa sebagai pilar utama negara.

Ia menyampaikan bahwa desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Dengan kewenangan yang dimiliki berdasarkan undang-undang, desa memiliki ruang besar untuk tumbuh mandiri melalui inovasi dan tata kelola yang profesional dan akuntabel.

Dalam pidatonya, ia juga mencontohkan pengalaman Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, yang berhasil bangkit melalui pengelolaan potensi lokal dan penguatan BUMDes sehingga mampu menjadi desa mandiri dan percontohan nasional.

Desa harus berani mandiri dan tidak bergantung semata pada bantuan. Potensi desa sangat besar, yang dibutuhkan adalah keberanian, inovasi, dan pengelolaan yang akuntabel, ujarnya.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. dalam arahannya menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, dan pemerintah desa untuk mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan dalam sambutannya menegaskan bahwa desa memegang peranan sentral dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa kekuatan pangan Indonesia bertumpu pada produktivitas desa.

Ketahanan pangan dimulai dari desa. Jika desa kuat dalam produksi dan distribusi, maka bangsa ini akan kuat. Karena itu, kepala desa harus memperkuat koperasi dan BUMDes sebagai motor ekonomi rakyat, tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah pusat siap mendukung penguatan sektor pertanian, distribusi hasil panen, serta pengembangan ekosistem ekonomi desa agar masyarakat desa semakin sejahtera.

Memasuki agenda inti, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Pelantikan oleh Sekretaris Jenderal DPP APDESI Wahyudin Mapparenta, S.IP., M.Si., yang membacakan susunan kepengurusan DPP APDESI Periode 2026–2031 beserta mandat organisasi untuk lima tahun ke depan.

Setelah pembacaan SK, prosesi pelantikan dilakukan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan selaku Ketua Dewan Pembina APDESI. Prosesi berlangsung khidmat dan disaksikan seluruh tamu undangan serta peserta Rakernas.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada para kepala desa berprestasi dari berbagai daerah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan keberhasilan dalam tata kelola pemerintahan desa, penguatan ekonomi lokal, serta pemberdayaan masyarakat.

Rakernas yang digelar setelah pelantikan membahas berbagai agenda strategis lima tahun ke depan, antara lain penguatan kapasitas aparatur desa, perlindungan hukum kepala desa, transformasi digital desa, penguatan koperasi dan BUMDes, serta dukungan terhadap ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi lokal.

Pelantikan dan Rakernas DPP APDESI 2026–2031 hari ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran desa sebagai subjek pembangunan nasional. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh kepala desa, APDESI berkomitmen membawa desa menuju kemandirian, kesejahteraan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Continue Reading

Metro

Supandi Kepala Desa Sumberkola, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur : Komitmen Pemerintah Desa Sumberkola untuk Bersinergi dan Optimalkan Program Desa Demi Kesejahteraan Masyarakat

Published

on

By

Jakarta, – Kepala Desa Sumberkola, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Supandi, menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Pusat APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Periode 2026–2031 yang digelar di Auditorium Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Senin (16/02/26).

Kegiatan bertema “Konsolidasi APDESI dalam Sinergi Asta Cita dan Panca Nusantara” ini diikuti sekitar 1.000 peserta dari 37 DPD APDESI Provinsi, 416 DPC APDESI Kabupaten, dan 18 DPC APDESI Kota se-Indonesia. Rakernas menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus penegasan peran desa dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Pelantikan DPP APDESI periode 2026–2031 dipimpin oleh Ketua Umum terpilih H. Junaedhi Mulyono, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah, didampingi Sekretaris Jenderal Wahyudin Mapparenta.

Dalam wawancara usai kegiatan, Supandi menyampaikan harapan besar terhadap kepengurusan baru DPP APDESI agar mampu mengorkestrasi jajaran di seluruh Indonesia.

“Dengan dilantiknya pengurus DPP yang baru, kita punya harapan besar agar bisa mengorkestra teman-teman di bawah, sehingga tercipta simbiosis mutualisme dengan kementerian-kementerian yang membidangi desa,” ujar Supandi.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah desa dan kementerian menjadi kunci dalam menyukseskan berbagai program nasional, termasuk program Presiden Prabowo di bidang pembangunan dan ketahanan pangan.

“Tujuannya satu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan program-program seperti KDMP maupun program padat karya yang diamanatkan melalui Permendes dan PMK, daya ungkit ekonomi pedesaan harus meningkat,” jelasnya.

Program Unggulan Desa Sumberkola

Supandi menjelaskan, di Situbondo khususnya Desa Sumberkola, sejumlah program strategis telah berjalan. KDMP sudah terlaksana, begitu pula program padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal.

Dalam pengembangan koperasi desa, Sumberkola telah membangun gerai desa serta menjalankan beberapa unit usaha hasil musyawarah desa (musdes).

“Di desa kami ada budidaya kepiting soka, gerai kebutuhan pokok, dan beberapa usaha lainnya. Ini untuk menyambungkan program ketahanan pangan yang sudah didengungkan oleh Bapak Presiden,” ungkapnya.

Menurutnya, koperasi desa bukan sekadar lembaga ekonomi, tetapi instrumen penting untuk mendukung petani, pelaku perikanan, dan UMKM desa agar memiliki akses pasar dan distribusi yang lebih kuat.

Sebagai organisasi yang menaungi kepala desa dan perangkat desa aktif maupun purna bakti di seluruh Indonesia, DPP APDESI berperan sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan desa, memperjuangkan kesejahteraan aparatur desa, serta memperkuat posisi desa dalam tata kelola pemerintahan nasional.

Kehadiran Supandi dalam Rakernas ini menegaskan komitmen Pemerintah Desa Sumberkola untuk terus bersinergi dan mengoptimalkan program desa demi kesejahteraan masyarakat.

Continue Reading

Trending