Connect with us

Metro

Perludem Gelar Diskusi Catatan Awal Tahun 2024

Published

on

Jakarta – Perludem Gelar Diskusi Catatan Awal Tahun 2024 Puncak Penyelenggaraan Pemilu :
Konsolidasi Demokrasi atau Kemunduruan. tempat Sajoe Coffee tebet jakart selatan.Minggu (14/1/2024)

Continue Reading

Metro

Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd.,Rektor IAIN Parepare Sambut Positif Kerja Sama PERADI Profesional–Kemenag, Dorong Lahirnya Lulusan Hukum yang Kompeten

Published

on

By

Jakarta – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Prof. Dr. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd., menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PERADI Profesional, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Universitas Indonesia, serta 111 perguruan tinggi keagamaan negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama.

Usai menghadiri penandatanganan kerja sama di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (8/7/2026), Prof. Darmawati mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan, khususnya di Fakultas Syariah dan Fakultas Hukum.

“Alhamdulillah, kami mengikuti penandatanganan kerja sama antara PERADI Profesional dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bersama 111 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kami meyakini kerja sama ini akan memberikan dampak yang sangat penting bagi pengembangan perguruan tinggi ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi advokat dan perguruan tinggi akan memperkaya proses pembelajaran melalui penguatan kompetensi akademik dan praktik profesional. Mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih aplikatif sehingga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja di bidang hukum.

Prof. Darmawati berharap nota kesepahaman yang telah ditandatangani tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata di tingkat fakultas dan program studi pada seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), baik negeri maupun swasta.

“Kami berharap MoU dan kerja sama ini benar-benar dapat direalisasikan hingga ke tingkat fakultas maupun program studi. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa dan seluruh civitas akademika PTKI di Indonesia,” katanya.

Ia menilai kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan dunia profesi.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus memiliki kompetensi profesional, etika, dan pengalaman praktik yang memadai agar mampu bersaing di dunia hukum.

“Kami berharap apa yang telah dicanangkan oleh Menteri Agama bersama seluruh PTKI se-Indonesia benar-benar memberikan dampak nyata. Mahasiswa kami nantinya memiliki peluang lebih besar menjadi tenaga profesional di bidang hukum, baik sebagai advokat, aparat penegak hukum, maupun profesi lainnya yang berkaitan dengan sistem peradilan,” ungkapnya.

Prof. Darmawati optimistis kemitraan antara PERADI Profesional dan perguruan tinggi akan menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi penegakan hukum serta keadilan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan organisasi profesi merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan perkembangan hukum yang semakin dinamis.

Continue Reading

Metro

PERADI Profesional Gandeng Kemenag, UI, dan 111 Perguruan Tinggi Perkuat Pendidikan Advokat Berintegritas

Published

on

By

Jakarta – Organisasi advokat PERADI Profesional menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Universitas Indonesia (UI), serta 111 perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah naungan Kementerian Agama. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pendidikan hukum dan mencetak advokat yang profesional, berintegritas, serta berakhlak.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, akademisi, dan organisasi profesi. Hadir dalam kegiatan itu Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amin Suyitno, Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah, serta Ketua Umum PERADI Profesional Haris Arthur Hedar.

Rektor Universitas Indonesia Heri Hermansyah menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan dunia hukum yang terus berkembang.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis, adaptif terhadap perubahan, serta menjunjung tinggi etika dan integritas.

“Perguruan tinggi harus mampu menyelaraskan keahlian praktik hukum modern dengan nilai-nilai etika, integritas, dan adab sebagai fondasi utama penegakan hukum yang bermartabat,” ujar Heri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) agar semakin berkontribusi terhadap pembangunan hukum nasional.

Ia mencontohkan keberhasilan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum dari sejumlah PTKI yang memenangkan permohonan uji materi Undang-Undang Pemilu di Mahkamah Konstitusi sebagai bukti kualitas akademik dan kapasitas keilmuan mahasiswa PTKI.

“Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa PTKI memiliki kemampuan yang tidak kalah dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan hukum dan demokrasi di Indonesia,” kata Amin.

Menurut Amin, kerja sama dengan PERADI Profesional akan memperkuat penyelenggaraan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), pendidikan profesi advokat, penelitian, serta peningkatan kompetensi hukum bagi mahasiswa dan lulusan PTKI.

Ketua Umum PERADI Profesional Haris Arthur Hedar menegaskan penandatanganan kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis membangun kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi profesi hukum.

“Hari ini kita tidak sekadar menandatangani nota kesepahaman. Kita sedang membangun ekosistem penegakan hukum yang menjadikan ilmu, integritas, dan akhlak sebagai fondasi lahirnya penegak hukum yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Haris menjelaskan kemitraan ini akan memperkuat kualitas pendidikan hukum melalui pelaksanaan PKPA, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kompetensi calon advokat agar memiliki keahlian profesional sekaligus karakter yang kuat.

Ia juga menyebut keterlibatan 111 perguruan tinggi memiliki makna simbolis sebagai representasi pusat lahirnya ilmu pengetahuan, harapan, dan masa depan penegakan hukum Indonesia.

Prosesi penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum PERADI Profesional Haris Arthur Hedar, Rektor UI Heri Hermansyah, dan Dirjen Pendidikan Islam Amin Suyitno, serta disaksikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Pada tahap pertama, kerja sama melibatkan 39 Universitas Islam Negeri (UIN) dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, dan UIN Sumatera Utara Medan.

Melalui kemitraan ini, PERADI Profesional, Kementerian Agama, Universitas Indonesia, dan ratusan perguruan tinggi berharap dapat membangun sistem pendidikan profesi advokat yang lebih terintegrasi, menghasilkan sumber daya manusia hukum yang unggul, berintegritas, serta memperkuat penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan di Indonesia.

Continue Reading

Metro

KRT Sarwanto Hadi Mewakili Ketua Umum DPP IP-KI Serahkan Piala Kejuaraan Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026

Published

on

By

Kulon Progo – karyapost.com, Suasana penuh kebanggaan dan semangat kebersamaan mewarnai prosesi penyerahan piala kepada para juara Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026. Piala kejuaraan yang dipersembahkan oleh Ketua Umum DPP IP-KI  Baskara Harimukti Sukarya, dan diserahkan secara simbolis oleh KRT Sarwanto Hadi, Sesepuh Trah Ki Sadewa atau RM Bagus Singlon putra kandung dari Pangeran Diponegoro ( Pahlawan Nasional ).

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh para peserta, tamu undangan, serta masyarakat yang hadir. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan atas kerja keras, kreativitas, dan sportivitas para peserta yang telah menampilkan kemampuan terbaiknya dalam festival layang-layang bertaraf internasional tersebut.

Mewakili Ketua Umum DPP IP-KI, KRT Sarwanto Hadi menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga bentuk apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut menjaga dan mengembangkan budaya, sekaligus mempererat persaudaraan melalui semangat kompetisi yang sehat.

“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi para juara maupun seluruh peserta untuk terus berkarya, melestarikan budaya bangsa, serta menginspirasi generasi muda agar mencintai tradisi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ujar KRT Sarwanto Hadi.

Sementara itu, Ketua DPC IP-KI / Ikatan pendukung kemerdekaan Indonesia kabupaten kulon Progo Budi Legowo Santoso menyampaikan melalui piala kejuaraan yang dipersembahkan untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan JIKF 2026 sebagai wadah pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, dan penguatan persatuan masyarakat kemudian keberhasilan  penyelenggaraan Jogja International Kite Festival 2026 menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah,komunitas, organisasi kemasyarakatan, tokoh budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat mampu menghadirkan sebuah event internasional yang berdampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta promosi budaya Indonesia di mata dunia.

Dengan berakhirnya rangkaian JIKF 2026, semangat persaudaraan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya diharapkan terus tumbuh, menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai kegiatan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat serta mengangkat nama Kabupaten Kulon Progo dan Indonesia di kancah internasional.

Jurnalis Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Trending