Connect with us

TNI / Polri

TNI AL Lanal Lhokseumawe Terima Tim Pengawas dan Pemerikasaan It Koarmada I

Published

on

TNI AL, Aceh Utara,- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto menerima Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Inspektorat Komando Armada I (Wasrik It Koarmada I) yang dipimpin oleh Kolonel Laut (S) Dr. Ceppi Hilmansyah, S.E., S.Aos., Mab., di Lobby Mako Lanal Lhokseumawe, Jalan KKA, Desa Paloh Igeuh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (18/01/2024) .

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Wasrik It Koarmada I, Komandan Lanal Lhokseumawe Andi mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Tim Wasrik It Koarmada I yang merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Lanal Lhokseumawe yang selalu siap menerima kunjungan dalam rangka pengawasan dan pemerikasaan.

“Kunjungan Wasrik merupakan kebanggaan bagi Prajurit Lanal Lhokseumawe karena semakin tertantang untuk bekerja secara profesional, karena bila tidak merasa bangga maka prajurit tidak akan pernah profesional,” ujar Danlanal Lhokseumawe.

“Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa kegiatan pengawasan dan pemeriksaan di lingkungan TNI AL merupakan bagian dari fungsi pengendalian dan sebagai tahapan penting dalam upaya mendukung suksesnya program pembinaan TNI AL,” ungkapnya.

Sementara itu, sambutan dari Kolonel Laut (S) Dr. Ceppi Hilmansyah mengatakan bahwa kehadiran mereka ke Lanal Lhokseumaee selaku partner sharing problem dan juga sebagai fungsi konsultasi dan juga bertujuan untuk meninjau efektivitas program kerja yang berjalan dimasing-masing staf satker yang berada di Lanal Lhokseumawe dan juga program-program Pembinaan Operasi dan Latihan (Binopslat) yang dilaksanakan di Lanal Lhokseumawe.

Selaku Tim Audit Kinerja It Koarmada I di wilayah kerja Lantamal I, Kolonel Laut (S) Dr. Ceppi beserta rombongan juga menguncapkan terima kasih atas sambutannya yang sangat luar biasa ini bahwa Inspektorat Koarmada I merupakan kepanjangan tangan dalam rangka pengawasan kinerja satker di jajaran Koarmada I.

Kegiatan wasrik di Lanal Lhokseumawe merupakan tindakan preventif dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya kinerja yang kurang efesien. Fungsi wasrik dalam suatu organisasi yang maju dan modern merupakan sebuah proses dan mekanisme yang harus dilaksanakan.

Karena fungsi Wasrik menjadi suatu bagian integral dari sebuah sistem manajemen, atau lebih tegas dapat dikatakan bahwa fungsi wasrik memiliki peran yang sangat penting dan menentukan bagi kelangsungan serta keberhasilan suatu organisasi.

Sehingga tanpa diterapkan mekanisme wasrik yang efektif, maka kecenderungan terjadinya penyimpangan yang akan sulit dihindari dan sulit dideteksi secara dini, terutama dalam upaya efesiensi waktu.

Bahwa selain audit exterent, sekarang ditambah lagi audit produktif untuk memastikan kegiatan sesuai dengan ketentuan kepatuhan, efektif, efisien, ekonomis, kemudian konsalting kita akan memberikan konsalting apa yang sekiranya perlu pembimbingan dan tidak harus diangkat menjadi temuan atau kesalahan, terutama kegiatan kegiatan yang berpotensi yang nantinya akan diperiksa oleh audit external.

Sesuai aturan bahwa hasil dari Tim Wasrik akan dilaporkan kepada Panglima Koarmada I, bahwa Lanal atau Lantamal yang sudah melakukan hal-hal yang sesuai aturan telah melakukan berbagai inovasi-inovasi yang mampu mengangkat nama baik TNI AL/Lanal di wilayah kerja, maka akan dibacakan didepan Panglima Koarmada I.

(Pen Lanal Lhokseumawe)

Continue Reading

TNI / Polri

Perkuat Program Jaga Jakarta, Polda Metro Jaya Rangkul Organisasi Kemasyarakatan

Published

on

By

Jakarta – Polda Metro Jaya memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan melalui pertemuan dan silaturahmi yang digelar di Gedung Promoter Polda Metro Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Jaga Jakarta yang dicanangkan Kapolda Metro Jaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Pembinaan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol H.Y. Arief Satriyo, S.I.K., Direktur Intelijen Keamanan Polda Metro Jaya Kombes Pol Miko Indrayana, S.I.K., serta perwakilan dari 20 organisasi kemasyarakatan di wilayah Jakarta.

Organisasi yang hadir antara lain BPPKB Banten, Kembang Latar, GIBAS, KBPP Polri, GMBI, PETIR, FPMM, Forkabi, PPBNI Satria Banten, Laskar Merah Putih, AMBI, FBR, Senkom Mitra Polri, GRIB Jaya, Bang Japar, Pemuda Batak Bersatu, dan Pemuda Pancasila.

Direktur Binmas Polda Metro Jaya Kombes Pol H.Y. Arief Satriyo mengatakan, keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Polda Metro Jaya bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk menciptakan Jakarta yang aman dan nyaman,” kata Kombes Pol Arief.

Menurutnya, dinamika kehidupan di Jakarta, baik di ruang publik maupun ruang digital, memiliki keterkaitan erat dengan stabilitas keamanan nasional. Karena itu, diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara kepolisian dengan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pertemuan tersebut, Polda Metro Jaya mengajak organisasi kemasyarakatan untuk berperan aktif menjaga lingkungan, mencegah potensi konflik, serta membantu menangkal provokasi dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Sinergi yang terus dibangun ini diharapkan dapat memperkuat peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra kepolisian dalam menyerap aspirasi, menyelesaikan persoalan secara dialogis, dan bersama-sama menjaga stabilitas keamanan Jakarta.

Continue Reading

TNI / Polri

Wakapolri Kukuhkan Pengurus KBPP Polri 2026–2031, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing

Published

on

By

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengukuhkan Pengurus Pimpinan Pusat Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri Masa Bakti 2026–2031 di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/7).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi KBPP Polri untuk memperkuat perannya sebagai organisasi keluarga besar Polri yang berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan masyarakat, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Dalam laporannya, Ketua Umum KBPP Polri AH Bimo Suryono, S.E., S.H., menyampaikan bahwa susunan Ketua, Sekretaris, Bendahara (KSB) beserta Ketua Dewan Pengawas KBPP Polri Masa Bakti 2026–2031 telah resmi memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum. Pengesahan tersebut menjadi dasar bagi kepengurusan baru untuk menjalankan roda organisasi secara profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Bimo juga memperkenalkan jajaran pengurus inti yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pemerintahan, akademisi, dunia usaha, hingga tokoh muda keluarga besar Polri. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan organisasi dalam membangun kolaborasi, menghadirkan gagasan baru, serta memperluas kontribusi KBPP Polri bagi masyarakat.

“KBPP Polri ingin menjadi rumah bersama bagi putra-putri keluarga besar Polri untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengabdi. Kami berharap organisasi ini dapat menjadi wadah yang produktif bagi generasi muda dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Bimo.

Ia menjelaskan, dengan jumlah personel Polri yang tersebar di seluruh Indonesia, keluarga besar Polri memiliki potensi yang sangat besar untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan. Untuk itu, KBPP Polri akan melakukan penguatan pendataan anggota dan konsolidasi organisasi hingga tingkat daerah agar program-program organisasi dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

KBPP Polri juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai satuan kerja Polri serta para pemangku kepentingan lainnya agar program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan baru bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi titik awal untuk memperkuat kontribusi nyata keluarga besar Polri dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.

Menurut Wakapolri, dunia saat ini menghadapi perkembangan yang sangat dinamis, mulai dari perubahan geopolitik, transformasi digital, kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga meningkatnya tantangan keamanan siber dan penyebaran informasi yang tidak benar. Kondisi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

“Visi KBPP Polri sebagai organisasi yang berintegritas, profesional, modern, dan berlandaskan nilai-nilai Bhayangkara harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Wakapolri.

Ia menjelaskan bahwa Polri terus melakukan transformasi melalui pendekatan human-centered policing dan evidence-based policing sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, serta mendukung berbagai program strategis nasional.

Dalam konteks tersebut, Wakapolri menilai KBPP Polri memiliki posisi strategis sebagai mitra yang mampu membangun karakter generasi muda, memperkuat literasi digital, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendorong tumbuhnya kewirausahaan di kalangan keluarga besar Polri.

Sebagai Pembina Harian KBPP Polri, Wakapolri menyampaikan tiga arah kebijakan utama bagi kepengurusan baru.

Pertama, memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga besar Polri melalui pengembangan UMKM, kewirausahaan, dan jejaring usaha yang saling mendukung sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Kedua, membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis digital agar KBPP Polri semakin adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjangkau generasi muda.

Ketiga, memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, pendidikan, kemanusiaan, serta kolaborasi dengan satuan kerja Polri di seluruh Indonesia dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wakapolri juga mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan KBPP Polri sebagai ruang kolaborasi lintas generasi yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan memiliki semangat pengabdian.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. KBPP Polri harus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakapolri menekankan pentingnya memperkuat budaya gotong royong, menjaga persatuan, serta membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menghadirkan solusi dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakapolri mengajak seluruh pengurus dan anggota KBPP Polri untuk menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya, serta terus berinovasi dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat.

“Jadikan pengukuhan ini sebagai awal pengabdian yang lebih besar. Mari kita bekerja bersama, memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, dan menghadirkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Dengan semangat tersebut, saya optimistis KBPP Polri akan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Wakapolri

Continue Reading

TNI / Polri

Kemampuan Menulis di Era Digital, Kadispenad: Ala Bisa Karena Biasa

Published

on

By

JAKARTA,  – Kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi yang harus terus diasah oleh setiap insan penerangan TNI AD di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Keterampilan tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses belajar dan latihan yang berkelanjutan, sejalan dengan peribahasa _“ala bisa karena biasa”_. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, S.E., M.Han., saat membuka Workshop Menulis Penerangan TNI AD TA 2026 di Ballroom Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta, Selasa (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Kadispenad menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan bagian dari profesionalisme prajurit dan PNS TNI AD dalam mendukung komunikasi publik institusi. “Saya ingin seluruh personel jajaran penerangan memiliki kemampuan menulis yang baik. Namun, kemampuan ini harus terus diasah agar semakin mahir, sehingga mampu menghasilkan narasi yang bermanfaat bagi satuan maupun pengembangan diri masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dalam workshop ini terus dipraktikkan. Menurutnya, semakin sering seseorang menulis, semakin kuat kemampuan tersebut tertanam dalam pola pikirnya. Bahkan setelah lama tidak digunakan, keterampilan itu akan lebih mudah diaktifkan kembali karena telah menjadi kebiasaan.

Workshop yang diikuti 100 peserta secara luring dan 30 peserta secara daring dari jajaran penerangan serta perwakilan satuan TNI AD di berbagai wilayah Indonesia ini dirancang sebagai lokakarya yang memadukan teori dan praktik penulisan. Dimana peserta dibekali kemampuan mengolah fakta, menentukan sudut pandang, serta menyusun narasi yang komunikatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Direktur Utama Narabahasa Ivan Lanin menyampaikan bahwa menulis bukanlah kemampuan alamiah manusia, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan terus dilatih. Sebaliknya, yang secara naluriah dimiliki manusia adalah kemampuan untuk bercerita. Karena itu, peserta diajak memahami cara mengembangkan cerita menjadi tulisan yang runtut, efektif, dan bermakna, dengan menguasai struktur tulisan, mulai dari wacana, paragraf, kalimat, diksi, hingga ejaan.

Materi berikutnya disampaikan Produser Bespoke Lab sekaligus penulis Indira Saraswaty mengenai penyusunan narasi strategis dan teknik mengemas data serta informasi kedinasan menjadi tulisan yang relevan, menarik, dan mampu membangun opini publik yang konstruktif.

Pada sesi penutup, Kasubdislisstra Dispenad Letkol Inf Fikky Nur Kuncoro Jati, S.H., M.Han., memaparkan pemanfaatan teknologi _Artificial Intelligence_ (AI) sebagai pendukung proses penulisan. Menurutnya, AI mampu mempercepat pengolahan informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran manusia dalam memberi arah, nilai, empati, dan tanggung jawab pada sebuah tulisan. “AI dapat membantu kita menemukan kata-kata, tetapi hanya manusia yang mampu memberi tulisan arah, nilai, empati, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Pada akhir workshop diumumkan pemenang Karya Penulisan Terbaik, yaitu Koptu Eko W. Purnomo sebagai juara pertama, Lettu Chk Muhammad Rizky Royhan sebagai juara kedua, dan Serda M. Hasan Azwar sebagai juara ketiga. Apresiasi juga diberikan kepada tiga peserta teraktif, yakni Sertu Narotama, Sertu M. Asep, dan Letda Arh Budisep Silalahi.

Menutup kegiatan, Kadispenad melalui sambutan yang dibacakan Sesdispenad Kolonel Arh Budyanto Putro Sudarsono, S.E., M.Han., mengajak seluruh peserta menjadikan kemampuan menulis sebagai bagian dari budaya profesionalisme prajurit. Dengan kemampuan menulis yang terus berkembang, insan penerangan TNI AD diharapkan mampu menghadirkan komunikasi publik yang akurat, edukatif, humanis, dan adaptif sehingga semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD. *(Dispenad)*

Continue Reading

Trending