Connect with us

Metro

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Gelar Halal Bihalal 1445 H dan Silaturahmi

Published

on

Jakarta, – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mengadakan Halal Bihalal 1445 H dan Silaurahmi Masyarakat Perantauan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Se-Jabodetabek di Gedung BRIN Gatot Subroto Jakarta pada hari Sabtu, 11 Mei 2024.

 

Dr. Safrizal ZA, M.Si (PJ Gurbernur Kepulauan Bangka Belitung), saat ditemui awak Media Online mengatakan “Pada hari Sabtu (11/5) ini sebagaimana tradisi Bangka Belitung dengan adanya acara silaturahmi dan Halal Bihalal Masyarakat Bangka Belitung yang tinggal di Jabodetabek, maksud acara ini adalah bersilaturahmi dengan masyarakat diaspora Bangka Belitung bertemu, lepas rindu dan lepas kangen sambil kita saling memaafkan karena baru kita lepas dari perayaan Idul Fitri 1445 H.

 

Kita mengambil kesempatan untuk menjelaskan kondisi terakhir bagi Bangka Belitung agar masyarakat diaspora Bangka Belitung mengetahui situasi terakhir dan sekaligus menghimbau supaya masyarakat diluar Bangka Belitung agar memperhatikan Bangka Belitung dengan membantu apa yang mungkin bisa dilakukan agar ekonomi Bangka Belitung yang sedang kita pacu walaupun memang kita ada penurunan pertumbuhan ekonomi akibat dunia pertambangan kita yaitu Timah, tapi kita tidak surut semangat untuk disektor-sektor lainnya.

 

Kita punya target di bidang pertanian misalnya Padi dari 26% menjadi 36%, bawang dari 20% menjadi 50%, cabe dari 50% kita genjot menjadi 80% dan kita juga punya target-target yang harus kita penuhi minimum kita bisa memenuhi kebutuhan Bangka Belitung lewat produksi kita sendiri karena kita sebagian besar didapatkan dari sektor tambang Timah. Kita juga kurang rajin memproduksi dari sektor holtikultura dan ini harus digenjot supaya kita tetap stabil inflasi kita walaupun pertumbuhan ekonomi agak tersendat.

 

Untuk disektor dunia kreatif juga kita kembangkan termasuk pariwisata karena kita tahu sektor pariwisata Bangka Belitung lumayan bagus bahkan di Belitung sudah diakui sebagai salah satu situs geopark dan juga kita punya KEK pariwisata Tanjung Layang yang bisa digenjot lagi.

 

Oleh karena itu kami semangat untuk menambah jumlah flight dibandingkan dengan beberapa waktu yang lalu dan untuk hari ini saja jumlah flight kita sudah lumayan banyak rata-rata 8 flight per hari ke Bangka Belitung maupun ke Belitung. Dan kita terus sosialisasikan supaya masyarakat Indonesia bisa datang ke Bangka Belitung untuk menikmati pariwisata Bangka Belitung itu sendiri.

 

Disamping itu juga dari sektor UMKM saya merasa kita cukup kreatif untuk masyarakat Bangka Belitung termasuk dari orang yang kehilangan pekerjaan kita alihkan ke sektor kreatif, pertanian, UMKM dan sektor ekonomi hijau lainnya. Kalo untuk pembinaan UMKM kita terus menggenjot dan kini penambahannya luar biasa karena kita juga menargetkan UMKM sertifikasi halal ada sekitar ratusan ribu pelaku usaha.

 

Maka dari itu kita terus bekerja bersama Bupati, Walikota maupun Kepala Daerah lainnya supaya sektor UMKM halal kita dapat terus dikembangkan dan kita juga tidak berhenti dari sektor packaging dengan kita perbaiki dan ditingkatkan, disamping kita juga tingkatkan produksi kreativitas inovasi baru packaging marketing bisa kita mainkan semua di Bangka Belitung,” tutupnya.

Continue Reading

Metro

Sahabat Tani Indonesia Tempuh Jalur Hukum, Apresiasi Polda Metro Jaya Atas Ruang Aspirasi Petani

Published

on

By

Jakarta, – Sahabat Tani Indonesia menyatakan akan mengambil langkah hukum kepada Feri Amsari dengan melaporkan dugaan penyebaran informasi yang menyesatkan kepada aparat penegak hukum. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga ketertiban umum serta melindungi petani agar ruang publik tetap sehat dan stabil.

“Kami tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba memanipulasi informasi dan membenturkan masyarakat petani dengan pemerintah,” ujar, H. Ben Nofri Baso perwakilan Sahabat Tani Indonesia, Kamis (17/4/2026).

Ia menegaskan, penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dapat merugikan petani dan mengganggu stabilitas sektor pertanian. Karena itu, pelaporan ke aparat penegak hukum menjadi langkah tegas organisasi dalam melawan disinformasi.

Dalam kesempatan yang sama, Sahabat Tani Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Metro Jaya, khususnya Kapolda Metro Jaya, yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait pihak-pihak yang dinilai mencoba membenturkan masyarakat petani dengan pemerintah di bawah kepemimpinan saat ini.

“Kami berterima kasih kepada abangda Kapolda Metro Jaya yang sudah membuka pintu dialog. Ini bukti bahwa polisi hadir mendengarkan suara petani,” ucap H. Ben Nofri Baso Sahabat Tani Indonesia berharap sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat penegak hukum terus terjaga demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.

Continue Reading

Metro

Mualaf Tionghoa Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Ukhuwah dan Persatuan Bangsa

Published

on

By

Jakarta – Abdurrahman Ong, Klai Perwakilan Mandat dari organisasi-organisasi mualaf dan yayasan mualaf Indonesia, menegaskan pentingnya peran Persatuan  Islam Tinghoa Indonesia (PITI) dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun jembatan komunikasi lintas identitas di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Abdurrahman Ong menjelaskan bahwa esensi Islam yang inklusif dan penuh keindahan tercermin dalam semangat persaudaraan tanpa memandang perbedaan ras maupun latar belakang.

“Inti dari Islam adalah ukhuwah Islamiyah, di mana kita diajarkan untuk bergaul dengan sesama muslim tanpa melihat perbedaan ras. Islam itu indah, dan meskipun kita terlahir berbeda, pada dasarnya kita adalah satu tubuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesan persatuan tersebut tidak hanya ditujukan secara internal umat Islam, tetapi juga penting disampaikan secara eksternal sebagai upaya meredam potensi segregasi ras di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman harus dipandang sebagai rahmat yang memperkaya kehidupan berbangsa.

“Harapan kami, bangsa ini bisa melihat perbedaan sebagai rahmat. Justru dari perbedaan itulah kita bisa saling menguatkan,” katanya.

Abdurrahman Ong juga menekankan pentingnya syiar Islam yang inklusif kepada komunitas Tionghoa. Ia menyebut, mualaf Tionghoa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara identitas keislaman dan budaya Tionghoa.

“Kami membawa dua identitas sekaligus, sebagai Tionghoa dan sebagai Muslim. Dari situ kami bisa menjadi jembatan syiar dan komunikasi antar berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.

Dalam upaya memperkuat kerukunan, kegiatan yang digagas PITI juga melibatkan berbagai elemen, termasuk organisasi non-muslim dari komunitas Tionghoa. Hal ini dilakukan agar tercipta saling pengertian serta memperkuat rasa kebersamaan.

“Kami juga mengundang organisasi non-muslim Tionghoa agar mereka melihat bahwa komunitas ini ada, dan kita bisa hadir sebagai satu kesatuan yang besar,” tambahnya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar secara rutin setiap tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah, baik di masjid maupun tempat bernuansa budaya Tionghoa, sebagai simbol harmonisasi identitas.

Abdurrahman Ong menegaskan bahwa menjadi seorang Muslim tidak berarti meninggalkan identitas budaya Tionghoa, begitu pula sebaliknya.

Menurutnya, kedua identitas tersebut justru dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
“Kita tidak bisa meninggalkan salah satu identitas.

Justru kita harus mampu melebur dan menjadikan keduanya sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

FTPI Restui Promotor Maluku Gelar Sabuk Emas Presiden RI ke-III di Era Prabowo

Published

on

By

Jakarta – Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) memastikan Sabuk Emas Presiden RI ke-III akan digelar di era Presiden Prabowo Subianto. Untuk hajatan bergengsi itu, FTPI resmi mendukung Nikolas Johan Kilikily, SH., MH, promotor Pattimura Internasional Big Fight dari Maluku Barat Daya Promotion.

Kepastian dukungan disampaikan langsung oleh pencetus Sabuk Emas Presiden RI, Yance Rahayaan, http://S.Sos. Ia menegaskan langkah ini diambil setelah event Pattimura Internasional Big Fight 2026 tuntas digelar. “FTPI selaku pencetus akan mengantar promotor dari Maluku ini menuju Sabuk Emas Presiden RI ke-III,” ujar Yance yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas FTPI Pusat.

Sabuk Emas Presiden RI merupakan ajang tertinggi tinju profesional di tanah air. Sebelumnya, sabuk pertama diperebutkan pada 2016 di Gedung Balai Sarbini, Jakarta. Edisi kedua menyusul pada 2018 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI. Kedua event tersebut lahir di era Presiden Joko Widodo atas prakarsa Yance Rahayaan.

Ketua Umum FTPI Pusat Neneng A Tuty, SH menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah administratif. “Setelah Pattimura Internasional Big Fight selesai dan berhasil, FTPI akan menyurati Presiden dan Menpora. Kami mengusulkan Sabuk Emas Presiden RI ke-III dilaksanakan dengan promotor Nikolas Johan Kilikily,” tegas Neneng,

Menurut Yance, penunjukan promotor asal Maluku itu bukan tanpa alasan. Nikolas dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam pembinaan tinju nasional. “Beliau punya jiwa kepahlawanan Pattimura Muda Lawamena Haulala dan integritas tinggi. Komitmennya untuk tinju Indonesia tidak diragukan,” kata Yance, alumni FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.

Dengan dukungan penuh FTPI, Sabuk Emas Presiden RI ke-III diproyeksikan menjadi panggung kebangkitan tinju nasional sekaligus pembuktian kapasitas promotor daerah di level tertinggi.

Continue Reading

Trending