Connect with us

TNI / Polri

Komandan Lanal Bandung Pimpin Upacara Bendera 17’an

Published

on

TNI AL, Bandung,- Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Kolonel Laut (KH/W) Dr. Renny Setiowati, S.T., M.Sc., M.Tr.Hanla., memimpin pelaksanaan Upacara Bendera 17’an, bertempat di Lapangan Apel Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang No. 8, Kota Bandung, Jum’at (17/05/2024).

 

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., menyampaikan amanatnya yang dibacakan Komandan Lanal Bandung mengatakan bahwa pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas kerja keras, loyalitas dan dedikasi yang telah ditunjukan oleh seluruh Prajurit dan PNS TNI AL dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh negara kepada kita, berhasil dilaksanakan dengan baik.

 

Seperti kita ketahui bersama bahwa tantangan dan resiko tugas TNI AL kedepan akan semakin meningkat. Dinamika perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional yang sangat cepat dan kompleks, serta perkembangan teknologi menuntut fleksibilitas, kemampuan adaptasi dan ketangguhan yang luar biasa dari TNI AL untuk mampu bernavigasi pada kondisi yang penuh tantangan.

 

Peperangan kedepan semakin modern, tentunya hal tersebut menuntut seluruh Prajurit TNI AL untuk dapat menguasai teknologi terkini, sehingga kedepan mampu melaksanakan peperangan dengan konsep bertempur yang baru yaitu dengan menggunakan alutsista yang modern dan canggih.

 

Adapun salah satunya melalui pemenuhan kekuatan matra laut pada postur TNI AL tahun 2025-2045, dimana TNI AL menargetkan kekuatan bawah laut dengan menambah 12 unit kapal selam serta kapal selam kecil tak berawak (Unmanned Underwater vehicle). Beberapa kegiatan latihan saat ini sedang berlangsung, diantaranya Latihan Bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (Carat) Tahun 2024 bersama US Navy dan USMC di Lampung. Berikutnya, ada kegiatan latihan untuk melatih kemampuan peperangan ranjau yaitu Latihan Bersama Republic Of Singapore Navy (RSN) dalam Latma Joint Minex Pandu 2024 di Batam.

 

Selain kegiatan latihan, saat ini TNI Angkatan Laut juga telah merencanakan opsi rencana pemindahan personel ke IKN Nusantara di Kalimantan dengan rencana tahap awal pada September 2024, dan pemindahan selanjutnya menyesuaikan dengan arahan dari pemerintah serta melihat kesiapan infrastruktur di IKN. Salah satu agenda paling dekat yaitu rencana pelaksanaan Upacara Peringatan Kemerdekaan RI Tahun 2024 yang akan dilaksanakan di kawasan IKN.

 

Sebelum mengakhiri pengarahan ini, ada beberapa penekanan yang harus dipedomani dan dilaksanakan antara lain, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selalu beribadah dan berdo’a sebagai landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas, tingkatkan disiplin, dedikasi, loyalitas dengan senantiasa berpedonman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI dan Trisila TNI Angkatan Laut serta Panca Prasetya Korpri sebagai jati diri dalam melaksanakan tugas, cermati dinamika lingkungan strategis yang sulit diprediksi, guna mengantisipasi setiap perubahan situasi dan kondisi yang terjadi dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut, hindari segala bentuk pelanggara dan bijaklah dalam merespon berbagai informasi di media sosial yang dapat merugikan diri sendiri serta mencoreng nama baik institusi TNI Angkatan laut, dilarang menyebarkan informasi maupun dokumen yang  bukan menjadi tanggung jawab dan kewenangan kalian, serta tetap Jaga Netralitas TNI Angkatan Laut pada Pilkada serentak tahun 2024.

 

(Pen Lanal Bandung)

Continue Reading

TNI / Polri

Situasi Matraman dan Jalan Tambak Kondusif, Polda Metro Jaya Tangani Dua Perkara Secara Profesional

Published

on

By

Jakarta – Situasi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak, Jakarta Pusat, saat ini telah aman, terkendali, dan kondusif. Aktivitas masyarakat serta kegiatan perekonomian di sekitar lokasi kembali berjalan normal, termasuk aktivitas para pedagang dan pelaku UMKM.

Sebanyak 188 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik. Personel melaksanakan patroli, pengaturan akses, negosiasi, serta langkah-langkah persuasif untuk mencegah terjadinya keributan lanjutan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto pada _doorstop_ di lokasi kejadian mengatakan, pengamanan tetap dilakukan untuk mengantisipasi tindakan balasan maupun gangguan keamanan lainnya.

“Petugas tetap bersiaga dan melakukan pemantauan. Kami mengedepankan pendekatan persuasif agar situasi tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang,” kata Kombes Pol Budi.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, rangkaian peristiwa bermula ketika seorang pengendara sepeda motor ditegur karena menggeber kendaraannya. Pengendara tersebut kemudian diduga kembali bersama beberapa orang. Karena pihak yang dicari tidak ditemukan, terjadi perselisihan yang berujung pada dugaan perusakan gerobak milik warga di Matraman.

“Dalam perkara dugaan perusakan, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu GNA, AJL, FAM, dan ELL. Keempatnya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.

Penetapan tersangka didasarkan pada keterangan para saksi, rekaman kamera pengawas, dan alat bukti lainnya. Polisi juga mengamankan satu gerobak nasi uduk, satu DVR CCTV, dua sepeda motor, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.

Setelah peristiwa tersebut, terjadi dugaan pengeroyokan di Jalan Tambak yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Seorang lainnya berinisial D mengalami luka dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

Perkara dugaan pengeroyokan ditangani oleh penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan penahanan para tersangka dititipkan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, penyidik terus mendalami rangkaian kejadian dan keterlibatan setiap pihak.

“Penyidik telah memeriksa delapan saksi dan menetapkan tiga orang berinisial SK, AS, dan OR sebagai tersangka. Ketiganya telah diamankan, sementara kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat masih terus didalami,” kata AKBP Roby.

Kepolisian memastikan kedua perkara tersebut ditangani secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti. Setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai peran dan ketentuan hukum yang berlaku.

Para pihak yang berperkara telah menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara tersebut kepada Polda Metro Jaya. Masyarakat diimbau tetap menjaga situasi kondusif, menahan diri, tidak melakukan tindakan balasan, serta tidak terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya narasi bernuansa SARA yang dapat memperkeruh keadaan.

Continue Reading

TNI / Polri

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Ditutup, 124.276 Pengunjung Ramaikan Kegiatan Selama Lima Hari

Published

on

By

Jakarta – Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 resmi ditutup di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (25/7/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74.

Penutupan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Bhayangkari Martha Dedi Prasetyo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan lancar.

“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 secara resmi ditutup,” ujar Martha.

Acara penutupan dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya, para pejabat utama Polda Metro Jaya, serta para Kapolres jajaran Polda Metro Jaya.

Turut hadir Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari, Ketua Panitia Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74 Tahun 2026 Yuli Ramdhani Hidayah, para Ketua Bhayangkari Gabungan 01 sampai 06, Ketua Bhayangkari Cabang Berdiri Sendiri, serta Ketua Bhayangkari Daerah se-Indonesia.

Ketua Panitia Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026, Ny. Yayas Syahardiantono, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema “Nusantara Berdaya, Bhayangkari Berkarya” dan diselenggarakan sejak 21 hingga 25 Juli 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan bazar tahun ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Hal tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah stan, meningkatnya kualitas dan keragaman produk, serta tingginya antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung.

“Sejak hari pertama hingga hari terakhir, kita telah menyaksikan bagaimana produk-produk UMKM menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian bangsa,” kata Yayas dalam laporan kegiatan.

Pada penyelenggaraan kelima tahun ini, Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara untuk pertama kalinya menempati Hall A, Hall B, dan Cendrawasih JCC. Sebanyak 727 stan ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai produk unggulan dari pelaku UMKM Bhayangkari maupun masyarakat umum.

Produk yang ditampilkan meliputi batik, tenun, songket, ulos, kebaya, tas, aksesori, perhiasan, kain tradisional, kerajinan daerah, produk rumah tangga, kosmetik, serta berbagai kuliner dan minuman khas Nusantara.

Hingga malam penutupan, jumlah pengunjung tercatat mencapai 124.276 orang. Tingginya kunjungan tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap produk lokal dan karya para pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Yayas menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Bhayangkari, para peserta, pelaku UMKM, panitia, personel Polri, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara dapat terus menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kreativitas dan daya saing.

Penutupan bazar menjadi puncak rangkaian kegiatan yang menegaskan komitmen Bhayangkari bersama Polri dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, pengembangan produk lokal, serta pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Continue Reading

TNI / Polri

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, SPN Polda Kaltim Gandeng Pemerintah, Akademisi, OJK, dan Tokoh Daerah Wujudkan Cyber Resilient Community

Published

on

By

Kukar – Komitmen membangun masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber terus diperkuat oleh Sekolah Polisi Negara Polda Kalimantan Timur melalui pengembangan Program Cyber Resilient Community (CRC). Program yang diinisiasi Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya, S.I.K., tersebut mendapat respons positif sekaligus dukungan luas dari berbagai instansi pemerintah, lembaga legislatif, regulator, dunia akademik, hingga tokoh masyarakat di Kalimantan Timur.

Sebagai langkah memperluas implementasi program, Kepala SPN Polda Kaltim melaksanakan serangkaian kegiatan silaturahmi, audiensi, dan studi banding dengan sejumlah stakeholder strategis, di antaranya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur, serta sejumlah tokoh daerah seperti Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan H. Adji Muhammad Arifin, dan jajaran Kelurahan Damai Bahagia Kota Balikpapan.

Dalam berbagai pertemuan tersebut, Kombes Pol Pepen menyampaikan bahwa Program Cyber Resilient Community merupakan inovasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kesadaran terhadap keamanan siber, serta membangun kemampuan masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan serta tindak kejahatan finansial berbasis teknologi.

Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan siber tidak dapat dilakukan oleh institusi kepolisian semata, tetapi membutuhkan kolaborasi aktif seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, regulator, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Cyber Resilient Community merupakan gerakan bersama yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan seluruh stakeholder, kami optimistis masyarakat akan semakin siap menghadapi tantangan di era digital,” ungkapnya.

Dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun DPRD Provinsi Kalimantan Timur menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas literasi digital masyarakat. Kedua institusi tersebut menilai Program CRC sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman di ruang siber.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, dan OJK Provinsi Kalimantan Timur diharapkan mampu memperkaya implementasi program melalui dukungan riset, pengembangan materi edukasi, pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan pemahaman terkait keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

Sementara itu, dukungan dari para tokoh daerah dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh diharapkan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan digital serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor yang dibangun SPN Polda Kaltim merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan keamanan di era transformasi digital.

“Keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, lembaga legislatif, dunia pendidikan, regulator, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman kejahatan digital,” ujar Kombes Pol Tedy.

Ia menambahkan, Program Cyber Resilient Community bukan sekadar program edukasi, melainkan gerakan kolaboratif yang bertujuan membangun budaya sadar keamanan siber secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Melalui kolaborasi yang terus diperkuat ini, kami berharap Program Cyber Resilient Community mampu menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang dapat diterapkan secara luas. Semakin tinggi literasi digital masyarakat, maka semakin kuat pula kemampuan kita dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan mewujudkan ruang digital yang aman, produktif, serta mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.

Continue Reading

Trending