Connect with us

TNI / Polri

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Bandung Resmi Dijabat Kolonel Laut (P) Muhammad Taufik, M.Tr.Hanla., M.M.

Published

on

TNI AL, Bandung,- Tongkat Kepemimpinan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung diserahterimakan oleh Komandan Lantamal III Jakarta Brigadir Jenderal TNI (Mar) Harry Indarto, S.E,M.M., dari Kolonel Laut (KH/W) Dr. Renny Setiowati, S.T., M.Sc., M.Tr.Hanla., kepada Kolonel Laut (P) Muhammad Taufik, M.Tr.Hanla., M.M., serta sekaligus Pengangkatan Ketua Cabang 9 Korcab III DJA I, Wakil Ketua Dharma Pertiwi Daerah C Ny. Ulfah Muhammad Taufik oleh Ketua Korcab III Daerah Jalasenastri Armada I, bertempat di Mako Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari No.2, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, Rabu (11/09/2024).

 

Dalam sambutannya, Danlantamal III Jakarta mengatakan bahwa  Upacara Serah Terima Jabatan ini adalah hal yang wajar dalam dinamika suatu organisasi, sebagai wujud regenerasi pengawak organisasi menuju yang lebih efektif, efisien dan modern. Hal ini juga merupakan suatu penghargaan dan kepercayaan pemimpin TNI Angkatan Laut dalam rangka pembinaan organisasi sehingga bisa mengikuti perkembangan lingkungan yang sangat dinamis dan strategis.

 

Dengan pengalaman penugasan yang beragam dan berjenjang, diharapkan perwira yang memperoleh kesempatan dan kepercayaan mengemban jabatan akan mampu meningkatkan wawasan pengetahuan serta meningkatkan kualitas kepemimpinan. Hendaknya disadari bahwa seiring dengan perkembangan lingkungan yang sangat dinamis, tantangan tugas kedepan semakin kompleks dan mencakup dimensi yang lebih luas, untuk itu perlu kerja keras dan kerja cerdas dalam melaksanakan tugas.

 

Atas nama pribadi dan jajaran Lantamal III, menyampaikan ucapan terima kasih serta penghargaan yang tinggi kepada Kolonel Laut (KH/W) Dr. Renny Setiowati, S.T., M.Sc., M.Tr.Hanla., yang telah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab jabatan sebagai Komandan Lanal Bandung dengan baik. Selama ini, telah banyak upaya-upaya yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas satuan kerja. Demikian pula tugas-tugas yang telah kita lakukan bersama dalam upaya mewujudkan keberhasilan Lantamal III.

 

Saya berharap, pengalaman tugas dan kerjasama yang telah diperoleh selama ini, dapat dijadikan sebagai pelajaran dan bekal tugas pada jabatan selanjutnya, sehingga keberhasilan demi keberhasilan selalu menyertai perjalanan karier saudara. Selanjutnya harapan yang sama saya letakkan dipundak Kolonel Laut (P) Muhammad Taufik, M.Tr.Hanla., M.M., seiring dengan ucapan saya juga berharap saudara dapat mengembangkan potensi diri dengan memunculkan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat semakin mendorong kemajuan TNI Angkatan Laut.

 

Kedepan yang akan saudara hadapi di wilayah kerja masing-masing adalah terkait pemilihan kepala daerah secara serentak yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 November 2024. Saya tekankan, jaga keamanan, jaga netralitas kita sebagai TNI dan tidak berpolitik praktis dalam pilkada tersebut.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Ketua Jalasenastri Korcab III DJA I beserta Pengurus Jalasenastri Korcab III DJA I, Wadan Lantamal III Jakarta, para Asisten Danlantamal III, para Komandan Satuan Jajaran Lantamal III Jakarta, dan para Danlanal Jajaran Lantamal III Jakarta, serta Palaksa Lanal Bandung, dan Perwira Staf Lanal Bandung.

 

(Pen Lanal Bandung)

Continue Reading

TNI / Polri

Hadiri HUT KSPSI ke-53, Kapolri Tegaskan Dukung Perjuangan Buruh

Published

on

By

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Siagakan 1.919 Personel Amankan Perayaan Imlek Tahun 2026 di Jakarta

Published

on

By

Jakarta – Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 1.919 personel gabungan dalam rangka pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan perayaan masyarakat Tionghoa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kekuatan personel tersebut terdiri dari 155 personel Polda Metro Jaya, 1.106 personel Polres jajaran, 225 personel TNI, 217 personel Satpol PP, 123 personel Dinas Perhubungan, 53 personel Dinas Kesehatan, serta 40 personel Dinas Pemadam Kebakaran. Seluruh unsur bersinergi dalam pola pengamanan terpadu di lokasi ibadah, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta titik-titik keramaian lainnya.

Pengamanan secara khusus difokuskan pada 165 vihara yang tersebar di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Personel ditempatkan untuk melaksanakan penjagaan, pengaturan lalu lintas, sterilisasi lokasi sebelum ibadah, serta patroli di sekitar area guna memastikan kegiatan berlangsung dengan aman dan khidmat.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan bahwa pengamanan dilaksanakan secara terbuka dan tertutup dengan mengedepankan pendekatan humanis serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pengamanan Perayaan Imlek Tahun 2026 dilaksanakan secara terpadu bersama TNI dan pemerintah daerah. Kami memastikan 165 vihara yang melaksanakan ibadah mendapatkan pengamanan maksimal sehingga masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya Senin (16/2/2026).

Selain penjagaan dan patroli wilayah, Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar lokasi perayaan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan pada jam ibadah dan puncak kunjungan masyarakat.

Polda Metro Jaya mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 110 yang aktif selama 24 jam.

Continue Reading

TNI / Polri

Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba, Polri Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Oknum Internal

Published

on

By

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam memberantas tindak pidana narkotika tanpa pandang bulu, termasuk terhadap oknum internal Polri. Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Edison Isir, dalam doorstop di Lobby Lantai 1 Gedung Divhumas Polri, Minggu (15/2) malam.

Kadivhumas Polri menyampaikan bahwa Bareskrim Polri telah menetapkan mantan Kapolres Bima Kota berinisial AKBP DPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Penetapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan jaringan narkoba yang sebelumnya melibatkan anggota Polri lain di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Sebagai institusi penegak hukum yang mengemban amanat untuk memberantas segala bentuk tindak pidana, termasuk narkotika yang merupakan kejahatan luar biasa, Polri tidak mentoleransi segala bentuk penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, baik oleh masyarakat maupun oknum internal Polri,” tegas Kadivhumas Polri.

Pengungkapan perkara bermula dari penangkapan dua asisten rumah tangga milik tersangka anggota Polri BRIPKA KIR dan istrinya AN, dengan barang bukti sabu 30,415 gram di rumah pribadi keduanya. Dari hasil pengembangan Ditresnarkoba Polda NTB, ditemukan keterlibatan AKP ML dalam jaringan tersebut.

Pemeriksaan lanjutan oleh Bidpropam Polda NTB terhadap AKP ML menunjukkan hasil positif amfetamin dan metamfetamin. Penggeledahan di ruang kerja dan rumah jabatan AKP ML kemudian menemukan lima paket sabu seberat 488,496 gram. Dari keterangan AKP ML, terungkap dugaan keterlibatan AKBP DPK.

Tim gabungan Biro Paminal Divpropam Polri dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri selanjutnya melakukan penggeledahan di rumah pribadi AKBP DPK di Tangerang pada 11 Februari 2026. Dari lokasi tersebut, penyidik menemukan sabu 16,3 gram, ekstasi 50 butir, alprazolam 19 butir, Happy Five 2 butir, dan ketamin 5 gram.

Atas perbuatannya, AKBP DPK dijerat Pasal 609 ayat (2) huruf a KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Ketentuan Pidana serta Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun dan denda hingga Rp2 miliar.

Kadivhumas menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi tersangka meski berasal dari internal Polri. Saat ini AKBP DPK masih menjalani penempatan khusus oleh Divpropam Polri sembari menunggu proses kode etik yang dijadwalkan 19 Februari 2026.

“Pimpinan Polri sudah tegas menjamin tidak ada impunitas bagi personel Polri yang terlibat jaringan narkotika. Kami justru menerapkan standar pemeriksaan yang lebih ketat guna menjaga marwah institusi,” ujar Kadivhumas.

Polri juga telah membentuk tim gabungan Ditipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB untuk mendalami jaringan lebih luas, termasuk mengejar bandar berinisial E yang diduga menjadi pemasok narkotika kepada para tersangka. Berdasarkan pemeriksaan sementara, keterlibatan jaringan ini diperkirakan berlangsung sejak Agustus 2025.

“Jika ditemukan lagi personel yang terlibat mendukung kegiatan ilegal ini, kami akan proses hukum dan kode etik tanpa terkecuali. Ini wujud komitmen Polri dalam perang terhadap narkoba yang mengancam generasi bangsa,” tegas Kadivhumas.

Polri mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Dukungan publik dinilai menjadi faktor penting dalam upaya pemberantasan narkotika secara menyeluruh di Indonesia.

Continue Reading

Trending