JAKARTA — Kolaborasi PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Industri (Rekin) melalui Joint Operation (JO) Timas-Rekin mempertegas kemampuan kontraktor Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) dalam negeri dalam menggarap proyek energi panas bumi berskala besar.
JO Timas-Rekin yang dibentuk pada 2024 kini dipercaya mengerjakan dua proyek geothermal strategis nasional, yakni Salak Unit 7 Development Project di Gunung Salak, Jawa Barat, dan Dieng Unit 2 Project di kawasan Dieng, Jawa Tengah.
Corporate Communication Manager PT Timas Suplindo, Ahmad Rifai, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan nasional memiliki kapabilitas untuk menangani proyek energi secara terintegrasi, mulai dari tahap engineering, procurement, construction hingga commissioning.
“Kami 100 persen anak bangsa. JO Timas-Rekin hadir untuk menunjukkan bahwa kontraktor EPC lokal memiliki kapabilitas penuh dan mampu bersaing dalam menggarap proyek-proyek geothermal nasional,” ujar Ahmad saat ditemui dalam pameran geothermal di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Untuk proyek Salak Unit 7 Development Project, JO Timas-Rekin bekerja sama dengan Star Energy Geothermal sebagai klien. Sementara itu, proyek Dieng Unit 2 dikerjakan untuk PT Geo Dipa Energi (Persero).
Berbekal Pengalaman Panjang
Ahmad menjelaskan, kemampuan JO Timas-Rekin ditopang pengalaman panjang kedua perusahaan dalam mengerjakan berbagai proyek infrastruktur energi.
PT Timas Suplindo telah berdiri sejak 1989, sedangkan Rekin telah berkiprah sejak 1981. Selama puluhan tahun beroperasi, kedua perusahaan telah menangani berbagai proyek, baik di sektor energi maupun industri lainnya.
Pengalaman tersebut mencakup proyek minyak dan gas bumi, petrokimia, pulp and paper, pupuk, hingga jasa engineering dan konstruksi di dalam maupun luar negeri.
Menurut Ahmad, rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kapasitas kontraktor nasional, khususnya dalam menghadapi kebutuhan proyek energi baru dan terbarukan yang memiliki tuntutan teknis tinggi.
“Pengalaman yang dimiliki kedua perusahaan menjadi kekuatan bagi JO Timas-Rekin untuk mengerjakan proyek-proyek energi bersih dengan standar dan tuntutan teknis yang tinggi,” katanya.
Dorong Penguasaan Teknologi
Keikutsertaan JO Timas-Rekin dalam pameran geothermal di Jakarta juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kemampuan, inovasi, serta teknologi yang dikembangkan pelaku industri dalam negeri.
Selain membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, kehadiran perusahaan dalam ajang tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai peran panas bumi sebagai salah satu sumber energi bersih yang potensial bagi Indonesia.
“Melalui keikutsertaan dalam pameran ini, kami berharap dapat makin mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa geothermal merupakan sumber energi bersih masa depan,” ujar Ahmad.
Dia menambahkan, JO Timas-Rekin akan terus mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur energi bersih sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE).
“Kami siap terus berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang berbasis energi bersih,” tutur Ahmad.
Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, JO Timas-Rekin menilai keterlibatan kontraktor nasional dalam proyek geothermal bukan hanya penting untuk mendukung percepatan pembangunan pembangkit energi bersih, tetapi juga menjadi peluang memperkuat kemandirian industri nasional.
Kolaborasi Timas Suplindo dan Rekin melalui dua proyek geothermal tersebut sekaligus menunjukkan semakin besarnya ruang bagi perusahaan dalam negeri untuk mengambil peran dalam rantai pasok dan pembangunan infrastruktur energi strategis Indonesia.
