JAKARTA — Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Menteng menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat” di Aula HKBP Menteng, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Forum tersebut membahas pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam membangun generasi dan bangsa yang kuat.

Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI), Prof. Angel Damayanti, Ph.D., yang hadir sebagai pembicara, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang tangguh.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan ketahanan pribadi sebelum seseorang berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.

“Perempuan di tengah keluarga bertugas menghasilkan keluarga yang tangguh dan resilien. Dari keluarga inilah lahir pribadi-pribadi yang kuat, yang kelak membawa perubahan bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Angel seusai acara.

Ia mengatakan, tantangan keluarga saat ini semakin kompleks, terutama dalam mendampingi anak dan menghadapi dinamika pergaulan remaja. Karena itu, perempuan perlu memiliki ketahanan diri sekaligus mampu menjadi pendamping dan teladan bagi anggota keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Angel memperkenalkan konsep “4P” yang dinilainya penting dimiliki perempuan dalam menjalankan perannya di tengah keluarga.

Pertama, Pray (Berdoa). Perempuan diharapkan menjadi tiang doa bagi keluarga dengan senantiasa mendoakan anak, suami, serta anggota keluarga lainnya.

Kedua, Perseverance (Ketekunan). Ketekunan tidak hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga dengan memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan kepada anak.

Ketiga, Presence (Kehadiran). Menurut Prof. Angel, kehadiran orang tua menjadi hal penting dalam proses tumbuh kembang anak. Perempuan diharapkan hadir dan mendampingi keluarga ketika anak maupun suami menghadapi persoalan.

Keempat, Persevering Exemplar (Teladan). Perempuan perlu konsisten menjadi panutan melalui sikap dan perilaku sehari-hari sehingga nilai-nilai yang diajarkan kepada anak tidak berhenti pada kata-kata, tetapi terlihat dalam tindakan.

Prof. Angel menekankan bahwa perempuan tangguh tidak berarti harus mampu menghadapi seluruh persoalan seorang diri layaknya sosok “Wonder Woman”. Ketangguhan, kata dia, justru perlu dibangun melalui spiritualitas, iman, dan hubungan yang kuat dengan Tuhan.

“Panggilan Kristus bagi perempuan adalah melekat pada Kristus. Ibarat cabang dan ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar, selama terus melekat, ia akan terus kuat dan menghasilkan buah-buah manis yang dinikmati oleh keluarganya,” jelasnya.
Dorong Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Perempuan

Dalam dialog tersebut, Prof. Angel juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah semakin memperhatikan kualitas pendidikan dan kesejahteraan perempuan di Indonesia.

Ia mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan serta meningkatkan dukungan bagi perempuan, termasuk guru, dosen, dan tenaga pendidik yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi bangsa.

“Harapan kami kepada Pak Prabowo, mohon perhatikan kesejahteraan dan pendidikan perempuan. Buka kesempatan edukasi seluas-luasnya, berikan banyak beasiswa bagi perempuan Indonesia, termasuk guru dan dosen perempuan,” katanya.

Menurutnya, kontribusi perempuan tidak terbatas pada lingkungan rumah tangga. Perempuan juga memiliki peran besar di sektor pendidikan sebagai guru, dosen, tenaga profesional, serta pembentuk karakter generasi muda.

“Sebab perempuan tidak hanya berperan di rumah, tetapi juga mendidik di sekolah dan kampus,” pungkas Prof. Angel.

Dialog Kebangsaan HKBP Menteng tersebut pada akhirnya menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga berawal dari kekuatan keluarga. Ketahanan keluarga, pendidikan, keteladanan, dan penguatan peran perempuan dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi Indonesia yang tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.