YOGYAKARTA — Sepakat memperkuat pembangunan dari tingkat akar rumput, Pirukunan Tuwanggana se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pelatihan peningkatan kapasitas perencanaan pembangunan di Hotel Grand Malioboro, Dagen, Yogyakarta.

Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh 40 peserta perwakilan Tuwanggana dari empat kabupaten dan satu kota se-DIY.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pirukunan Tuwanggana DIY, Ir. Ari Bowo Laksono, yang hadir mewakili Ketua Pirukunan Tuwanggana DIY, KPH Notonegoro. Dalam sambutannya, Ir. Ari Bowo Laksono menegaskan bahwa Tuwanggana memiliki peran vital sebagai ujung tombak yang memahami betul denyut nadi dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Pelatihan ini digagas agar para Tuwanggana memiliki keterampilan (skill) mumpuni dalam merancang serta mengawal arah pembangunan wilayahnya secara terukur.

Rangkaian materi pelatihan disajikan secara berkesinambungan oleh jajaran narasumber lintas sektor.

Tahap awal pembekalan dimulai oleh Baperida DIY yang memaparkan teknik penggalian aspirasi serta identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat.

Sesi ini membekali peserta dengan metode pemetaan wilayah yang objektif agar usulan pembangunan yang dirancang benar-benar berakar pada realitas dan potensi lokal di tingkat bawah.
Alur pelatihan kemudian berlanjut pada penguatan fungsi institusional yang disampaikan oleh Paniradya Kaistimewan bersama Dinas PMK DIY.

Pada sesi ini,peserta diperdalam pemahamannya mengenai peran strategis Tuwanggana dalam mengawal perencanaan pembangunan kalurahan. Penekanan diberikan pada pentingnya menyelaraskan program di tingkat lokal agar terintegrasi secara harmonis dengan arah kebijakan Keistimewaan DIY.
Sebagai puncak penutup materi, praktisi akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Bambang Suwignyo, membedah teknik penyusunan prioritas pembangunan berbasis data. Melalui pendekatan akademis dan praktis tersebut, para peserta diajak untuk mampu memformulasi program kerja berdasarkan data konkrit, sehingga penentuan skala prioritas pembangunan dapat berjalan lebih presisi, efisien, dan tepat sasaran.

Melalui pembekalan materi yang runtut dan intensif selama dua hari ini, Pirukunan Tuwanggana se-DIY siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan kalurahan demi mendorong pembangunan yang inklusif, berbasis data, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jogja.

Jurnalis Budi Legowo Santoso