JAKARTA — Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya (VJDJ) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-41 dengan mengusung tema “Berkarya dalam Kebajikan”. Puncak peringatan di Jakarta, Minggu (30/8/2026), ditandai dengan penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba, peluncuran buku perjalanan vihara, serta album perdana berisi lagu-lagu Buddhis.
Ketua Dayaka Sabha Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, Yunico Husien, mengatakan rangkaian peringatan HUT ke-41 telah dimulai sejak sebulan sebelumnya. Berbagai kegiatan dan perlombaan digelar setiap akhir pekan untuk melibatkan umat serta komunitas Buddhis.
“Satu bulan sebelumnya, setiap Sabtu dan Minggu kita mengadakan berbagai macam perlombaan untuk memeriahkannya. Seperti lomba baca Paritta, baca Dhammapada, ada juga olahraga bulu tangkis, catur, dan tenis meja. Total ada 11 macam perlombaan,” kata Yuniko.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti umat dari lingkungan VJDJ, tetapi juga melibatkan perwakilan vihara, cetiya, kampus, hingga sekolah-sekolah di wilayah Jabodetabek.

Puncak perayaan HUT ke-41 menjadi momentum penting bagi VJDJ karena tidak sekadar diisi kegiatan seremonial. Pada kesempatan tersebut, pengurus menyerahkan piala kepada para pemenang lomba sekaligus meluncurkan buku berjudul “Berjam-jam dalam Dhamma”.
Buku tersebut mengabadikan perjalanan VJDJ sejak awal berdiri hingga memasuki usia lebih dari empat dasawarsa. Peluncuran buku diharapkan menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah serta perkembangan VJDJ dalam perjalanan kehidupan umat Buddha, khususnya tradisi Theravada di Indonesia.
Selain buku, VJDJ untuk pertama kalinya meluncurkan album berisi tujuh lagu Buddhis karya Dayaka Sabha VJDJ.
“Ada tujuh buah lagu yang sudah di-launching dan sudah bisa didengarkan di platform musik seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, Instagram, dan TikTok,” ujar Yuniko.
Puncak perayaan tersebut turut dihadiri Pembimas Buddha Provinsi DKI Jakarta Suliarna, Penyelenggara Bimas Buddha Kota Jakarta Utara Mugiyanto, serta keluarga besar Theravada Indonesia yang terdiri atas Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia, Wanita Theravada Indonesia, Pemuda Theravada Indonesia, dan Athasilani Theravada Indonesia.
Sejumlah tokoh organisasi, donatur, dan umat Buddhis juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Cermin Perkembangan Theravada
Memasuki usia ke-41, VJDJ menjadikan momentum tersebut sebagai ruang refleksi untuk melihat perjalanan sekaligus memperkuat peran vihara dalam pengembangan kehidupan keagamaan umat Buddha.
Yuniko mengatakan VJDJ yang berdiri sejak 1985 memiliki posisi penting dalam perkembangan tradisi Theravada di Indonesia.
“Makna yang terdalam, vihara ini bukan hanya untuk mengembangkan ajaran Buddha di Jakarta. Karena Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya ini adalah induk, sebagai pusat Theravada di Indonesia. Jadi ini menjadi contoh buat vihara-vihara Theravada yang ada di Indonesia,” tuturnya.
Menurut Yunico, perjalanan selama 41 tahun bukan hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga tanggung jawab bagi pengurus dan umat untuk terus menjaga keberlanjutan lembaga serta meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat.
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangkaian HUT ke-41. Sebelum puncak perayaan, VJDJ menggelar aksi donor darah serta penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu korban bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Tahap pertama penghimpunan dana dari umat sudah kita serahkan ke sana. Tinggal menunggu finalisasi tahap akhir yang nanti akan kita serahkan ke Flores,” kata Yuniko.
Ia berharap rangkaian HUT ke-41 dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebajikan sekaligus mendorong VJDJ terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan dari pengurus, apa saja yang mau ditingkatkan dan masih dalam proses segera ditingkatkan, sehingga Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya ini menjadi semakin kokoh, bertumbuh, maju, dan jaya di masa mendatang,” pungkasnya.
