JAKARTA – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti memperluas akses karier internasional bagi mahasiswa dan alumninya melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) serta sejumlah perusahaan di Jepang.
Rektor ITL Trisakti Dr. Yuliantini, AMTrU, MM mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa mengikuti program magang hingga bekerja secara profesional di luar negeri, khususnya pada sektor transportasi dan logistik.
“Kami mengundang pihak KP2MI untuk lebih menjelaskan perlindungan migran di luar negeri. Jadi anak-anak mahasiswa yang ingin magang ataupun bekerja di sana sudah merasa aman,” ujar Yuliantini saat menghadiri Career Expo dan Halal UMKM Bazaar bertajuk “Translog Connect: Moving Talent Towards Success” di Auditorium Lantai 7 ITL Trisakti, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menurut dia, ITL Trisakti juga tengah menyiapkan pembentukan Migran Center sebagai pusat informasi bagi mahasiswa dan alumni yang ingin mengetahui peluang magang maupun bekerja di luar negeri.
Keberadaan pusat tersebut diharapkan tidak hanya memberikan informasi mengenai peluang kerja internasional, tetapi juga meningkatkan pemahaman calon pekerja mengenai prosedur keberangkatan dan perlindungan pekerja migran.
Lebih dari 200 mahasiswa ke Jepang
Yuliantini mengungkapkan, ITL Trisakti telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan di Jepang sejak 2023.
Hingga saat ini, lebih dari 200 mahasiswa telah mengikuti program magang hingga bekerja di Jepang. Sejumlah mahasiswa yang sebelumnya mengikuti program magang juga kembali ke Jepang untuk melanjutkan karier melalui skema Specified Skilled Worker (SSW).
“Sampai sekarang sudah mengirimkan lebih dari 200 mahasiswa untuk magang. Ada juga yang sudah kembali lagi ke sana untuk bekerja setelah mendapatkan visa SSW,” katanya.
Program tersebut, lanjut Yuliantini, disesuaikan dengan bidang keahlian yang dimiliki mahasiswa dan alumni. Beberapa bidang yang menjadi fokus antara lain manajemen udara dan bandara, logistik, serta perkeretaapian.
Sebelum diberangkatkan, peserta terlebih dahulu menjalani proses pendaftaran dan seleksi, kemudian mendapatkan pembekalan bahasa dan keterampilan selama sekitar enam bulan.
“Pendaftarannya nanti disesuaikan dengan keahliannya. Ada pelatihan bahasa sekitar enam bulan,” ujarnya.
Untuk gelombang berikutnya, ITL Trisakti merencanakan pemberangkatan peserta pada Februari mendatang.
Yuliantini menegaskan, program tersebut tidak dipungut biaya oleh pihak kampus.
Jajaki kerja sama dengan Austria
Selain Jepang, ITL Trisakti mulai membuka peluang kerja sama dengan negara lain. Salah satunya Austria yang akan melakukan pembicaraan awal dengan pihak kampus.
“Sementara ini kita dengan Jepang. Pihak dari Austria juga akan datang untuk pembicaraan awal. Kalau ada peluang, akan kami buka juga,” kata Yuliantini.
Menurut dia, perluasan jejaring internasional menjadi bagian dari upaya ITL Trisakti meningkatkan daya saing lulusan, khususnya dengan memberikan pengalaman bekerja di lingkungan profesional dan multikultural.
Yuliantini berharap semakin banyak mahasiswa dan alumni ITL Trisakti yang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengalaman profesional di luar negeri.
Pengalaman bekerja di luar negeri, menurut dia, dapat menjadi modal bagi peserta ketika kembali ke Indonesia, baik dari sisi kedisiplinan, sikap profesional maupun keterampilan.
“Harapannya semakin banyak mahasiswa atau alumni yang bisa bekerja di luar negeri untuk mendapatkan pengalaman baru, kedisiplinan, attitude, dan skill,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut juga dapat membuka peluang bagi lulusan untuk berkarier di perusahaan-perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia.
“Pas kembali ke Indonesia, mereka bisa bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di sini dan pastinya bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” pungkasnya.
