JAKARTA – Universitas Ibnu Chaldun (UIC) menggelar Ramah Tamah Wisuda Sarjana Pemuda 21 dengan tema “Merajut Kebersamaan untuk Masa Depan yang Lebih Baik” di Aula KNPI, Jakarta, Rabu (7/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum tasyakuran sekaligus mempererat silaturahmi hampir 200 wisudawan dan wisudawati angkatan 2022 asal Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di UIC.
Para lulusan tersebut merupakan penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui jalur aspirasi dan fasilitasi Hj. Tina Nur Alam ketika menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi X. Setelah mengikuti prosesi wisuda resmi yang sebelumnya digelar di kawasan Halim, para lulusan kemudian mengikuti ramah tamah sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Sityagiona Nur Alam, B.Com., S.I.Kom., mengingatkan para lulusan agar tidak menjadikan gelar sarjana sebagai titik akhir perjalanan pendidikan maupun pengembangan diri.
Ia menilai, tantangan yang sesungguhnya justru dimulai setelah seseorang menyelesaikan pendidikan tinggi. Karena itu, para lulusan didorong mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berpesan kepada adik-adik untuk jangan langsung puas diri. Kehidupan dan tantangan yang sebenarnya baru saja dimulai setelah lulus sarjana—bagaimana kita bisa bermanfaat bagi masyarakat, mendapatkan pekerjaan, serta mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dunia nyata,” ujar Sityagiona.
Menurut dia, gelar akademik harus menjadi modal awal bagi para generasi muda untuk melangkah lebih jauh, baik melalui dunia kerja, pengabdian kepada masyarakat, maupun dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sityagiona juga mendorong para alumni asal Sultra yang memiliki kesempatan dan dukungan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2). Pendidikan lanjutan dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi sebelum berkiprah lebih luas.
“Jika ada rezeki dan waktu lebih, lanjutkan segera ke jenjang S2. Bagi yang memilih bekerja, segera tunjukkan dedikasi terbaik untuk menjadi putra-putri daerah Sulawesi Tenggara yang membanggakan,” katanya.
Ia berharap para lulusan tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga semangat untuk terus belajar, bekerja keras, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah asal maupun masyarakat secara luas.
Ramah tamah tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang menjadi ruang refleksi atas perjalanan pendidikan para wisudawan, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarlulusan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya fase baru bagi hampir 200 alumni muda asal Sultra untuk mengembangkan potensi dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan kiprahnya secara positif serta menjadi generasi muda Sulawesi Tenggara yang berdaya saing dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.