JAKARTA, — Penghargaan BKPRMI Award 2026 menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, mendorong inovasi, dan meningkatkan kontribusi kader Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) bagi masyarakat dan umat.

Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) BKPRMI Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Edi Shaputra, yang menerima penghargaan kategori Kader Usaha Tunas Anak, mengatakan apresiasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga motivasi bagi seluruh kader untuk terus mengembangkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Minggu (25/10/2026)

Menurut Edi, kekuatan utama BKPRMI terletak pada keikhlasan, kebersamaan, dan komitmen para anggota serta pengurus dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi yang berorientasi pada pengabdian kepada umat.

“Penghargaan ini sangat positif karena memacu seluruh kader untuk terus berinovasi dan menjalankan perjuangan keumatan dengan ikhlas,” ujarnya.

Ia menegaskan, BKPRMI merupakan organisasi yang tumbuh bersama masyarakat dan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial, keagamaan, serta pembinaan generasi muda.

Karena itu, ia mengapresiasi berbagai program strategis Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI yang dinilai berperan penting dalam memperkuat organisasi dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat, terutama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

BKPRMI Memasuki Usia ke-49 Tahun

Memasuki usia ke-49 tahun, BKPRMI diharapkan terus berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perubahan zaman.

Edi menilai setiap periode kepemimpinan memiliki kontribusi dalam membangun dan memperkuat organisasi. Berbagai capaian maupun kekurangan yang muncul selama perjalanan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi yang perlu dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Ia berharap seluruh jajaran pimpinan BKPRMI mampu berpikir strategis, merumuskan program yang tepat sasaran, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap organisasi.

“Semua pimpinan organisasi BKPRMI harus berpikir secara strategis agar ke depan bisa lebih baik dan terus dicintai umat,” katanya.

Menurut dia, keberlanjutan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program di tingkat pusat, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pengurus di daerah dalam menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi kegiatan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Penghargaan Harus Menjadi Motivasi Pengabdian

Edi berharap penghargaan BKPRMI Award 2026 tidak berhenti sebagai pencapaian personal, melainkan menjadi penyemangat bagi seluruh kader untuk meningkatkan kualitas pengabdian di setiap tingkatan organisasi.

Ia menekankan pentingnya memperkuat kerja-kerja keumatan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, wilayah, hingga pusat. Setiap tingkatan kepengurusan diharapkan mampu menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lingkungannya masing-masing.

Menurutnya, BKPRMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan kemaslahatan umat karena keberadaan organisasi tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat.

“Kami berasal dari anak kandung umat, makan dari nasi umat, dan akan terus berjuang untuk umat,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai organisasi nirlaba, BKPRMI harus tetap menjaga nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam menjalankan program-programnya.

Edi juga berharap momentum penghargaan dan peringatan milad ke-49 BKPRMI dapat memperkuat konsolidasi organisasi, mendorong lahirnya kader-kader yang inovatif, serta meningkatkan peran pemuda dan remaja masjid dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat pengabdian yang berkelanjutan, BKPRMI diharapkan mampu memperluas kontribusinya dalam pembinaan generasi muda, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.