Connect with us

Metro

Ketua KJNI Jakarta, David Chandrawan Sukses Gelar Jalan Nordik Akbar Indonesia 2025 di TMII dan dibuka oleh Wagub DKI Jakarta

Published

on

Jalan Nordik Akbar Indonesia 2025 sukses digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Yang menggelar adalah Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Jakarta bekerja sama dengan berbagai instansi, yakni, Pemprov DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ikatan Alumni PPM School (IKA PPM), Ikatan Alumni Prasmul (IKA Prasmul), Bank BNI, BSP, Germany Brilliant, Cimory, Oxyndo, Hasema Phillips, Mandaya Royal Hospital, Kino Cap Panda, Jasamarga, Enervon Gold dan Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) se-Indonesia.

Kegiatan bertema “Nordik Menyatukan Nusantara” ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Jakarta, H. Rano Karno, S.Ip pada hari Ahad, 26 Oktober 2025, mulai pukul 07.30 WIB, di Gedung Sasana Utomo – Tugu Api TMII.

Ketua Panitia Jalan Nordik Akbar Indonesia (JNAI) 2025 yang juga Ketua Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Jakarta, David Chandrawan, S.T.,M.M, mengatakan, gelaran akbar ini diadakan untuk memperkuat kolaborasi melalui pendekatan budaya, media kreatif, dan penyediaan tim tanjidor sebagai pengiring kegiatan jalan nordik. “Kegiatan itu sekaligus sebagai bentuk kolaborasi promosi budaya Jakarta. Sekalian, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kebugaran masyarakat Indonesia dengan konsep silahturahmi dan semangat sumpah pemuda berbalut budaya, serta donasi kepada disabilitas dari pesantren,” paparnya.

David berkata, kegiatan ini menjadi bagian dari inisiatif berkelanjutan yang menekankan pentingnya Jalan Nordik Akbar Indonesia (JNAI) yang dihadiri 2300 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.  Ketua Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Jakarta itu menambahkan, kegiatan jalan nordik ini sekaligus untuk membudayakan olah raga sehingga meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot, serta menjaga kesehatan persendian.

“Hingga, jika masyarakat sehat, maka akan ada penurunan penggunaan dana BPJS,” ungkap David yang juga merupakan Ketua Umum Ikatan Alumni PPM School of Management, Tugu Tani – Menteng (IKA PPM) itu.

Digelar Meriah

Gelaran ini sangat meriah dan penuh keakraban. Ribuan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang dimeriahkan oleh deretan artis-artis ibu kota seperti Ita Purnamasari, pelantun lagu “Cintaku Padamu” dan “Biarkanlah” juga ada Lady Avisha, penyanyi lagu hits “ Tujuh Purnama”, “Di Balik Cahaya Ada Dia”, serta “Cahaya Hidupmu”, juga Madame Elz, serta BPlus dengan lagu lagu dari Koes Plus seperti “Diana”, “Kolam Susu”, “Andaikan Kau Datang”, “Why Do You Love Me”, “Kapan-Kapan”, ikut memeriahkan acara ini.

Alasan TMII Jadi Lokasi JNAI 2025

Mengenai alasan mengapa TMII dipilih sebagai lokasi acara? David Chandrawan menjelaskan, hal itu dikarenakan TMII adalah merupakan aset pemerintah yang menawarkan pengalaman unik untuk mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia dalam satu tempat.

Adapun mengenai bentuk acara, ketua dewan penasihat panitia JNAI yang juga Ketua KJNI BPD Jabodetabekpunjur, Ir. Nova Adriyanto, M.Sc bersama Ketua Bidang Acara JNAI 2025, S.M. Widyasari, S.K.M. M.M, menjelaskan mengenai konsep acaranya. “Acaranya akan berkonsep Betawi. Lalu, ada cara penyerahan donasi ke disabilitas. Juga ada hiburan berupa musik dengan menampilkan artis Ita Purnamasari, Lady Avisha, BPlus dan Madame Elz serta MC terkenal Teuku Jordan Zacky, dengan selingan penambahan unsur olah raga maupun pertunjukan kesenian tradisional lainnya,” ujar mereka kompak.

Tanggapan Wagub DKI Jakarta

Setelah membuka acara Jalan Nordik Akbar Indonesia 2025, Wagub DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, giat ini sangat penting untuk memotivasi banyak orang agar terus bersama mengharumkan kegiatan jalan nordik. “Karena, olah raga ini dapat merajut silaturahmi dan berbalut budaya dan mensehatkan warga negara Indonesia,” ujar Rano Karno.

Rute jalan nordik adalah sepanjang 3 KM. Para peserta mengelilingi lingkungan TMII yang begitu asri didukung udara yang bersih membuat kegiatan JNAI yang mengelilingi tempat wisata ini begitu menyenangkan.

Dan, membuat kehangatan serta kemesraan keluarga besar “nordiker” ketika jejak langkah kakinya menyelusuri jalan-jalan di TMII. Kata wagub, Pemrov DKI Jakarta menyambut baik giat Jalan Nordik Akbar Indonesia ini.

“Kita sangat terbuka sekali untuk Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Jakarta terkait kerja sama yang akan dibuat,” ucap Rano Karno.

Dengan pendekatan terbuka dan kolaboratif, Jakarta, ucap Wagub, diharapkan dapat menjadi kota global yang tidak hanya modern secara fisik, tetapi juga maju dan lebih sehat  untuk warganya. “Sebagai bentuk konkret dari kolaborasi ini, Pemprov DKI dan kadis budaya dan kadis olah raga juga mendukung acara dengan mengirimkan tim tanjidor dan kerja sama promosi,” imbuhnya.

Wagub Rano pun mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan jalan nordik tahun berikutnya agar tubuh menjadi sehat dan bugar. Serta, wagub menyapa “nordiker” di jalan nordik bersama itu.

Dihadiri Banyak Tokoh

Acara ini dihadiri banyak tokoh di antaranya Munjirin, Walikota Jakarta Timur, founder Nordik, Ir. Sumartoyo, M.M., D.B.A, Ketua BPP KJNI, Dr. Andi Ilham Said,M.M, Ir. Edy Sutrisman, M.M, Ketua Umum Alumni Sekolah Bisnis (Universitas Prasetiya Mulya & Institut IPMI), Juga, undangan VVIP lainnya, seperti Ratri Paramita, Pjs Presdir TMII, R-CEO BNI, Anak Agung Agustiya Novitayanti.

Peringati Hari Sumpah Pemuda

Jalan Nordik Akbar Indonesia 2025 ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda. Kegiatan positif ini untuk mengenalkan keberadaan jalan nordik kepada masyarakat.

Serta, mempererat hubungan dan membangun silaturahmi antar-pecinta jalan nordik sekaligus mengenalkan budaya Indonesia di TMI. Kegiatan dimulai dengan pemanasan Senam KJNI dilanjutkan Flashmob serta jalan sehat yang ditempuh dalam waktu 45-60 menit.

Selanjutnya, acara hiburan berupa musik dengan selingan penambahan unsur olah raga maupun pertunjukan kesenian lainnya dihadirkan. Juga, ada kegiatan santunan atau donasi kepada Individu Berkebutuhan Khusus (IBK) dari beberapa pesantren.

Acara puncak berupa pembagian ratusan doorprize mulai dari Logam Mulia, Smartphone dan TV Smart 43 Inch, TV 32 Inch serta ratusan hadiah lainnya dan penyuguhan musik kebersamaan dari artis Ita Purnamasari, BPlus, Lady Avisha dan Madame Elz serta MC Kondang nan Tampan, Teuku Jordan Zacky. Ini membuat suasana semakin pecah dan membuat kenangan indah tentang arti kebersamaan yang selalu sehat.

Sekilas tentang Jalan Nordik

Sebagai informasi, olah raga jalan nordik adalah olah raga berjalan kaki yang menggunakan dua tongkat penumpu. Olah raga satu ini menawarkan pengalaman berjalan kaki yang dapat memberi stimulasi efektif terhadap struktur tubuh agar lebih sehat.

Tongkat nordik yang digunakan merupakan alat yang terbuat dari composite carbonara (aluminium) dan sifatnya telescopic atau dapat diatur panjang-pendeknya. Di ujung bawah tongkat biasanya terdapat pangkal karet yang dapat diganti-ganti menyesuaikan medan (tempat) berjalan, dan terdapat antishock atau pegas di dalamnya.

Berbeda dengan jalan kaki biasa, jalan nordik dibekali sepasang tongkat ski selama berolah raga. Keunggulan dari olah raga ini adalah dapat membakar lebih banyak kalori karena otot punggung dan tangan ikut bergerak saat berjalan.

Sebelumnya diberitakan, sebagai salah satu founder Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI), Sumartoyo mengatakan, kebersamaan melakukan aktivitas bersama menciptakan “One Spirit”. “Yakni sehat dan guyub bersama,” papar dosen favorit di PPM School of Management, Tugu Tani – Menteng ini.

Sumartoyo pun mengajak masyarakat mewariskan semangat hidup yang sehat. “Jadi, mari kita wariskan Indonesia yang lebih Sehat Bugar Selaras (SBS) dan berdampak nyata,” cetus pria yang gemar berolah raga jalan nordik sehat itu.

Continue Reading

Metro

Faomasi Laia, S.H., M.H. Apresiasi Putusan PN Jakut: Bukti Nyata Hukum Masih Tegak

Published

on

By

Jakarta — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan putusan sela dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Budi, pada sidang pembacaan putusan pokok perkara Nomor: 1295/Pid.B/2025/PN JKT.Utr, yang digelar pada Kamis (29/1/2026).

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan perkara tidak dapat dilanjutkan karena terdapat cacat kewenangan penuntutan, sehingga proses hukum dinilai tidak memenuhi syarat formil sebagaimana diatur dalam KUHP Nasional dan KUHAP yang mulai berlaku efektif sejak 2 Januari 2026. Dengan demikian, terdakwa Budi dinyatakan bebas demi hukum.

Majelis Hakim menegaskan bahwa penerapan pasal-pasal dalam perkara ini tidak dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan, termasuk ketentuan pidana yang mensyaratkan pembuktian unsur perbuatan melawan hukum serta kebenaran materiil dari peristiwa yang didakwakan. Ketidakmampuan penuntut umum dalam memenuhi unsur tersebut menjadi dasar utama dikabulkannya putusan sela.

Apresiasi Kuasa Hukum

Usai persidangan, kuasa hukum terdakwa, Faomasi Laia, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Majelis Hakim atas putusan tersebut.

“Putusan sela hari ini adalah bukti konkret bahwa hukum dan keadilan benar-benar ditegakkan. Majelis Hakim telah menunjukkan independensi dan keberanian dalam menegakkan supremasi hukum sebagaimana diamanatkan KUHP Nasional,” ujar Faomasi.

Ia menegaskan bahwa dalam sistem hukum Indonesia, keadilan harus didahulukan apabila terjadi pertentangan dengan kepastian hukum, sebagaimana prinsip yang kini ditegaskan dalam KUHP baru.

Faomasi juga mengingatkan seluruh aparat penegak hukum agar membaca dan menerapkan undang-undang secara komprehensif, serta tidak melakukan praktik kriminalisasi yang berpotensi menyesatkan proses peradilan.

“Jika suatu perkara sebenarnya dapat dihentikan namun tetap dipaksakan hingga ke pengadilan, itu dapat dikategorikan sebagai penyesatan proses peradilan dan memiliki konsekuensi pidana, bukan sekadar pelanggaran etik,” tegasnya.

Pihak kuasa hukum menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan terhadap oknum penegak hukum yang diduga tidak menjalankan proses secara profesional, sekaligus meminta pengawasan ketat dari Mahkamah Agung guna menjaga marwah dan independensi peradilan.

Continue Reading

Metro

SCTV Hadirkan PPT Jilid 19 dan Lorong Waktu Jilid 2,Ramadhan Penuh Cinta

Published

on

By

Jakarta – SCTV kembali menghadirkan “Para Pencari Tuhan” yang akan mencapai Jilid ke-19 dengan tema “TOBAT, Woy…!”. Selain PPT Jilid ke-19, rangkaian program “Ramadan Penuh Cinta” di SCTV juga akan menghadirkan “Lorong Waktu Jilid 2” serta tausiyah Ustaz Pantun (Ustaz H. Taufigurrahman S.A.) di “Mengetuk Pintu Hati” dan “Mutiara Hati” bersama Prof. Dr Quraish Shihab.

Program variety show spesial “Gema Ramadan” serta segmen khusus Ramadan dari Liputan 6 yakni “Galeri Ramadan” juga turut mewarnai keragaman program SCTV di Ramadan 1447 H.
Tak ketinggalan, program aksi sosial tahunan “SCTV Cinta Anak Yatim” juga kembali hadir untuk memperkuat solidaritas dan berbagi kebahagiaan bersama pemirsa terutama para korban bencana di Sumatra dan Aceh.

Banardi Rachmad, Deputy Director Programming SCTV menyebut, “Ramadan Penuh Cinta” merupakan tradisi yang terus dijaga SCTV untuk menghadirkan suasana penuh makna di Bulan Suci Ramadan lewat aneka program terbaik khas SCTV, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan nilai positif yang dapat dipetik oleh para pemirsa.

“Selain program-program yang tetap menjadi ikon Ramadan SCTV, tahun ini kami juga menghadirkan serial baru ‘Petualangan Rahasia Queena’ serta program kuis “Tiba-Tiba Kuis’ yang diharapkan dapat semakin menyemarakkan suasana Ramadan pemirsa setia SCTV,” ujar Banardi dalam jumpa pers di SCTV Tower, Senayan, Jakarta pada Kamis (29/1/2026)

Momen jelang waktu sahur selama Ramadan, pemirsa SCTV akan ditemani dengan serial religi Para Pencari Tuhan Jilid 19 bertajuk “TOBAT, Woy…!” yang akan tayang setiap hari pukul 02.45 WIB. Serial ini dibintangi sejumlah nama ternama, antara lain Deddy Mizwar, Udin Nganga, Asrul Dahian, Jarwo Kwat, Tio Pakusadewo, Raihan Khan, Zairin Zain, Farisa Fasa, Angga Putra, dan lainnya.

Drama religi unggulan SCTV lainnya yang kembali hadir di layar kaca tahun 2025 lalu yakni “Lorong Waktu”, akan hadir kembali di Ramadan tahun ini dengan kisah yang semakin seru dan menarik. “Lorong Waktu Jilid 2” turut dibintangi oleh Deddy Mizwar, Lavicky Nicholas, Inara Azalea Ramadhania, Opie Kumis, Zoul Pandjoul, Ozzol Ramdhan, Baiti Syaghaf, Donny Damara, Agus Kuncoro, dan lainnya.

Serial “Lorong Waktu Jilid 2” yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan pukul 04.20 WIB dan akan ditayangkan kembali setiap hari selama bulan Ramadan pukul 13.30 WIB, hanya di SCTV.

Tahun ini, SCTV menghadirkan dua program baru yang akan hadir selama bulan Ramadan yakni Serial “Petualangan Rahasia Queena’ dan Program Kuis Tiba-Tiba Kuis’. “Petualangan Rahasia Queena”‘ dibintangi oleh Diandra Salsabila, Keanu Azka, Jehezkiel Leon, Cok Simbara, Ghazy Alhabsyi, Lintang D, Ebel Cobra, Ence Bagus, Delon Mercy, serta deretan aktor selebgram baru lainnya adalah program kuis “Tiba-Tiba Kuis’ yang akan dipandu oleh Baim Wong.

Dalam kuis ini, Baim Wong dan co-host akan menyambangi kampung-kampung di berbagai daerah dan mengajak para warga untuk ikut serta dalam kuis tersebut. Para peserta yang terlibat akan melalui tiga babak permainan dalam 2 menit yaitu babak pertanyaan Sekolah Dasar, tantangan hidup, dan sambung lagu untuk memperebutkan hadiah.

Jangan lewatkan momen keseruan Baim Wong berbagi kebahagiaan bersama warga dalam “Tiba-Tiba Kuis’ yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan pukul 12.30 WIB.

Selain itu, deretan program religi yang turut mengisi layar SCTV sepanjang bulan Ramadan antara lain “Mutiara Hati” dan “Mengetuk Pintu Hati”. Program dakwah “Mutiara Hati” bersama Prof. Dr. Quraish Shihab akan hadir menjelang waktu Subuh, Zuhur, dan Asar, menyajikan kajian yang dikaitkan dengan esensi kehidupan sehari-hari serta nilai-nilai ibadah di bulan Ramadan.

Sementara, “Mengetuk Pintu Hati” akan menemani pemirsa menjelang waktu berbuka puasa dengan rangkaian kisah inspiratif yang sarat pelajaran, mulai dari cerita para Nabi, Rasul, Sahabat, Tabiin, hingga kisah teladan orang-orang saleh. Kisah tersebut akan disampaikan oleh Ustaz H. Taufigurrahman S.O. dengan gaya berpantun khas yang penuh makna.

Dari program pemberitaan, Liputan 6 juga akan menghadirkan segmen khusus Ramadan lewat “Galeri Ramadan” yang menyajikan beragam informasi menarik seputar Ramadan mulai dari inspirasi gaya busana Ramadan, sajian kuliner khas Ramadan, rekomendasi tempat berbuka puasa, hingga berbagai informasi lainnya yang akan hadir setiap hari selama bulan Ramadan dalam program Liputan 6 Pagi dan Liputan 6 Siang.

Selain itu, pemirsa juga dapat menyaksikan jalannya Sidang Isbat 1 Ramadan 1447 H pada hari Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB dan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H. Segmen “Liputan Mudik” juga akan memberikan informasi terkini mengenai arus mudik dan arus balik Lebaran. Tak hanya itu, POV Spesial Ramadan juga akan hadir menemani pagi hari pemirsa SCTV setiap hari Minggu pukul 07.00 WIB.

Continue Reading

Metro

Dr. Joko Santoso Sekretaris Umum Perpustakaan Nasional RI : literasi Digital Penting Harus Disertai Kemampuan Memilah Informasi Yang Kredibel

Published

on

By

Jakarta – Di tengah derasnya arus media sosial dan maraknya konten instan, budaya membaca buku menghadapi tantangan yang semakin serius. Kondisi tersebut menjadi sorotan utama dalam kegiatan Bedah Buku dan Seminar Literasi Nasional bertajuk “Kutu Buku, Mengunyah Buku, Melahap Ilmu” karya Dr. Joko Nugroho, S.T., M.M., yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Lantai 1, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan ini menghadirkan akademisi, pustakawan, pegiat literasi, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap masa depan literasi nasional. Seminar ini menegaskan bahwa buku tetap memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia, meskipun teknologi digital terus berkembang pesat.

Salah satu narasumber utama sekaligus penyelenggara kegiatan, Dr. Joko Santoso, selaku Sekretaris Umum Perpustakaan Nasional RI dan Ketua Umum Ikatan Pustakawan Nasional, menegaskan bahwa literasi digital memang penting, namun harus disertai dengan kemampuan memilah informasi yang kredibel.

“Di era digital, sumber informasi di internet sangat melimpah. Namun tidak semuanya terkurasi dan tervalidasi. Oleh karena itu, membaca buku tetap menjadi hal yang penting karena buku melalui proses kurasi dan validasi yang ketat,” ujar Dr. Joko Santoso.

Menurutnya, perubahan zaman tidak dapat dihindari, sehingga pendekatan literasi juga harus menyesuaikan karakter generasi masa kini, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Ia mendorong pengembangan buku dengan pendekatan multimodal, tidak hanya berbasis teks, tetapi juga audio dan visual.

“Buku yang diminati generasi muda saat ini cenderung audio visual. Audiobook sudah mulai berkembang dan bahkan dipasarkan melalui media sosial. Ini menjadi alternatif bagi mereka yang kurang tertarik membaca buku tekstual,” jelasnya.

Meski demikian, Dr. Joko Santoso mengingatkan bahwa inovasi digital tidak boleh menghilangkan kedalaman pemahaman. Ia menyoroti maraknya audiobook yang diringkas menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), yang menurutnya sering kali kehilangan substansi.

“Ringkasan berbasis AI kadang tidak menarik dan kurang bernas. Jika ingin memahami suatu gagasan secara mendalam, mau tidak mau kita harus kembali membaca teks dan buku aslinya,” tegasnya.

Selain aspek literasi, ia juga menyoroti potensi besar industri perbukuan nasional. Berdasarkan data tahun 2024, sektor penerbitan buku disebut telah menyumbang sekitar 10 persen dari total industri kreatif Indonesia.

“Buku merupakan bagian penting dari industri kreatif. Potensi pasarnya masih sangat terbuka dan menjanjikan, baik untuk komunitas, swasta, maupun pelaku industri lainnya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bedah buku dan seminar literasi ini, para pemangku kepentingan berharap budaya membaca buku tidak tergerus oleh perkembangan teknologi, melainkan mampu beradaptasi secara cerdas tanpa kehilangan esensi literasi sebagai fondasi utama peradaban bangsa.

Continue Reading

Trending