Jakarta, 7 Agustus 2026 – PT DCM Indonesia memanfaatkan Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 untuk memperkenalkan teknologi terbaru Nucleoos CO2 Foaming Technology Superlight Polyurethane. Inovasi yang dibawa bersama STEMMA Italia tersebut diyakini mampu menjadi solusi bagi industri alas kaki nasional dalam menghasilkan produk yang lebih ringan, efisien, dan berdaya saing di pasar global.
Direktur DCM Indonesia, Ir. Gideon Solaiman, Dipl. STEMMA SRL, mengatakan teknologi Nucleoos menjadi salah satu inovasi unggulan yang dipamerkan DCM Indonesia kepada para pelaku industri selama ILF Expo 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
“Kami membawa teknologi Nucleoos CO2 Foaming Technology yang mampu menghasilkan polyurethane dengan bobot sekitar 30 hingga 35 persen lebih ringan dibandingkan teknologi konvensional. Density material yang sebelumnya berada di atas 0,50 kini dapat diturunkan hingga sekitar 0,18, sehingga menghasilkan outsole yang jauh lebih ringan namun tetap memiliki kekuatan dan daya tahan yang sangat baik,” ujar Gideon saat ditemui awak media di Booth DCM Indonesia, Hall B3, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jum’at (7/8/2026).
Menurut Gideon, teknologi yang telah dipatenkan tersebut menjadi peluang besar bagi produsen sepatu olahraga, sepatu keselamatan, hingga berbagai produk alas kaki lainnya untuk meningkatkan kualitas sekaligus efisiensi produksi.
Ia menjelaskan, dibandingkan teknologi supercritical yang selama ini dikenal di industri, sistem Nucleoos menawarkan proses produksi yang lebih sederhana, lebih cepat, dan tidak membutuhkan tahapan yang rumit sehingga mampu meningkatkan produktivitas pabrik.
Selama tiga hari penyelenggaraan ILF Expo 2026, DCM Indonesia mengaku mendapat respons positif dari para pengunjung dan pelaku industri. Sejumlah perusahaan telah melakukan pembicaraan awal untuk menjajaki penggunaan teknologi tersebut, meski sebagian masih menunggu perusahaan lain menjadi pionir.
“Di Indonesia biasanya masih banyak yang menunggu siapa yang memulai lebih dulu. Kami berharap ada perusahaan yang berani menjadi leader sehingga transformasi teknologi di industri alas kaki nasional bisa berjalan lebih cepat,” katanya.
Gideon menilai sudah saatnya industri alas kaki Indonesia mulai beralih dari penggunaan outsole berbahan karet menuju polyurethane yang lebih ringan tanpa mengurangi kualitas maupun daya tahannya. Menurutnya, sebagian besar negara produsen sepatu telah lebih dahulu mengadopsi teknologi polyurethane, sementara Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Ia berharap pemerintah turut memberikan dukungan terhadap percepatan adopsi teknologi manufaktur modern agar industri alas kaki nasional semakin kompetitif di tingkat internasional.
“Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi pengikut, tetapi mampu menjadi pelopor inovasi di industri alas kaki. ILF Expo menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan teknologi masa depan kepada para pelaku industri sehingga mereka semakin siap menghadapi persaingan global,” tegas Gideon.
Sebagai agen resmi mesin STEMMA Italia di Indonesia, DCM Indonesia terus menghadirkan berbagai solusi manufaktur modern untuk meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta mendukung perkembangan industri alas kaki nasional.
Keikutsertaan pada ILF Expo 2026 juga menjadi ajang memperluas kolaborasi dengan produsen sepatu dalam negeri maupun perusahaan berorientasi ekspor.
