JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian terjangkau di kawasan Manggarai, Jakarta Pusat, untuk Blok G dan Blok F. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Sejumlah tokoh dan pimpinan perusahaan turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Hasyim Joyohadikusumo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN), serta sejumlah pimpinan perusahaan yang memberikan dukungan terhadap pembangunan hunian tersebut.
Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PT KAI dan pimpinan perusahaan penyedia layanan air minum. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan kawasan hunian agar dilengkapi dengan infrastruktur dan layanan dasar yang memadai.
Maruarar mengatakan, pembangunan hunian terjangkau menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap tempat tinggal yang layak.
Program ini sangat baik untuk warga tidak mampu. Fokus kita adalah rumah susun bersubsidi. Banyak dukungan dari pihak swasta dalam bentuk hibah dari CSR perusahaan,” ujar Maruarar.
Menurut dia, dukungan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR), menjadi bagian penting dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain membangun hunian baru, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset negara agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Aset-aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diarahkan untuk mendukung penyediaan perumahan yang terjangkau.
Maruarar menegaskan, pembangunan hunian di Manggarai diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari penataan kawasan perkotaan yang lebih baik.
Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk mempercepat pembangunan rumah susun bersubsidi. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat kebutuhan hunian di kawasan perkotaan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Dengan dimulainya pembangunan Blok G dan F di Manggarai, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat memperoleh akses terhadap hunian layak, aman, dan terjangkau di kawasan perkotaan.
