JAKARTA — Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Suliarna, mengapresiasi perjalanan 41 tahun Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya (VDDJ) yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan umat, kegiatan sosial, pendidikan, hingga penguatan kerukunan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Suliarna dalam perayaan syukuran usia ke-41 Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.Minggu (30/8/2026)
“Sebagai Pembimas Buddha, tentu kita ikut bahagia dan senang atas perayaan syukuran 41 tahun keberadaan Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” ujar Suliarna dalam keterangannya kepada media.
Menurut dia, Bimas Buddha Kanwil Kemenag DKI Jakarta senantiasa mendukung berbagai kegiatan pembinaan umat yang diselenggarakan VDDJ.

Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui penguatan serta penandatanganan piagam penghargaan bagi para pemenang berbagai kejuaraan dan perlombaan yang digelar oleh pihak vihara.
Berkembang Secara Fisik dan Spiritual
Suliarna menilai perjalanan VDDJ selama 41 tahun menunjukkan perkembangan yang pesat, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kegiatan spiritual dan pelayanan kepada umat.
Ia mengatakan, vihara yang pada awalnya memiliki fasilitas relatif terbatas kini telah berkembang menjadi kompleks yang lebih representatif dan mampu menunjang berbagai aktivitas keagamaan serta pelayanan umat.
“Perkembangannya sangat pesat, baik secara fisik maupun spiritual. Dari yang dahulu relatif terbatas, sekarang sudah menjadi bangunan yang megah dan memadai untuk melayani kebutuhan umat,” katanya.
Menurut Suliarna, keberhasilan VDDJ tidak semata-mata dapat dilihat dari perkembangan bangunan, tetapi juga dari semakin beragamnya kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menyebut sejumlah kegiatan yang telah dilakukan, antara lain pelayanan umat, kegiatan sosial, kepedulian terhadap lingkungan, pemberian santunan kepada panti asuhan, serta pendidikan bagi anak-anak melalui Sekolah Minggu.
” Pencapaiannya sudah sangat banyak, terutama dari sisi pelayanan umat, kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, santunan ke panti asuhan, hingga pendidikan untuk anak-anak Sekolah Minggu,” ujarnya.
Selain kegiatan keagamaan, VDDJ juga dinilai mampu menghadirkan ruang interaksi positif melalui berbagai kegiatan olahraga dan perlombaan, seperti bulu tangkis dan catur.
“Jadi tidak hanya lomba keagamaan, tetapi vihara ini juga aktif menggelar kegiatan olahraga seperti bulu tangkis dan catur,” kata Suliarna.
Perkuat Kerukunan dengan Lingkungan
Di sisi lain, Suliarna mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi antara pengurus vihara dengan masyarakat di lingkungan sekitar.
Menurut dia, kerukunan perlu dibangun tidak hanya di internal umat Buddha, tetapi juga dalam hubungan antarumat beragama serta antara lembaga keagamaan dengan pemerintah dan masyarakat setempat.
Ia berharap pengurus yayasan maupun para bhikkhu terus membangun komunikasi yang terbuka dengan lingkungan sekitar, terutama dalam mengantisipasi dampak aktivitas vihara yang cukup padat.
“Kegiatan di sini cukup ramai, termasuk penggunaan area parkir. Karena itu, koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pengurus RT, RW, serta warga setempat sangat penting untuk terus dijaga,” ujarnya.
Suliarna menilai komunikasi yang baik merupakan bagian penting dalam menjaga suasana kondusif sekaligus memastikan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di VDDJ dapat terus berjalan dengan baik.
Ia berharap memasuki usia ke-41, Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya semakin konsisten menjalankan peran sebagai tempat pembinaan umat sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga ke depan Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya semakin maju, semakin banyak memberikan pelayanan kepada umat dan masyarakat, serta terus menjadi bagian dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di Jakarta,” katanya.
