JAKARTA — Delegasi Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mengambil bagian dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 yang diselenggarakan di Jakarta. Kehadiran perwakilan NTB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi, solidaritas, dan kolaborasi pemuda dari berbagai daerah dalam merumuskan gerakan kepemudaan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda.

Delegasi NTB dipimpin Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda NTB, Zainul Muttaqin, S.Hum., M.Si., didampingi Sekretaris Umum Wilayah, Muhammad Imamul Huda, S.H., M.H. Keduanya hadir bersama peserta lainnya untuk menyuarakan gagasan serta memperkuat kontribusi pemuda daerah dalam agenda nasional.

Zainul mengatakan, keikutsertaan delegasi NTB menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan gerakan kepemudaan sekaligus membangun semangat bersama dalam menjawab berbagai tantangan bangsa.

Ia mengaku bangga melihat antusiasme para pemuda NTB yang hadir dengan semangat dan optimisme. Menurut dia, materi yang disampaikan Gubernur NTB dalam kegiatan tersebut juga memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta untuk memperkuat gerakan kepemudaan di daerah.

“Kami selaku putra-putri Nusa Tenggara Barat yang hadir hari ini turut berbangga dan berbahagia. Rembuk Pemuda di NTB ini memang masih baru, tetapi dengan semangat dan optimisme pergerakan yang kami miliki, mudah-mudahan ke depan gerakan ini semakin masif dan maksimal,” ujar Zainul.

Rumuskan Gerakan Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda

Zainul menjelaskan, salah satu agenda utama Rembuk Nasional Pemuda adalah merumuskan momentum menuju peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda. Melalui forum tersebut, pemuda dari berbagai wilayah Indonesia diharapkan mampu membangun kesamaan visi, memperkuat solidaritas, serta menciptakan kolaborasi lintas daerah.

Menurut dia, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 perlu diwujudkan kembali melalui gerakan nyata yang relevan dengan tantangan zaman.

“Tujuannya tidak lain untuk merumuskan 100 tahun Sumpah Pemuda. Bagaimana semangat, jiwa, dan solidaritas pemuda 100 tahun yang lalu bisa kita wujudkan kembali hari ini,” katanya.

Mengusung moto “Berrembuk, Beraksi, dan Berdampak”, gerakan Rembuk Pemuda menempatkan musyawarah sebagai landasan dalam merumuskan gagasan dan menentukan langkah nyata. Dengan demikian, setiap gerakan yang dilakukan tidak berhenti pada diskusi, tetapi harus menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.

Di NTB, Rembuk Pemuda juga mulai mengembangkan berbagai kegiatan sosial untuk membantu menjawab persoalan di tengah masyarakat. Salah satu perhatian yang menjadi fokus adalah edukasi kepada generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk tindak kriminalitas.

Zainul berharap, gerakan tersebut dapat memperluas ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap generasi muda.

Ia menilai pemuda harus diberikan ruang untuk menunjukkan kapasitas, kreativitas, dan kepeduliannya terhadap persoalan sosial. Dengan semangat kolaborasi dan aksi nyata, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi tampil sebagai bagian dari solusi.

Melalui partisipasi dalam Rembuk Nasional Pemuda III, delegasi NTB berkomitmen memperkuat konsolidasi gerakan di daerah serta membangun sinergi dengan pemuda dari seluruh Indonesia demi mewujudkan generasi yang berdaya, berintegritas, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.