JAKARTA — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rembuk Pemuda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengirimkan 16 delegasi untuk berpartisipasi dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RNPI) ke-3 yang diselenggarakan di Jakarta. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum bagi pemuda Sultra untuk memperkuat konsolidasi, memperluas jejaring nasional, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Koordinator Rembuk Pemuda Sulawesi Tenggara, Rivaldi Rusdi, mengatakan kehadiran delegasi Sultra merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengembangkan gerakan kepemudaan yang berorientasi pada aksi dan manfaat sosial.Sabtu (31/10/2026)

Menurut Rivaldi, sejak dideklarasikan pada 10 November 2024, Rembuk Pemuda mengusung semangat dan filosofi “Berrembuk, Beraksi, dan Berdampak” sebagai landasan gerakan dalam mendorong pemuda agar tidak hanya aktif berdiskusi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

“Sebisa mungkin teman-teman Rembuk Pemuda yang ada di daerah bergerak untuk melakukan hal-hal positif, yang kemudian bagaimana itu bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak,” ujar Rivaldi.

Ia menegaskan, gerakan kepemudaan harus mampu diwujudkan melalui program konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap pengurus dan anggota di daerah diharapkan memiliki inisiatif untuk menjalankan kegiatan produktif sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Rivaldi mengungkapkan, keberadaan Rembuk Pemuda di Sulawesi Tenggara mendapatkan respons positif dari pemerintah daerah. Dukungan tersebut terlihat dari keterlibatan sejumlah kepala daerah yang turut mengambil peran sebagai dewan pembina dan penasihat organisasi.

Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemangku kepentingan dalam menjalankan berbagai program pembangunan sosial.

Memasuki masa setelah pelantikan kepengurusan, Rembuk Pemuda Sultra kini mulai mematangkan sejumlah program kerja dengan memprioritaskan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Rivaldi, arah program tersebut juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendorong berbagai upaya yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

“Untuk Sultra khususnya, kita akan banyak melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Karena sebagaimana arah dari pemerintahan hari ini, dalam hal ini Bapak Prabowo Subianto, untuk bagaimana bisa membantu rakyat,” katanya.

Pemuda Harus Hadir dengan Aksi Nyata

Lebih lanjut, Rivaldi mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusinya melalui kerja nyata. Ia menilai, tantangan bangsa saat ini membutuhkan keterlibatan aktif pemuda dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Menurutnya, energi dan potensi generasi muda seharusnya diarahkan pada kegiatan produktif, kolaborasi, serta aksi sosial yang memberikan manfaat langsung, bukan justru habis dalam perdebatan dan wacana.

Ia berharap momentum RNPI ke-3 dapat memperkuat semangat persatuan dan kolaborasi antarpemuda dari berbagai daerah sehingga gerakan kepemudaan nasional semakin berdampak.

“Harapannya untuk pemuda di Indonesia, jangan terlalu banyak bicara tapi perbanyak aksi. Karena sekarang rakyat kita butuh aksi nyata,” pungkas Rivaldi.