Connect with us

Metro

Calon Legislatif DPD RI Dapil DKI Jakarta Nomor Urut 24 Ardinto Demiyasa Gelar Giat Jumat Barokah Bersama Komunitas Ojek Online

Published

on

Karyapost.com, Jakarta – Calon Legislatif DPD RI Dapil DKI Jakarta nomor urut 24, Ardinto Demiyasa menggelar giat “Jumat Barokah” bersama Komunitas Ojek Online (Ojol) Jakarta di Jl. Komarudin, Cakung-Penggilingan, Jakarta Timur, Jumat (15/2/2019).

Acara Jumat Barokah ini disebut-sebut sebagai upaya meringankan para komunitas Ojeker ini menjalani Jumat yang penuh berkah.

Acara yang dimulai di Posko Ojol jl. Komarudin pimpinan Bung Ferry, berlangsung khidmat. Acara dimulai dengan makan siang bersama puluhan Ojol. Jumat Barokah nantinya menyuguhkan sejumlah harapan yang membangun kehidupan Ojol agar lebih meningkat.

Menjadi salah satu konstituen bagi Ardinto Demiyasa, para Ojeker ini menghimpun harapan besar perkembangan ojek online di Indonesia terutama di Jakarta agar lebih baik.

Sebelumnya, sejumlah regulasi yang dikeluarkan pemerintah dianggap masih belum cukup merepresentasikan masa depan dan kesejahteraan Ojol, terutama dalam hal regulasi yang menguntungkan anggota komunitas Ojol ini. Sejumlah kekurangan itu, kini coba diperjuangkan melalui giat silaturahmi di Jumat Barokah bersama Ardinto Demiyasa.(hrt)

Continue Reading
4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Metro

Belajar SDGs dari Lingkungan Terkecil: Kisah RT 08 Malaka Jaya Jakarta Timur

Published

on

By

Jakarta – Upaya menjaga lingkungan dan membangun kepedulian sosial tak selalu harus dimulai dari program besar. Di RT 08 RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Jakarta Timur, inisiatif warga justru berkembang menjadi media pembelajaran terbuka bagi berbagai pihak.

Dalam beberapa hari, lingkungan ini dikunjungi Yayasan Al Iman Cipinang Elok, komunitas disabilitas dari Precious One, hingga perwakilan Kementerian Perumahan Rakyat. Mereka belajar langsung bagaimana pengelolaan lingkungan dijalankan secara inklusif dan partisipatif.

Perwakilan Precious One, Ratnawati, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan perspektif baru tentang hubungan antara kepedulian lingkungan dan dukungan terhadap penyandang disabilitas.

Sementara itu, Ketua RT 08 RW 04 Malaka Jaya, Taufiq, menegaskan bahwa perubahan sosial di tingkat lingkungan tidak bisa dipaksakan.

“Dalam masyarakat yang beragam, selalu ada warga yang belum memilih untuk terlibat. Itu adalah realitas demokrasi. Tugas kami bukan memaksa, melainkan memastikan keputusan warga yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan tetap berjalan, sambil membuka ruang agar siapa pun bisa bergabung kapan saja,” katanya.

Ke depan, RT 08 Malaka Jaya menargetkan swasembada energi dan pangan berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya mendukung SDGs, Asta Cita Pemerintah, serta gerakan menjaga lingkungan perkotaan

Continue Reading

Metro

Presiden Prabowo hadiri Perayaan Natal Nasional 2025

Published

on

By

menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 yang bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” di Tenis Indoor, Senayan, Jakarta,Senin (5/1/2026)

‎”Acara hari adalah bukti dari jati diri kita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang multietnis, multiras, multiagama, multibudaya,” ujar Presiden Prabowo, Senin (5/1/2026).

‎Prabowo mengatakan Indonesia adalah bangsa yang sangat besar. Berdasarkan hitungan para pakar kelompok etnis di Indonesia mencapai 1.700 kelompok etnis, dengan beragam bahasa.

‎Masyarakat Indonesia juga menganut agama yang berbeda-beda. Namun, kondisi ini tidak membuat bangsa Indonesia terpecah belah dan tetap hidup rukun.

‎”Kita menganut agama yang berbeda-beda, tapi kita bisa bersatu, kita bisa hidup sebagai satu bangsa, satu nusa, yang memiliki satu bahasa karena kita memiliki niat yang sama, kita ingin meraih kehidupan yang baik bersama,” ujar Presiden.

‎Presiden juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, apabila ada perbuatan maupun perkataannya yang salah.

‎”Sebagai penutup, saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, kalau ada kata-kata saya yang salah, yang menyinggung perasaan siapa pun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Prabowo.

‎Presiden juga menegaskan bekerja hanya untuk kepentingan masyarakat. Dia ingin masyarakat Indonesia sejahtera.
‎Dia bersama para menteri di Kabinet Merah Putih terus bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Dia akan bekerja keras mengurangi penderitaan dan kesulitan masyarakat Indonesia.

‎”Apalagi sekarang di daerah-daerah bencana, kami bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, percayalah itu niat kami dan kami sangat optimitis, kami sangat percaya, kami berada di jalan yang benar, jalan di atas kebenaran, di atas keadilan, dan sesungguhnya hanya untuk kebaikan rakyat Indonesia,” ujar dia.

‎Ditempat yang sama, apresiasi tinggi juga disampaikan adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo kepada jajaran panitia peringatan Natal Nasional tahun 2025.

‎”Bapak-bapak, ibu-ibu, para hadirin semuanya shalom salve, atas nama panitia Natal Nasional saya haturkan banyak terima kasih atas kehadiran bapak dan ibu semuanya,” kata Hashim selaku Ketua Dewan Penasihat Panitia Natal Nasional 2025 saat memberikan sambutan.

‎Usai sambutan, Hashim bersama Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait menyalakan lilin Natal diiringi lantunan lagu O Holy Night. ‎

Puncak Perayaan Natal Nasional 2025 juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kebudayaan Fadly Zon, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.Selain itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BGN Dadan Hindayana , Kepala Polri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

‎Selain presiden dan wakil presiden, perayaan Natal juga turut dihadiri tokoh penting dan perwakilan organisasi Kristen dan Katolik, di antaranya Ketua Umum Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklyn Manuputty; Sekjen Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Adrianus Sunarko; Ordo Fratrum Minorum; Ketua Umum PGPI, Pendeta Jason Balompapueng; Ketua Umum PGLII, Pendeta Tommy O Lengkong.

‎Selanjutnya Ketua Umum Baptis Pendeta Rendy A Chuang; Ketua Umum GMAHK, Pdt Binsar Sagala; Ketua Umum Gereja Ortodoks Penatua Jimmy Yakobus; dan Ketua Umum Bala Keselamatan, Kolonel Hosea Makagiantang.

Continue Reading

Metro

Seminar Natal Nasional: Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan

Published

on

By

Jakarta, 3 Januari 2026 — Panitia Natal Nasional 2025 secara resmi telah membuka rangkaian Seminar Natal Nasional yang berlangsung di sembilan kota di Indonesia. Mengusung tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang terinspirasi dari Matius 1:21–24, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.

Seminar ini diselenggarakan oleh Panitia Seminar Nasional sebagai bagian dari agenda resmi Natal Nasional 2025, selain bakti sosial, penyaluran bantuan bencana, bantuan beasiswa, bantuan perbaikan gereja, dan bantuan ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia. Secara khusus, kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah, seminar diharapkan mampu memberi pemetaan tantangan keluarga-keluarga di berbagai daerah di Indonesia. Panitia juga berencana menerbitkan buku dalam bentuk elektronik agar bisa dibaca dan menjadi ruang refleksi yang kaya, relevan, dan berdampak bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.

Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan. “Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh.” ujar Maruarar dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan seminar di berbagai wilayah, dari barat hingga timur Indonesia, menjadi bukti komitmen Panitia Natal Nasional 2025 untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin. Rangkaian kegiatan dibuka di Bandung melalui kolaborasi dengan Universitas Parahyangan dan PMKRI pada 10 Desember 2025 yang lalu. Selanjutnya seminar digelar di Medan, 11 Desember 2025 bersama GMKI, PGIW, dan Universitas HKBP Nommensen kemudian di Manado 11 Desember 2025 bersama IAKN Manado, UKIT, GMIM, dan SAG, serta di Palangkaraya, 12 Desember 2025, melalui kerja sama dengan Keuskupan Palangkaraya, IAKN Palangkaraya, dan STIPAS Tahasak Danum Pambelum. Kegiatan juga berlangsung di Ruteng 13 Desember 2025 dengan dukungan Unika St. Paulus Ruteng dan Keuskupan Ruteng; di Ambon 15 Desember 2025 bersama UKIM, GPM, IAKN Ambon, dan BKAG; di Toraja 18 Desember 2025 bersama UKI Toraja, Gereja Toraja, IAKN Toraja; di Merauke (19 Desember 2025) bersama Keuskupan Merauke dan PMKRI.

Pada saat ini, 3 Januari 2026 sedang berlangsung seminar utama yang diselenggarakan di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta yang diselenggarakan bersama STFT Jakarta dan Kementerian Agama RI. Mengusung subtema: Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan.

Dalam sambutan, Prof. Binsar Jonathan Pakpahan selaku Rektor STFT Jakarta sekaligus sebagai Koordinator Seminar Natal Nasional yang telah diselenggarakan di 8 titik sebelumnya, mengajak seluruh peserta seminar yang hadir untuk sama-sama menjaga dan menguatkan keluarga dalam menghadapi tantangan hidup di kota metropolitan. Beliau merasa bangga Panitia Natal Nasional menunjuk STFT Jakarta menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Seminar Natal Nasional ini.

Begitu juga dalam sambutannya, Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum Panitia Natal Nasional yang juga sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) menyampaikan, “Saya hanya percaya satu jawabannya, sesuai dengan tema Natal Nasional 2025 kali ini, Allah Hadir untuk Menyelamatkan keluarga. Dalam setiap persoalan keluarga, Allah hadir untuk menyelamatkan.”

Hadir sebagai narasumber pada panel 1 dalam seminar ini: Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Stella Christie, Ph.D, juga Dr. (HC) James T. Riady pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan & Praktisi Bisnis, dan Gubernur DKI Jakarta Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M,M yang diwakili oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, SJP, M.Si.

Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A dalam paparannya menegaskan, “Tidak mungkin kita memiliki negara yang ideal kalau terdiri dari keluarga yang berantakan. Keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa dan negara.”

Lebih lanjut beliau mengungkapkan bahwa tantangan paling berat saat ini adalah perceraian. Yang merasakan dampak perceraian adalah anak-anak. 90% anak-anak yang terlibat narkoba adalah anak broken home. Kalau keluarga rusak, negara pun akan rusak. Ikatan emosial keluarga perlu diperkuat agar hubungan didalamnya harmonis.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Stella Christie, Ph.D. menyampaikan pula materinya mengenai bagaimana peran sentral komunikasi orangtua dengan anak. Para orangtua diajak untuk menjawab dan berbincang dengan anak. Ungkapnya, “Refleksi saya sederhana, ayolah makan bersama dan berbicara waktu makan bersama anak-anak.”

Pada sesi Talkshow hadir sebagai narasumber: Pdt. Dr. (HC) Jacklevyn Frits Manuputty, M. Th (Ketua Umum PGI), Pdt. Dr. Jason Joram Balompapuaeng (Ketua Pelaksana Harian Panitia Natal Nasional), Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si (Komisi Keluarga KWI), Hening Parlan, M.Si (Aktivis lingkungan dan Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah)

Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 akan ditutup pada tanggal 29 Januari 2026 bertempat di Universitas Pelita Harapan, Jakarta. Kordinator Seminar Natal, Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan menyatakan bahwa setiap kota menyelenggarakan seminar sehari penuh dengan format pemaparan materi, dialog interaktif, serta penyusunan rekomendasi mengenai penguatan keluarga Indonesia. Hasil dari publikasi online rekomendasi kebijakan dan edukasi keluarga di Indonesia akan dilakukan di pelaksanaan Natal Nasional 2025, yaitu pada 5 Januari 2026. Seluruh seminar tersebut diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi gereja, pemerintah, dan masyarakat luas dalam memperkuat fondasi keluarga Indonesia.

Maruarar Sirait menegaskan bahwa momentum Natal selalu mengingatkan masyarakat untuk kembali pada nilai kasih, dan kepedulian. “Semoga rangkaian seminar ini menjadi berkat bagi banyak keluarga di Indonesia dan menjadi pengingat bahwa pesan Natal tidak hanya dirayakan, tetapi dihidupi melalui tindakan yang membawa kebaikan dan harapan,” pungkasnya.

Bantuan sosial yang disalurkan oleh Panitia Natal Nasional 2025 diantaranya: Bantuan Pendidikan Rp 10 Milyar yang diberikan di 10 titik (Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai dan Nias), masing-masing mendapatkan bantuan 10 juta/orang, bantuan ini diberikan oleh saudara/i dari umat Muslim.
Lalu 20.000 Bantuan Paket Sembako yang juga disalurkan pada 10 titik yang sama. Bantuan ini diberikan oleh saudara/i yang beragama Budha. Kemudian ada Bantuan Kesehatan 35 Ambulance di 10 titik, setiap titik menerima 3 Ambulance, dan di Jakarta disalurkan bantuan 5 Ambulance untuk masing-masing agama, bantuan ini diberikan oleh Astra.

Selain itu ada juga bantuan 10 Milyar untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi di Indonesia, bantuan ini dari Bapak James Riady. Selain itu bantuan juga diberikan kepada organisasi aras gereja nasional yaitu, PGI, KWI, PGLII, PGPI, Baptis Indonesia, Advent Indonesia, Bala Keselamatan dan Ortodoks. Ada pula bantuan 10.000 Alkitab yang akan dibagikan kepada masyarakat serta 1.000 kursi roda juga jembatan gantung di Papua Pegunungan.

Pada saat perayaan Natal Nasional 5 Januari di Tennis Indoor Senayan nanti juga akan disampaikan bantuan kepada 3.000 orang tamu kehormatan yang terdiri dari: Anak Sekolah Minggu Kristen dan Katolik sebanyak 500 orang, Guru Sekolah Minggu Kristen juga Katolik sebanyak 500 Orang. Juga kepada 500 koster gereja, 400 paduan suara Kristen juga Katolik serta 100 orang disabilitas. Setiap orang akan menerima bantuan sebesar 1.500.000 setiap orang, totalnya 4,5 Milyar.

Pada saat terjadi bencana di Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh dan Padang, Panitia Natal Nasional juga terpanggil dan memberikan bantuan sebesar 2,8 Milyar.

Selaku Ketua Umum Panitia Natal Nasioanal, Maruarar Sirait kembali menegaskan serta mengajak masyarakat untuk melayani sesama juga berbakti kepada bangsa dan negara dengan menguatkan keluarga melalui kehadiran Allah didalamnya.

Continue Reading

Trending