Connect with us

Metro

Keluarga Cekidot Kembali Keliling Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Published

on

Jakarta – Kapan terakhir kali Anda piknik bersama keluarga atau orang-orang terdekat, menggelar tikar di dataran yang luas sembari menikmati bekal yang sudah Anda siapkan dari rumah?

Berpiknik bisa jadi gaya berwisata yang tak ngetren lagi. Malahan kata piknik sendiri sepertinya sudah tak dipergunakan lagi.

Awal pandemi COVID-19 membuat masyarakat benar-benar harus tetap berada di rumah, seluruh kegiatan pun terpaksa berhenti termasuk pariwisata. Namun saat peraturan mulai dilonggarkan terdapat sejumlah tempat yang langsung menjadi primadona.

Pandemi menciptakan sebuah tren baru bagi masyarakat untuk berwisata seperti wisata alam, staycation dan roadtrip karena dianggap lebih aman. Beberapa destinasi wisata pun menjadi pilihan favorit selama masa pandemi untuk mereka yang butuh melepaskan penat atau rindu jalan-jalan.

Keluarga Cekidot di masa pandemi Covid-19 ini membuat terobosan dengan berkeliling Indonesia yang diperkirakan akan menghabiskan waktu selama 2 tahun.

Turut hadir pada acara pelepasan keluarga Cekidot keliling Indonesia di Kemang Village, Jakarta Selatan, Minggu, (13/06/2021)

yaitu Iwan Diah selaku Managing Director Moto Vilage, Yudhy Ervin Tiara selaku Founder Berani Jagad Bumi Foundation, Edo selaku Perwakilan Plasticpay, dan Hendra Noor Saleh selaku President Director PT Dyandra Promosindo.

Keluarga Cekidot merupakan pasangan suami istri yaitu Bimo beserta istri Desi Komalasari dan Raquisa Arsila Wibowo yang baru berusia 4 tahun.

Lebih lanjut, Bimo mengatakan kepada awak media bahwa kegiatan seperti ini banyak dilakukan oleh orang ‘asing’ di Indonesia dengan motor, mobil ataupun sepeda.

“Kegiatan seperti ini banyak dilakukan oleh orang ‘asing’ (wisatawan-Red) di Indonesia dengan menggunakan motor, mobil, ataupun sepeda.Sebagai orang Indonesia tentunya juga ingin seperti itu, berkeliling Indonesia dengan menikmati pemandangan alam yang indah, kuliner/makanan, mengenal lebih dekat suku dan budaya setempat yang kami singgahi,”urainya kepada awak media.

“Bahwa hal ini mungkin baru pertama kali dilakukan oleh orang Indonesia, sangat disayangkan dalam kegiatan ini tidak ada sponsor, tetapi kami mendapatkan dukungan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), Yayasan Jaga Bumi, Moto Village dan Dyandra Promosindo,”tuturnya.

Rute perjalanan ini dimulai dari pulau Sumatra menuju Bali, NTT serta kota-kota lain yang diperkirakan menghabiskan waktu selama dua tahun. Kegiatan ini membutuhkan biaya 1,8m. Keluarga Cekidot juga merupakan sebagai Duta Ambassador Yayasan Jaga Bumi yg mempunyai misi 1.menjaga lingkungan 2.tidak membuang sampah sembarangan dan mengedukasi masyarakat.

Yudhy Ervin Tiara selaku Founder Berani Jaga Bumi Fondation kepada awak media pada saat Konferensi Pers turut memperkenalkan alat sanitasi udara yang terhubung dengan internet yang merupakan buatan anak bangsa.
“Alat ini terhubung dengan internet dan semuanya dapat diketahui dari aplikasi khusus yang dapat di download dari Hp,” urainya dengan mimik muka serius.

Sementara itu, Hendra Noor Saleh selaku President Director PT Dyandra Promosindo mengatakan bahwa sangat luar biasa di masa pandemi Covid-19 ada keluarga muda yang inisiatif.

“Sangat luar biasa di saat pandemi Covid-19 ada keluarga muda yang inisiatif untuk keliling Indonesia dan memberi contoh kepada dunia,”pungkasnya dengan tegas.

Kegiatan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Arto)

Continue Reading

Metro

Muhammadiyah DKI Jakarta Gelar Silaturahmi Idul Fitri 1447 H, Perkuat Ukhuwah dan Kebersamaan

Published

on

By

Jakarta, 4 April 2026 – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta menggelar kegiatan Silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (4/4/2026) dengan penuh khidmat dan kehangatan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus, anggota, serta masyarakat luas setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen umat Islam di wilayah DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, perwakilan pimpinan Muhammadiyah DKI Jakarta menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Selain itu, kegiatan silaturahmi ini juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berkemajuan.

“Melalui momentum Idul Fitri ini, kita tidak hanya saling memaafkan, tetapi juga memperkuat komitmen untuk terus berkontribusi bagi umat dan bangsa,” ujarnya.

Acara berlangsung dengan rangkaian kegiatan seperti tausiyah, ramah tamah, serta doa bersama. Suasana kekeluargaan begitu terasa, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam ajaran Islam.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Muhammadiyah DKI Jakarta berharap silaturahmi yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Continue Reading

Metro

MENGENANG 1 TAHUN WAFATNYA FOUNDER MANGGALA FURNITURE BAPAK H. WIYADI WONGSO MEGGOLO

Published

on

By

Klaten  — Suasana haru dan penuh kekhidmatan menyelimuti acara peringatan satu tahun wafatnya Bapak H. Wiyadi Wongso Meggolo, Founder Manggala Furniture, yang digelar pada Jumat malam Sabtu, 4 April 2026 di Klaten Jawa tengah.

Kegiatan ini menjadi momentum doa bersama sekaligus refleksi atas perjalanan hidup almarhum yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan inspiratif.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, S.I.Kom., tersebut juga diikuti oleh seluruh karyawan Manggala Furniture serta tamu undangan khusus dari berbagai kalangan. Kehadiran para undangan menambah kekhidmatan suasana, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasi almarhum selama hidupnya.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa dan tahlil bersama, dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Gus Muwafiq.

Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para hadirin untuk merenungi hakikat kehidupan manusia, mulai dari asal mula penciptaan hingga perjalanan hidup menuju kesuksesan, baik di dunia maupun di akhirat.

Gus Muwafiq juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha lahiriah dan kekuatan spiritual. Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari keberkahan hidup serta kedekatan kepada Allah SWT.

Manusia itu dilahirkan dengan fitrah, kemudian diuji dalam perjalanan hidupnya , yang mampu menjaga niat, usaha, dan doa, insyaAllah akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” ungkapnya di hadapan para jamaah.

Selain sebagai ajang mengenang, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar keluarga besar Manggala Furniture.

Semangat kebersamaan yang diwariskan oleh almarhum diharapkan terus hidup dan menjadi pondasi dalam melanjutkan perjuangan serta mengembangkan usaha yang telah dirintisnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohonkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT bagi almarhum Bapak H. Wiyadi Wongso Meggolo.

Harapan besar turut disematkan agar nilai-nilai kebaikan yang telah beliau tinggalkan dapat terus menginspirasi generasi penerus.

Jurnalis: Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Metro

Korban Dugaan Peluru Nyasar di Gresik, Orang Tua Tuntut Keadilan

Published

on

By

Jakarta — Kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak saat kegiatan sekolah di Gresik pada Desember 2025 terus menuai sorotan. Orang tua salah satu korban, Dewi Murniati, mendesak adanya kejelasan tanggung jawab dan penegakan hukum atas insiden yang diduga melibatkan latihan tembak satuan Marinir TNI AL di Karangpilang, Surabaya.

Dewi Murniati, ibu dari Darrell Fausta Hamdani (14), menyampaikan kronologi kejadian kepada awak media di Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Kamis (2/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa insiden terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, saat dua siswa tengah mengikuti kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah di Gresik. Tiba-tiba, keduanya diduga terkena peluru nyasar.

“Anak kami menjadi korban saat berada di lingkungan sekolah. Ini sangat kami sesalkan dan kami menuntut kejelasan serta keadilan,” ujar Dewi.

Menurutnya, setelah kejadian, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban. Dalam proses itu, pihak yang mengaku sebagai perwakilan satuan sempat menemui keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf.
Namun,

Dewi mengungkapkan adanya kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut. Ia menyebut, keluarga sempat diminta menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan serta tidak melaporkan insiden tersebut ke publik.

“Kami diminta untuk tidak melaporkan dan tidak memviralkan kejadian ini. Tapi bagi kami, ini menyangkut keselamatan anak dan harus ada pertanggungjawaban jelas,” tegasnya.
Operasi Sempat Tertunda

Dewi juga menyoroti proses medis yang dialami anaknya. Ia menyebut, operasi pengangkatan peluru sempat mengalami penundaan selama beberapa jam akibat adanya perdebatan terkait fasilitas kamar perawatan.

“Operasi yang seharusnya segera dilakukan justru tertunda. Bahkan setelah operasi, ada pihak yang meminta peluru yang diambil untuk diserahkan, padahal itu adalah barang bukti,” ungkapnya.

Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya mengganggu proses penyembuhan korban, tetapi juga berpotensi menghambat proses hukum.

Upaya Mediasi Mandek

Pihak keluarga mengaku telah menempuh jalur mediasi dengan perwakilan satuan pada Januari 2026. Namun, upaya tersebut disebut tidak membuahkan hasil karena sejumlah pertanyaan penting tidak mendapatkan jawaban.

Di antaranya terkait evaluasi latihan tembak, tanggung jawab atas korban, serta jaminan masa depan anak yang mengalami trauma dan luka fisik.

“Tidak ada kejelasan. Bahkan kami justru mendapat kesan seolah-olah kesedihan kami ditukar dengan kompensasi,” ungkapnya

Continue Reading

Trending