Connect with us

TNI / Polri

Untuk Kemanusian, HUT ke 72 Korem 061/SK Gelar Aksi Donor Darah Plasma Konvalesen dan Donor Darah Reguler

Published

on

JAKARTA, – Saat ini kebutuhan darah dan plasma konvalesen di wilayah Kota Bogor sangat tinggi. Oleh karena itu, Korem 061/SK ikut membantu persediaan darah reguler dan plasma konvalesen di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor.

Perlu diketahui bahwa Donor plasma konvalesen adalah metode pengambilan darah plasma dari penyintas Covid-19 yang dapat diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

Dan syarat untuk mendonorkan plasma konvalesen adalah orang yang sudah sembuh dari Covid-19, sehat dan
bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh, serta tidak memiliki komorbid.

Para penyintas yang telah memenuhi kriteria dapat menghubungi UDD PMI. Petugas akan mengatur waktu untuk pemeriksaan dan pengambilan sampel darah, jika memenuhi syarat, pengambilan donor plasma konvalesen akan dilakukan menggunakan metode apheresis.

Hal tersebut disampaikan oleh Danrem 061/SK Brigjen TNI Achmad Fauzi S.I.P.,M.M. kepada awak media usai mengikuti donor darah yang digelar di aula Makorem, Kamis (26/8/2021).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Korem 061/SK, Jumat (27/8/2021), Danrem menjelaskan bahwa pelaksanaan aksi donor plasma konvalesen dan donor darah reguler yang digelar oleh Korem 061/Sk yaitu dalam rangka memperingati HUT Korem 061/SK ke 72.

“Aksi ini tentunya untuk membantu PMI Kota Bogor dalam memenuhi ketersediaan darah, baik darah reguler maupun plasma Konvalesen. jumlah total pelaksanakan donor kali ini yaitu sebanyak 350 orang, yang mana itu terdiri dari 150 donor plasma Konvalesen dan 200 donor darah reguler, ” jelas Danrem.

“Kita ketahui bahwa kebutuhan pendonor di kota Bogor untuk darah reguler yaitu sebanyak 3000 orang perbulannya. Kemudian untuk donor plasma konvalesen kebutuhannya adalah 300 Orang. Maka dari itu, kita berusaha ikut berpartisipasi dan memberikan perhatian dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Kota Bogor, ” ungkap Danrem lagi.

Kemudian lanjutnya, bahwa satu orang pendonor, bisa membantu 100 orang atau 100 jiwa, dan jika hari ini bisa mencapai target 150, separuhnya saja atau misalnya 75 jika dikalikan 100 orang maka akan ada 7500 jiwa yang bisa dibantu. Plasma Konvalesen bisa diberikan kepada pasien penderita Covid-19 gejala berat.

Kegiatan ini selain dalam rangka memperingati HUT Korem 061/SK ke 72 juga sesuai perintah Presiden RI maupun Panglima TNI untuk sama-sama melaksanakan percepatan penanganan Covid-19.

“Dan semoga saja semua ini dapat bermanfaat untuk masyarakat dan khususnya di masa pandemi Covid-19 ini,” jelasnya lagi.

Ketua PMI Kota Bogor H.Edgar Suratman SE.MM merespons pernyataan Danrem, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Danrem atas gagasan dan sumbangannya yang tiada henti, yang telah banyak membantu memenuhi ketersediaan darah reguler dan plasma konvalesen. kebutuhan donor darah saat ini, baik donor darah reguler maupun plasma konvalesen, sangat tinggi. Akan tetapi stok darah yang ada di PMI masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

” Saya ucapkan terima kasih kepada Danrem yang sudah mendukung PMI dalam memenuhi kebutuhan darah, semoga saja hasilnya maksimal, seperti yang disampaikan oleh Danrem bahwa kebutuhan darah di kota Bogor mencapai tiga ribuan perbulannya bahkan lebih, ” ujar Ketua PMI Bogor.

Peserta donor kali ini yaitu dari personel TNI yang berada di wilayah Bogor, diantaranya Korem 061/SK, Yonif 315/Grd, Batalyon 14 Kopassus, Pusdikzi dan Lanud Atang Sanjaya termasuk juga ormas yaitu Hipakad, GM.FKPPI, FKPPI dan pemuda Panca Marga serta melibatkan anggota Persit KCK dari Korem 061/SK dan juga masyarakat sipil lainnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, para Kasi Korem 061/SK dan juga Dandenkes RS. Salak (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Polri Luncurkan Buku Strategi Pemberantasan TPPO di Era Digital

Published

on

By

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar peluncuran dan bedah buku berjudul “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” pada hari ini, pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Bareskrim Polri Lantai 9. Rabu (21/1/2026)

Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi publik untuk memahami perkembangan dan dinamika kejahatan Perlindungan Perempuan dan Anak–Perdagangan Orang (PPA-PPO) yang kini semakin kompleks dan lintas sektor.

Buku ini ditulis oleh tiga penulis, yakni Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, purnawirawan Polri Komjen Pol. (Purn.) Drs. I Ketut Suardana, serta Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah. Isinya merangkum pengalaman, strategi, dan kerja kolaboratif Polri bersama kementerian/lembaga, akademisi, serta mitra internasional dalam mencegah dan memberantas TPPO.

Wakapolri menegaskan bahwa TPPO saat ini tidak lagi berdiri sendiri sebagai kejahatan konvensional, melainkan telah bertransformasi memanfaatkan media sosial, platform digital, hingga jaringan lintas negara. Karena itu, Polri mengedepankan pendekatan terpadu dan kolaboratif, mulai dari penguatan Direktorat PPA-PPO, kerja sama internasional, hingga pencegahan berbasis keluarga, sekolah, dan literasi digital masyarakat.

“Buku ini penting agar masyarakat tahu bahwa kejahatan PPA-PPO terus berkembang, dan penanganannya tidak bisa hanya oleh Polri, tetapi harus melibatkan semua pihak,” tegas Wakapolri. Ia juga menekankan prinsip penanganan yang menempatkan korban sebagai subjek perlindungan, bukan untuk disalahkan.

Bedah buku dilakukan langsung oleh para penanggap ahli dan akademisi nasional, yaitu Poengky Indarty, Komjen Pol. Dr. Dwiyono, Prof. Dr. Nurini Aprilianda, Prof. Hj. Sri Endah Wahyuningsih, Prof. Dr. Ani Purwanti, dan Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa. Para penanggap menilai buku ini relevan sebagai rujukan akademis sekaligus panduan praktis kebijakan karena memotret langsung praktik penanganan TPPO di lapangan.

Wakapolri berharap buku ini dapat dibaca luas oleh masyarakat sebagai sarana edukasi dan kewaspadaan bersama. Dengan memahami pola, risiko, dan upaya penanganan TPPO yang dilakukan Polri bersama kementerian/lembaga, masyarakat diharapkan turut berperan aktif mencegah kejahatan perdagangan orang, khususnya terhadap perempuan dan anak, di era digital yang terus berubah.

Continue Reading

TNI / Polri

Transformasi Digital Korlantas: ETLE Drone Kini Pantau dan Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Published

on

By

Jakarta, – Korlantas Polri terus mengembangkan transformasi digital di bidang penegakan hukum dengan pemanfaatan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berbasis drone sebagai bagian dari revolusi udara dalam pemantauan dan penegakan hukum lalu lintas.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menjelaskan bahwa saat ini Korlantas Polri telah memiliki berbagai jenis ETLE, mulai dari ETLE statis, ETLE handheld, hingga ETLE drone.

“ETLE drone itu bagian daripada revolusi (penegakkan hukum lalu lintas melalui) udara. Ruang hampa yang kita transformasi menjadi ruang strategis nasional untuk bisa memantau kondisi lalu lintas, termasuk juga penegakan hukum,” ujar Kakorlantas pada (21/1/2026).

Menurutnya pengembangan ETLE drone menjadi bagian dari transformasi digital Korlantas Polri dalam mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas di masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi digital, masyarakat diharapkan semakin patuh saat berekendara.

“Ini bagian daripada semangat kita untuk merubah bagaimana revolusi (penegakkan hukum lalu lintas melalui) udara melalui transformasi digital. Ini tentunya nanti akan membuat masyarakat patuh berlalu lintas, taat dengan dirinya sendiri karena dipantau dengan alat-alat digital,” jelas Irjen Pol Agus Suryonugroho.

Dalam kesempatan tersebut, Korlantas Polri juga menerima kunjungan dari Kepolisian Hong Kong serta Komisi III DPR RI. Kunjungan ini menjadi momentum diskusi dan benchmarking terkait pengembangan sistem penegakan hukum berbasis teknologi informasi.

“Hari ini kami senang dan bangga karena Polisi Hong Kong hadir untuk berdiskusi dan benchmarking ke Indonesia. Kami juga mendapat kunjungan dari Komisi III,” terangnya.

Terakhir, ia menambahkan penerapan ETLE drone masih dalam tahap uji coba, sistem tersebut telah mampu menjalankan proses penegakan hukum secara terintegrasi. Mulai dari menangkap pelanggaran, melakukan konfirmasi, hingga mengirimkan notifikasi kepada pelanggar.

“Walaupun masih uji coba, proses penegakan hukum melalui drone sudah bisa mengeksekusi dari mengcapture, mengonfirmasi, dan bahkan mengirim ke pelanggar. Pelanggar mengakui kesalahannya dan sudah mau membayar menggunakan BRIVA BRI,” tutup Kakorlantas.

Continue Reading

TNI / Polri

Wisuda 380 Perwira Remaja, Kasad: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir

Published

on

By

JAKARTA,  — Gelar akademis bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi awal untuk pengabdian yang lebih luas, dan berdampak bagi satuan, masyarakat, bangsa dan negara di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman yang diiringi kemajuan teknologi digital dan siber.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., saat memimpin Wisuda 380 Perwira Remaja Abituren Akademi Militer (Akmil) Tahun Akademik 2025 Program 3 Tahun di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Selasa (20/1/2026).

Di momen tersebut, sebanyak 380 Perwira Remaja secara resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Pertahanan (S.Tr.Han). Mereka berasal dari lima program studi, yakni Manajemen Pertahanan, Administrasi Pertahanan, Teknik Mesin Pertahanan, Teknik Elektronika Pertahanan, dan Teknik Sipil Pertahanan, dengan capaian akademik terbaik di masing-masing program studi.

Kasad mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh wisudawan atas capaian yang diraih selama menempuh pendidikan di Akademi Militer. “Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras, refleksi kedisiplinan, serta semangat belajar yang tinggi selama mengikuti pendidikan di Akademi Militer,” tuturnya.

Kasad menjelaskan bahwa pendidikan berorientasi terapan merupakan langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam menyiapkan perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga unggul secara intelektual serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya meyakini, lulusan Sarjana Terapan Pertahanan Angkatan ke-16 ini akan menjadi motor penggerak perubahan di tubuh TNI Angkatan Darat. Teruslah berkarya, berinovasi, dan jadilah perwira yang mampu memberi warna dan dampak positif dalam setiap penugasan,” tegas Kasad.

Menutup sambutannya, Kasad berpesan agar para perwira muda terus memelihara semangat belajar melalui pendidikan formal maupun pengalaman empiris di lapangan, dengan tetap memegang teguh nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan pengabdian kepada bangsa dan negara. *(Dispenad)*

Continue Reading

Trending