Connect with us

TNI / Polri

Kadislitbangad Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Antara Unjani Dengan TNI AD

Published

on

Jakarta, – Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara TNI AD dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), terkait Penguatan Fungsi Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat, bertempat di di Laboratorium, Batujajar, Bandung, Minggu (27/3/2022).

Dalam keterangan tertulis Dislitbangad, Kadislitbangad mengatakan bahwa kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas SDM para prajurit Dislititbangad dalam bidang penelitian dan pengembangan (Research and Development). Tujuan perjanjian kerja sama ini adalah untuk mewujudkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi UNJANI dalam Penguatan Fungsi Penelitian dan Pengembangan Dislitbang TNI AD.

“Saya selaku Kadislitbangad mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa atas kerjasama dan kolaborasi antara TNI AD dengan Unjani. Kerja sama ini juga sejalan dengan kebijakan TNI AD dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta peningkatan kemampuan organisasi,” katanya.

Dijelaskan Kadislitbangad, sebagai bagian integral dari TNI, TNI AD secara umum di era saat ini juga telah memodernisasi kemampuan Alutsista dan persenjataan pendukung yang dimiliki serta kualitas SDM yang mengawaki. Sebagian pemenuhan peralatan tersebut melalui pengembangan sendiri guna kemandirian dalam negeri dan sebagian lainnya melalui pengadaan dari pihak luar.

Satuan TNI AD sendiri memiliki badan pelaksana untuk penelitian dan pengembangan yaitu Dislitbang TNI AD, tambahnya. Lembaga ini bertugas untuk melakukan penelitian dan pengembangan di bidang Insani, Orgsismet dan Materiel yang semaksimal mungkin dapat disinergikan dengan misi Unjani yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang menjadi substansi dari perjanjian kerja sama ini.

Kadislitbangad berharap, penandatanganan PKS ini menjadi momentum untuk bersama-sama membangun serta mengembangkan riset dan inovasi teknologi yang nantinya benar-benar dibutuhkan oleh TNI AD.

Kemudian dengan adanya kerja sama ini tutur Kadislitbangad, kedepannya akan menjadi suatu kemudahan untuk mendukung pencapaian tugas pokok TNI AD serta pencapaian misi UNJANI. Di mana melalui perjanjian kerja sama ini, tentunya Unjani dan TNI AD juga akan lebih siap menyambut peluang dengan adanya lembaga baru yaitu Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Pada 17 Maret 2022 lalu, pimpinan TNI AD juga sudah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan tujuan untuk membangun kerja sama dalam rangka optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan riset dan inovasi di lingkungan TNI AD,” ujarnya.

Sementara itu Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D., menyampaikan rasa bangga dan aprisisinya kepada Kasad yang telah berkomitmen serta memiliki minat yang tinggi terhadap dunia pendidikan terutama bidang penelitian dan pengembangan termasuk bidang pendidikan yang lainnya bagi prajurit untuk meningkatkan kualitas SDM prajurit untuk berpikir maju dan adaptif sehingga PKS antara Unjani dengan TNI AD yang diberikan kepercayaan kepada Kadislitbangad dapat terlaksana dengan lancar.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua semua prajurit Dislitbangad yang telah mensuport dengan baik dan antusias.

“Ini menunjukkan, para prajurit Dislitbangad senantiasa berpikir maju dan mengikuti perkembangan secara adaptif. Saya salut dan bangga kepada para prajurit Dislitbangad,” pungkasnya.

Hadir dalam tersebut di antaranya Staf Srenaad, Staf Spersad, Kepala BBLM Kemenperindag RI, Dirut PT. Pindad (Persero), Dirut PT. Dirgantara Indonesia (Persero), Dirut PT. Dahana (Persero), Dirut PT. LEN (Persero), Sesdis Dislitbangad, Kaliti, Para Kasubdis, Para Pa Ahli dan Para Peneliti Utama Dislitbangad. (Dispenad)

Continue Reading

TNI / Polri

Korlantas Tegaskan Hanya Polri Berwenang Terbitkan SIM

Published

on

By

Jakarta – Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa hanya kepolisian yang berwenang menerbitkan surat izin mengemudi (SIM).

Penegasan ini ia sampaikan dalam rangka mencegah terjadinya pemalsuan SIM atau penerbitan SIM oleh pihak tertentu yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.

“Perlu kami tegaskan kepada masyarakat bahwa satu-satunya institusi yang berwenang menerbitkan SIM adalah Polri. Ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Dirregident Korlantas Polri, Brigjen Pol. Wibowo dalam keterangan, Senin (15/6/26).

Ia menjelaskan, kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 87 ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa “Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.”

Selain itu, dalam Pasal 87 ayat (3) juga disebutkan bahwa Polri wajib menyelenggarakan sistem informasi penerbitan SIM.

Brigjen Pol. Wibowo menekankan, SIM bukan sekadar kartu identitas pengemudi, melainkan juga dokumen negara yang menjadi bukti legitimasi kompetensi, registrasi, dan identifikasi pengemudi kendaraan bermotor yang diterbitkan berdasarkan proses verifikasi, pengujian, serta pencatatan dalam sistem informasi yang dikelola Polri.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi atau penawaran yang berpotensi menyesatkan terkait penerbitan SIM di luar mekanisme resmi Polri.

“Oleh karena itu, dokumen apa pun yang diterbitkan oleh pihak lain tidak dapat disamakan, menggantikan, ataupun dianggap sebagai SIM yang sah menurut hukum Indonesia,” ujarnya.

Continue Reading

TNI / Polri

Polres Metro Bekasi Sita 1.232 Butir Obat Daftar G di Cibarusah Bekasi

Published

on

By

Bekasi – Satresnarkoba Polres Metro Bekasi mengungkap kasus dugaan peredaran obat-obatan daftar G tanpa izin edar di wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Dua pria berinisial BM dan AG diamankan polisi.Keduanya diamankan di wilayah Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Senin (15/6/2026)

Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan peredaran obat daftar G di wilayah Cibarusah. Polisi kemudian melakukan penyelidikan di lokasi.
“Berawal dari informasi masyarakat, anggota melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat peredaran obat daftar G tanpa izin edar,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 540 butir Tramadol, 692 butir Eximer, dua unit telepon genggam, beberapa pack plastik klip, satu dompet warna hitam, dan uang tunai Rp615.000.

Berdasarkan hasil interogasi awal, kedua pria tersebut mengaku mendapatkan obat-obatan itu dari seseorang berinisial AGM. Saat ini AGM masih diburu polisi dan telah masuk daftar pencarian orang atau DPO.
“Kasus ini masih kami kembangkan. Kami juga melakukan pengejaran terhadap pemasok obat tersebut,” katanya.

Polisi telah mengamankan kedua terduga pelaku beserta barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut. Keduanya diduga melanggar ketentuan terkait peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan.

Polres Metro Bekasi mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya peredaran obat-obatan terlarang maupun tindak pidana lain di lingkungan sekitar.

Continue Reading

TNI / Polri

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel, Kapolda Ingatkan Aksi Mahasiswa Dilayani Humanis

Published

on

By

Jakarta – Polda Metro Jaya bersama unsur TNI menyiapkan 6.088 personel gabungan untuk melayani dan mengamankan aksi penyampaian pendapat sejumlah elemen mahasiswa di sejumlah titik Jakarta, Jumat (12/6/2026). Pengamanan dilakukan di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, kawasan Cikini Raya, serta beberapa ruas jalan yang berpotensi terdampak aktivitas masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri dalam arahannya saat apel kesiapan menekankan agar seluruh personel menjalankan tugas secara humanis, sabar, terukur, dan tidak mudah terpancing. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa yang menyampaikan pendapat merupakan bagian dari masyarakat yang harus dilayani dan dijaga.

“Saya titip kepada seluruh personel, adik-adik mahasiswa adalah keluarga kita. Mereka bukan lawan, melainkan warga masyarakat yang harus kita layani, kita jaga, dan kita amankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Kapolda.

Kapolda juga menegaskan seluruh tindakan di lapangan harus berada dalam satu komando dan sesuai prosedur. Personel diminta tidak bertindak di luar prosedur, tidak bergerak sendiri-sendiri, serta mengedepankan komunikasi persuasif dalam menghadapi dinamika massa. Ia juga memastikan tidak ada anggota yang membawa atau menggunakan senjata api dalam pelayanan aksi.

“Seluruh tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis, terukur, dan sesuai prosedur,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, 6.088 personel gabungan tersebut terdiri dari 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, serta 586 personel Polres Metro Jakarta Besar. Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang, sehingga kehadiran petugas TNI-Polri bertujuan memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

“Kami mengimbau dan mengajak adik-adik mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik, tertib, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat lainnya yang beraktivitas,” kata Kombes Budi.

Lanjut Kombes Budi juga mengingatkan peserta aksi agar tetap memperhatikan situasi di sekitar dan mewaspadai adanya kelompok lain yang berpotensi masuk serta memanfaatkan aksi untuk mengganggu ketertiban. Ia menyebut Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi adanya kelompok tertentu yang diduga mencoba bergabung atau mendompleng aksi.

“Jangan sampai ada kelompok-kelompok lain yang mencoba masuk, memprovokasi, atau menunggangi aksi penyampaian pendapat yang dilindungi undang-undang ini,” ujarnya.

Terkait kawasan Bundaran HI, Kombes Budi menyampaikan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan tempat yang diperuntukkan untuk penyampaian aspirasi karena terdapat aktivitas perekonomian dan kegiatan masyarakat lainnya. Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya juga telah berkomunikasi dengan pihak terkait agar titik penyampaian aspirasi dapat diarahkan ke kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI, sehingga aspirasi tetap dapat tersampaikan dengan baik.

Untuk arus lalu lintas, personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah disebar di sejumlah titik, antara lain Bundaran HI, Patung Kuda, Cikini, DPR/MPR RI, hingga kawasan Semanggi. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa. Untuk arus lalu lintas, petugas akan melakukan pengaturan di lapangan. Apabila diperlukan rekayasa lalu lintas, maka akan diterapkan secara situasional,” tutur Kombes Budi.

Kombes Budi berharap kegiatan pelayanan dan pengamanan penyampaian pendapat dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki kepentingan atau aktivitas di sekitar lokasi aksi agar memantau informasi terkini melalui media sosial resmi Ditlantas Polda Metro Jaya maupun Polda Metro Jaya.

“Kami berharap kegiatan pelayanan dan pengamanan penyampaian pendapat ini dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending