Connect with us

Metro

Ketua KADIN Jakarta Dukung Peluncuran LPSKM

Published

on

Jakarta – Lagi sebuah organisasi baru terbentuk guna membantu masyarakat, karena selama masih masih dipinggirkan.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga menjadi pembicara utama (Keynote Speech) pada acara Launching Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM).

Dalam kesempatan tersebut Wamendag menyampaikan, agar produk-produk lokal untuk didukung, memberikan afirmasi kepada produk lokal.

“Kita harus bangga menggunakan dan memanfaatkan produk lokal. Saya sendiri saja dari atas sampai bawah 100% menggunakan produk lokal (UMKM) Indonesia,” ucapnya bangga, Kamis (18/8/2022).

Wamendag menambahkan, bila ada hoaks di media bahwa Indonesia bergantung dengan import, dikatakan itu adalah tidak tepat.

“Yang tepat adalah ekspor kita lebih besar daripada impor kita. Jadi saya harap teman-teman dari LPKSM untuk bisa lebih mengetahui,” ujarnya.

Sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo yang mengamanatkan kepada Kementerian Perdagangan untuk bisa mencapai neraca perdagangan surplus.

“Amanat yang disampaikan bapak presiden melalui pak menteri dan saya serta jajaran di Kementerian Perdagangan berhasil dan tercapai. Dan ini bukan hanya tugas dari Kemendag tapi kerja keras kita semua termasuk masyarakat, lintas lembaga dan pemerintah daerah untuk mencapai ini semua,” ucapnya.

Sementara dalam diskusi diacara yang sama, Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menyambut baik dengan dilaunchingnya Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), karena Kadin adalah sebagai wadah dunia usaha.

“Saya berharap LPKSM akan selalu memberikan hak-hak konsumen,” ucap Diana Dewi yang juga sebagai salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.

Diana menambahkan, masyarakat Indonesia sifatnya terlalu pemaaf dan lupa serta mengabaikan hak-haknya.

“Oleh karena itu, perlindungan konsumen diperlukan untuk menciptakan keamanan konsumen apalagi hubungan produsen dan konsumen adalah hubungan interaksi. Walau begitu, konsumen tidak selalu menjadi raja,” katanya.

Sudah banyak organisasi yang sama tetapi masih belum maksimal karena kesadaran masyarakat masih kurang akan haknya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi IV Badan Perlindungan Komisi Nasional (BPKN), Haris Munandar berharap LPKSM dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga didalam negeri maupun luar negeri.

“Saya berharap nantinya LPKSM dapat memberikan literasi dan membantu perlindungan kepada konsumen,” ucap Haris.

Acara Launching LPKSM Mandiri Harmonis Dinamis dan Diskusi Publik dengan mengangkat tema “Konsumen Merdeka Indonesia Kuat” ini diikuti oleh beberapa pelaku usaha dan juga masyarakat sebagai konsumen.

Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti jaga jarak, cek suhu tubuh, memakai masker, selalu mencuci tangan dan selalu membawa handisanitezer

Continue Reading

Metro

Sahabat Tani Indonesia Tempuh Jalur Hukum, Apresiasi Polda Metro Jaya Atas Ruang Aspirasi Petani

Published

on

By

Jakarta, – Sahabat Tani Indonesia menyatakan akan mengambil langkah hukum kepada Feri Amsari dengan melaporkan dugaan penyebaran informasi yang menyesatkan kepada aparat penegak hukum. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga ketertiban umum serta melindungi petani agar ruang publik tetap sehat dan stabil.

“Kami tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang mencoba memanipulasi informasi dan membenturkan masyarakat petani dengan pemerintah,” ujar, H. Ben Nofri Baso perwakilan Sahabat Tani Indonesia, Kamis (17/4/2026).

Ia menegaskan, penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta dapat merugikan petani dan mengganggu stabilitas sektor pertanian. Karena itu, pelaporan ke aparat penegak hukum menjadi langkah tegas organisasi dalam melawan disinformasi.

Dalam kesempatan yang sama, Sahabat Tani Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Metro Jaya, khususnya Kapolda Metro Jaya, yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait pihak-pihak yang dinilai mencoba membenturkan masyarakat petani dengan pemerintah di bawah kepemimpinan saat ini.

“Kami berterima kasih kepada abangda Kapolda Metro Jaya yang sudah membuka pintu dialog. Ini bukti bahwa polisi hadir mendengarkan suara petani,” ucap H. Ben Nofri Baso Sahabat Tani Indonesia berharap sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat penegak hukum terus terjaga demi mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia.

Continue Reading

Metro

Mualaf Tionghoa Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Ukhuwah dan Persatuan Bangsa

Published

on

By

Jakarta – Abdurrahman Ong, Klai Perwakilan Mandat dari organisasi-organisasi mualaf dan yayasan mualaf Indonesia, menegaskan pentingnya peran Persatuan  Islam Tinghoa Indonesia (PITI) dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun jembatan komunikasi lintas identitas di tengah masyarakat Indonesia.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Abdurrahman Ong menjelaskan bahwa esensi Islam yang inklusif dan penuh keindahan tercermin dalam semangat persaudaraan tanpa memandang perbedaan ras maupun latar belakang.

“Inti dari Islam adalah ukhuwah Islamiyah, di mana kita diajarkan untuk bergaul dengan sesama muslim tanpa melihat perbedaan ras. Islam itu indah, dan meskipun kita terlahir berbeda, pada dasarnya kita adalah satu tubuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesan persatuan tersebut tidak hanya ditujukan secara internal umat Islam, tetapi juga penting disampaikan secara eksternal sebagai upaya meredam potensi segregasi ras di Indonesia.

Menurutnya, keberagaman harus dipandang sebagai rahmat yang memperkaya kehidupan berbangsa.

“Harapan kami, bangsa ini bisa melihat perbedaan sebagai rahmat. Justru dari perbedaan itulah kita bisa saling menguatkan,” katanya.

Abdurrahman Ong juga menekankan pentingnya syiar Islam yang inklusif kepada komunitas Tionghoa. Ia menyebut, mualaf Tionghoa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara identitas keislaman dan budaya Tionghoa.

“Kami membawa dua identitas sekaligus, sebagai Tionghoa dan sebagai Muslim. Dari situ kami bisa menjadi jembatan syiar dan komunikasi antar berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.

Dalam upaya memperkuat kerukunan, kegiatan yang digagas PITI juga melibatkan berbagai elemen, termasuk organisasi non-muslim dari komunitas Tionghoa. Hal ini dilakukan agar tercipta saling pengertian serta memperkuat rasa kebersamaan.

“Kami juga mengundang organisasi non-muslim Tionghoa agar mereka melihat bahwa komunitas ini ada, dan kita bisa hadir sebagai satu kesatuan yang besar,” tambahnya.

Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar secara rutin setiap tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah, baik di masjid maupun tempat bernuansa budaya Tionghoa, sebagai simbol harmonisasi identitas.

Abdurrahman Ong menegaskan bahwa menjadi seorang Muslim tidak berarti meninggalkan identitas budaya Tionghoa, begitu pula sebaliknya.

Menurutnya, kedua identitas tersebut justru dapat berjalan beriringan dalam harmoni.
“Kita tidak bisa meninggalkan salah satu identitas.

Justru kita harus mampu melebur dan menjadikan keduanya sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

FTPI Restui Promotor Maluku Gelar Sabuk Emas Presiden RI ke-III di Era Prabowo

Published

on

By

Jakarta – Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) memastikan Sabuk Emas Presiden RI ke-III akan digelar di era Presiden Prabowo Subianto. Untuk hajatan bergengsi itu, FTPI resmi mendukung Nikolas Johan Kilikily, SH., MH, promotor Pattimura Internasional Big Fight dari Maluku Barat Daya Promotion.

Kepastian dukungan disampaikan langsung oleh pencetus Sabuk Emas Presiden RI, Yance Rahayaan, http://S.Sos. Ia menegaskan langkah ini diambil setelah event Pattimura Internasional Big Fight 2026 tuntas digelar. “FTPI selaku pencetus akan mengantar promotor dari Maluku ini menuju Sabuk Emas Presiden RI ke-III,” ujar Yance yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas FTPI Pusat.

Sabuk Emas Presiden RI merupakan ajang tertinggi tinju profesional di tanah air. Sebelumnya, sabuk pertama diperebutkan pada 2016 di Gedung Balai Sarbini, Jakarta. Edisi kedua menyusul pada 2018 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos RI. Kedua event tersebut lahir di era Presiden Joko Widodo atas prakarsa Yance Rahayaan.

Ketua Umum FTPI Pusat Neneng A Tuty, SH menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah administratif. “Setelah Pattimura Internasional Big Fight selesai dan berhasil, FTPI akan menyurati Presiden dan Menpora. Kami mengusulkan Sabuk Emas Presiden RI ke-III dilaksanakan dengan promotor Nikolas Johan Kilikily,” tegas Neneng,

Menurut Yance, penunjukan promotor asal Maluku itu bukan tanpa alasan. Nikolas dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam pembinaan tinju nasional. “Beliau punya jiwa kepahlawanan Pattimura Muda Lawamena Haulala dan integritas tinggi. Komitmennya untuk tinju Indonesia tidak diragukan,” kata Yance, alumni FISIP Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.

Dengan dukungan penuh FTPI, Sabuk Emas Presiden RI ke-III diproyeksikan menjadi panggung kebangkitan tinju nasional sekaligus pembuktian kapasitas promotor daerah di level tertinggi.

Continue Reading

Trending