Connect with us

Metro

Kades Mukti Kemendesa Sinergis Kompas Travel Fair Wujudkan Desa Wisata Nusantara

Published

on

Jakarta – Kabupaten Tabalong desa Padang panjang Kalimantan Selatan turut hadir di Kompas Travel Fair (KTF) di Jakarta Convention Center, 9-11 September 2022, di Plenary Hall dan area lobi utama Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Setelah vakum selama dua tahun, KTF tahun ini mengusung tagline “(Re)Start Your Journey” untuk menggelorakan semangat masyarakat untuk kembali berwisata.

Turut hadir di lokasi, Kades Padang Panjang, Mukti menjelaskan kepada awak media tentang Kabupaten Tabalong.

“Nama saya Bumukti Kepala Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong hari ini bersama teman-teman Dinas Pariwisata, Dinas Pemerintahan Desa Kabupaten Tabalong menghadiri Kompas travel fair yang diadakan oleh Kompas dan Kementerian Desa dan kami juga mengucapkan terima-kasih kepada ketua baru yang sudah men-support kami,” katanya dengan semangat.

Lebih lanjut, Mukti mengatakan keunggulan Tabalong.

“Selain daripada itu produk-produk unggulan yang ada di Kabupaten Tabalong desa wisata Kabupaten Panjang kami sertakan untuk ikut pameran pada hari ini, Jumat (09/09/2022),” sambungnya.

“Adapun pameran berlangsung sampai 3 hari dari tanggal 9 – 11 September 2022. Insya Allah kami akan standby, dan All out di kegiatan ini untuk mempromosikan Tabalong khususnya desa padang panjang dengan taman wisata Laburan dan perlu kami sampaikan di Kabupaten Tabalong banyak destinasi wisata, dikelola oleh desa yang dikelola oleh bumdesnya dan mudah-mudahan tahun ini kami akan membantu desa-desa yang Sudah ada pengelola wisatanya untuk ikut lomba desa wisata yang diadakan oleh kemendes tahap 2 ini bisa muncul lagi disupport oleh Dinas Pariwisata, Bumdes dan teman-teman dari dinas Kementerian pariwisata dan perusahaan PT Adaro Indonesia dan subcontnya berkontribusi pada kegiatan ini,” tutupnya.

Sinergis dengan Kades, Kabid Pariwisata di Selarapan Kabupaten Tabalong, Lilis Martadiana sangat mendukung.

“Nama saya Lilis Martadiana, saya sebagai Kabid Pariwisata di selarapan kabupaten Tabalong, kami sangat men-support Apa yang dilakukan oleh bumdes untuk objek wisata Laburan ini dan sudah mendapatkan kategori desa wisata terbaik 6 untuk peringkat nasional sebagai promosi desa wisata Nusantara yang baru tadi dan tentunya tidak hanya sampai disini kami ingin berkembang lebih maju lagi,” kata Lilis Martadiana. Demikian juga untuk objek wisata lainnya dan yang terkait dengan Bumdes,” pungkasnya.

Continue Reading

Metro

CERITA SAMPAH DARI ROROTAN, SAMPAI TELAN KORBAN JIWA DI BANTAR GEBANG

Published

on

By

Rorotan Dulu.

Rorotan ini sebuah perkampungan, yang merupakan kelurahan dikecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Letaknya di dekat perbatasan wilayah DKI Jakarta dengan Kota Bekasi. Kawasan ini masih cukup luas, dulu sebagian besar merupakan daratan tempat pemukiman warga. Sebagian lagi berupa Sawah Produktif serta lahan-lahan kosong.

Jika memasuki kawasan ini, kita melintasi sawah-sawah dan rumah penduduk lewat jalan yang sudah beraspal. Dulunya Rorotan memang merupakan daerah penghasil beras bermutu tinggi. Penduduknya mayoritas suku betawi. Kini Rorotan berkembang dan harga tanah di kawasan ini pun mulai naik. Bahkan jadi incaran pengembang.

Dari mana asal-usul nama Rorotan? Konon pada masa Hindia Belanda berkuasa dengan VOC nya di Batavia, kampung itu mulanya bernama Rawa Rotan, Rawa-rawa yang ditumbuhi pohon rotan, namun warga setempat menyebutnya secara Praktis “Rorotan” atau dari Rawa Rotan. Hingga akhirnya menjadi nama resmi kawasan tersebut dan terkenal sampai sekarang.

Yang unik, suasana di rorotan terasa sepi-bahkan terkadang hening meskipun sudah masuk Wilayah Jakarta Utara. Dulu udaranya masih cukup bersih. Masih banyak burung bangau berterbangan diswah dan di danau. Hebatnya kawasan ini pada musim hujan tahun 2013, ternyata rorotan tidak kebanjiran. Dulu Banyak semua kalangan menyarankan kawasan ini menjadi cagar budaya Jakarta.

Rorotan Kini.

Rorotan kini telah menjelma menjadi bak sampah, tanah rorotan telah dikorupsi 12,4 hektare kerugian negara 223,8 Milyar oleh manusia- manusia serakah yang kini mendekam di jeruji penjara.

Dan rorotan terlihat tidak lagi Indah seperti cerita terdahulu. Bau busuk yang menyengat hampir membunuh masyarakat Rorotan dengan penyakit infeksi sesak pernapasan.
Program RDF (Refuse Derived Fuel) Rorotan di Jakarta Utara melibatkan protes warga akibat bau menyengat, sampah berceceran, dan gangguan kesehatan (ISPA/mata) sejak awal 2025. Warga menuntut penghentian operasional karena dampak lingkungan yang masif, sementara pemerintah berupaya memperbaikinya dengan pengawasan KPK pada proyek bernilai Rp1,3 triliun tersebut.

Gunung Sampah Bantar Gebang memakan Korban

Dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, harus bertanggung jawab sebab Peristiwa Longsornya Gunung sampah di Bantar Gebang sebanyak 7 Orang Korban Jiwa. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden terjadi secara tiba-tiba, sampah runtuh dan menimbun warung hingga beberapa truk sampah.

Gerakan Aktivis Jakarta menyampaikan berdasarkan data,
Jumlah sampah di DKI Jakarta mencapai sekitar 7.400 hingga 8.600 ton per hari. Sebagian besar sampah tersebut, atau sekitar 74%, diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Padahal pemerintah DKI Jakarta Sudah menggelontorkan anggaran 2.50 Triliyun untuk pengelolaan sampah. Namun Mandul dan Keruhnya Ide Gagasan Kepala Dinas untuk mengatasi persoalan sampah di DKI Jakarta.
Penyumbang sampat terbanyak di DKI Jakarta, Mulai dari Rumah Hiburan, Apartement, Hotel, Rumah Sakit dan Restaurant (Kemana Uang Iuaran Sampahnya?)

Kami Gerakan Aktivis Jakarta, Meminta Para Penegak Hukum Baik Kepolisian Ataupun KPK untuk memeriksa dan mengaudit seluruh kekayaan jajaran dilingkaran Dinas Lingkungan Hidup, atas kejadian longsornya sampah yang menimbulkan korban jiwa.

Continue Reading

Metro

Angkat Nama Maluku, Nikolas Kilikily Bawa Event Tinju Internasional ke Senayan

Published

on

By

Jakarta, — Ketua Dewan Pengawas FTPI Pusat, Yance Rahayaan, S.Sos menyampaikan apresiasi kepada promotor internasional asal Maluku, Nikolas Johan Kilikily, atas penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026.

Event ini akan digelar pada 29 Mei 2026 di Auditorium LPP TVRI dalam rangka memperingati Hari Pattimura ke-209.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia, sekaligus memperkuat nilai persatuan bangsa melalui olahraga.

Maluku sebagai daerah dengan sejarah panjang dalam melahirkan petinju dunia seperti Ellyas Pical dan Nico Thomas kembali menunjukkan kontribusinya melalui event ini.

Yance bahkan menyebut Niko Kilikily sebagai representasi semangat Pattimura di era modern.

“Ini adalah bentuk nyata melanjutkan perjuangan Pattimura di dunia olahraga tinju,” ujarnya.

Tokoh tinju nasional, Marasal Hutabarat, turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event tersebut.

“Ini adalah bentuk nyata melanjutkan cita-cita perjuangan Pattimura melalui olahraga tinju. Apalagi Maluku telah terbukti melahirkan petinju legendaris seperti Rachman Kilikily,” ujar Marasal.

Continue Reading

Metro

GALERI UMKM DI DPRD KULON PROGO RUANG BERKARYA DAN INSIPIRASI UNTUK GENERASI MUDA KULON PROGO

Published

on

By

Kulonprogo, 10/4/2026 -Karyapost.com,Semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan terus bertumbuh di Kabupaten Kulon Progo.

Salah satu wujud nyata hadir melalui “Galeri DPRD” yang dikelola oleh Bapak Nuryadi, warga Jatirejo, Kecamatan Lendah.

Galeri ini menjadi wadah strategis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menampilkan sekaligus memasarkan produk-produk unggulan daerah.

Didirikan sekitar tahun 2021, Galeri DPRD berawal dari kiprah Bapak Nuryadi sebagai duta marketing UMKM.

Berbekal semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kemajuan ekonomi masyarakat dari sinilah kesempatan untuk menghadirkan produk lokal menjadi pusat publikasi maupun penasaran di ruang galeri di lingkungan Gedung DPRD Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta.

Alhamdulillah, dengan dukungan berbagai pihak, galeri ini dapat berdiri dan menjadi tempat bagi UMKM untuk berkembang,” ungkap Bapak Nuryadi dengan penuh rasa syukur karena galeri ini adalah wujud nyata dalam menampilkan beragam produk khas Kulon Progo mulai dari kerajinan tangan,aneka makanan ringan, berbagai jenis kopi lokal seperti Kopi Menoreh, hingga koleksi batik yang beragam mulai dari batik tulis, batik motif, hingga batik kombinasi semua tertata rapi dan menarik perhatian pengunjung.

Selama kurang lebih tiga tahun Galeri ini berdiri di lingkungan komplek area DPRD kemudian telah menjadi rumah bersama bagi para pelaku UMKM di Kulon Progo kemudian tidak hanya sebatas sebagai tempat publikasi maupun pemasaran tapi galeri ini juga menjadi simbol sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menguatkan ekonomi lokal berbasis kearifan daerah.

Dengan penuh harap, keberadaan galeri ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kulon Progo, untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani memulai usaha.

Dalam perspektif nilai-nilai Islami, upaya ini juga menjadi bagian dari ikhtiar menjemput rezeki yang halal, sekaligus memberikan manfaat luas bagi sesama semoga ke depan semakin banyak generasi muda kulon progo yang tergerak untuk membangun konsep ekonomi kreatif dalam mengembangkan potensi lokal di daerahnya sendiri begitu Bapak Nuryadi menyampaikan kepada awak media.

Budi Legowo Santoso Kabiro Karyapos Daerah Istimewa Yogyakarta disela-sela waktunya wawancara dengan bapak Nuryadi di kantin DPRD menjelaskan bahwa Galeri ini bukan sekadar ruang pameran atau publikasi terkait produk-produk lokal  daerah melainkan simbol perjuangan maupun kolaborasi  dengan harapan bahwa tujuan niat yang baik disertai kerja keras, ikhtiar dan doa maka setiap langkah kecil dapat menjadi jalan menuju keberkahan dan kemajuan bersama dalam membangun media pembelajaran serta pemberdayaan melalui karya ide.

Jurnalis: Firmanda Dedi Wibowo

Continue Reading

Trending