Connect with us

nasional

Mahkamah Agung RI Gelar Refleksi Kinerja Tahun 2022

Published

on

Jakarta, – Ketua Mahkamah Agung RI, Yang Mulai Prof. HM Syarifuddin pada Selasa 3 Januari 2023 memaparkan Kinerja MA RI tahun 2022, didepan awak media tv, cetak, Radio dan online, dengan topik Refleksi Kinerja Mahkamah Agung RI Tahun 2022, berbagai upaya atau kerja keras dilakukan hingga mampu meraih capaian kesuksesan dan kemajuan dalam pelayanan di MA.

Dalam peningkatan pelayanan, telah dilaksanaan sistem peradilan elektronik tidak bisa terlepas dari adanya proses digitalisasi mulai dari tingkat pendidikan izin atau persetujuan secara elektronik izin atau persetujuan permintaan secara elektronik dan permohonan pinjam pakai barang bukti sejarah elektronik aplikasi ini merupakan penunjang program nasional digitalisasi dan pertukaran data penanganan perkara dalam SPP yang sebelumnya telah ada.

Aplikasi e-BERPADU ini merupakan penunjang program nasional digitalisasi dan pertukaran data penanganan perkara dalam SPPT-TI yang sebelumnya telah ada. Pada awalnya Mahkamah Agung menunjuk 7 wilayah sebagai pilot project, yaitu wilayah PT Makassar, PT Palembang, PT Banjarmasin, PT Jogjakarta, PT Ambon, PT Kupang, Mahkamah Syariyyah Aceh dan satu wilayah, yaitu PT Padang berdasarkan MOU secara mandiri. Setelah dilakukan sosialisasi sejak bulan Oktober 2022 yang lalu, saat ini seluruh Pengadilan Negeri/Mahkamah Syariyyah dan Pengadilan Tinggi/Mahkamah Syariyyah Provinsi Aceh sudah 100% berhasil menggunakan link production dari aplikasi e-BERPADU.

berdasarkan data per tanggal 30 Desember 2022 sebagai berikut:
– Ijin/persetujuan penyitaan secara elektronik: 16382
permohonan
– Ijin/persetujuan penggeledahan secara elektronik:
4491 permohonan
– Perpanjang Penahanan secara elektronik: 7315
permohonan
– Pembantaran secara elektronik: 15 permohonan
– Permohonan diversi secara elektronik: 221
permohonan
– Permohonan pinjam pakai barang bukti secara elektronik: 281 permohonan
– Permohonan ijin besuk secara elektronik: 8882
permohonan
– Pelimpahan berkas perkara secara elektronik: 5931
permohonan
Sehingga total jumlah layanan yang berhasil dijalankan melalui aplikasi e-BERPADU pada tahun 2022 sebanyak 43.407 (empat puluh tiga ribu empat ratus tujuh) permohonan.

Dengan peradilan secara elektronik tersebut, diharapkan penyelenggaraan peradilan dapat dilakukan sederhana, cepat, dan biaya ringan serta sebagai upaya untuk meningkatkan akses terhadap keadilan.

Hal ini menimbulkan tantangan dalam pelaksanaan mediasi di pengadilan hingga mendorong perlunya implementasi mediasi secara elektronik. Perma Nomor 3 Tahun 2022 memberikan payung hukum bagi pelaksanaan mediasi secara elektronik dengan bantuan perangkat teknologi informasi, tegasnya.

Beberapa hal lain yang mengalami penyempurnaan dalam Perma Nomor 7 Tahun 2022 adalah Mengubah ketentuan umum hari, yang semula hari adalah hari kerja menjadi hari kalender, Menambahkan ketentuan tentang tanda tangan elektronik, Menambahkan ketentuan tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Meja E-Court.
Menambahkan jenis perkara perdata khusus. Menambahkan norma tentang pengurusan dan pemberesan harta pailit secara elektronik, Menambahkan ruang lingkup persidangan elektronik untuk upaya hukum banding. Menambahkan norma kurator atau pengurus menjadi pengguna terdaftar. Menambahkan Bundel A dan Bundel B yang dikirim ke pengadilan tingkat banding dilakukan secara elektronik. Serta menambahkan administrasi perkara pada pengadilan tingkat banding dilakukan secara elektronik.

Mekanisme persetujuan sidang secara elektronik dalam hal tergugat tidak menyetujui, maka persidangan dilakukan secara hybrid dan Pemanggilan melalui surat tercatat bagi Tergugat yang tidak memiliki domisili elektronik/tidak setuju dipanggil elektronik.

Capaian kinerja di bidang penanganan perkara tahun 2022, sebagai berikut:
Jumlah perkara yang masuk ke Mahkamah
Agung tahun 2022 meningkat sebesar 47,57% dari sebelumnya sebanyak 19.209 menjadi 28.347 perkara, sehingga jumlah beban perkara tahun 2022 dari jumlah perkara masuk ditambah sisa perkara tahun 2021, yaitu sebanyak 175 perkara adalah 28.522 perkara.

Sampai dengan tanggal 29 Desember 2022
Mahkamah Agung telah berhasil memutus perkara sebanyak 28.371 perkara atau sebesar 99,47% dari jumlah beban perkara tahun 2022 sebanyak 28.522 perkara.

Rasio produktivitas memutus perkara tersebut telah melampaui target yang ditetapkan, yaitu sebesar 75% atau lebih tinggi sebesar 24,47% dan meningkat 1,7% dari tahun 2021. Sedangkan produktivitas kinerja minutasi perkara mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari tahun 2021 sebanyak 21.586 perkara meningkat menjadi 30.195 perkara pada tahun 2022, atau meningkat sebesar 39,88%. Jumlah minutasi perkara pada tahun ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Mahkamah Agung.

Kami yakin dan percaya InshaaAllah selama 1 tahun ke depan bisa kami kikis hanya yang diputus dalam bulan Desember saja, begitu pula dengan perkara yang belum diputus hanya yang masuk di bulan Desember saja.

Sisa perkara sampai dengan tanggal 29 Desember 2022 tercatat sebanyak 151 perkara. jumlah tersebut masih bersifat sementara dan bisa berubah karena pada tanggal 30 Desember 2022 masih ada persidangan datanya belum masuk di laporan ini, namun dengan jumlah sisa perkara tersebut telah menunjukkan adanya peningkatan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya yang mana jumlah sisa perkara tahun 2021 sebanyak 175 perkara.

Semua capaian kinerja tersebut tidak terlepas dari peran dan kontribusi para Yang Mulia Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung, serta seluruh jajaran Kepaniteraan Mahkamah Agung yang telah berkerja dengan keras, siang dan malam tanpa mengenal lelah dalam menyelesaikan perkara di bawah koordinasi para Ketua Kamar masing-masing dengan dukungan anggaran dari Kesekretariatan Mahakmah Agung, tegasnya.

Untuk perkara perdata di lingkungan peradilan umum, jumlah permohonan eksekusi perkara perdatabyang diajukan pada tahun 2022 sebanyak 3.500 permohonan, sebanyak 1.168 permohonan dicabut, permohonan yang tidak dapat dieksekusi (non eksekutable) sebanyak 89 perkara dan yang sudah dilaksanakan sebanyak 1.732 perkara, sehingga persentase permohonan yang telah dilaksanakan dari jumlah permohonan yang masuk di tahun 2022 adalah sebesar 49,48%.

Sedangkan untuk perkara perdata agama di
lingkungan peradilan agama jumlah permohonan eksekusi yang diajukan pada tahun 2022 sebanyak 535 permohonan, sebanyak 83 permohonan dicabut,
permohonan yang tidak dapat dieksekusi (non eksekutable) sebanyak 32 perkara dan yang sudah dilaksanakan sebanyak 87 perkara, sehingga persentase eksekusi yang telah dilaksanakan dari jumlah permohonan yang masuk di tahun 2022 di lingkungan peradilan agama adalah sebesar 16,26%, papar Prof HM Syarifuddin

Continue Reading

nasional

Pembina Promotor G. Borlak: Kolaborasi Semua Pihak Jadi Kunci Sukses Pattimura International Big Fight 2026

Published

on

By

JAKARTA – Ajang tinju internasional Pattimura International Big Fight 2026 resmi digelar di Auditorium TVRI Senayan, Jakarta, Jumat malam (29/5/2026). Event bergengsi ini menghadirkan petinju dari berbagai daerah di Indonesia dengan mengusung semangat kepahlawanan Kapitan Pattimura sekaligus menjadi momentum kebangkitan tinju profesional nasional.

Acara berlangsung meriah dan dibuka oleh pembawa acara Fatih Sundara yang menyapa ribuan penonton yang memadati auditorium. Suasana semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional, pejabat daerah, legenda tinju Indonesia, serta komunitas pecinta tinju dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Pembina Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut.

Menurut Borlak, keberhasilan penyelenggaraan event internasional ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, sponsor, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga tinju di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk kalangan swasta yang telah berkolaborasi sebagai donatur, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta TVRI yang telah mendukung acara ini sehingga dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” ujar Borlak.

Ia berharap dukungan terhadap dunia tinju nasional dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

“Ke depan kami berharap semakin banyak donatur yang turut mendukung kegiatan seperti ini. Dengan dukungan yang kuat, bukan tidak mungkin Indonesia kembali melahirkan petinju-petinju hebat seperti Ellyas Pical yang mampu meraih gelar juara dunia dan mengharumkan nama bangsa di pentas internasional,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula legenda tinju Indonesia Ellyas Pical yang turut menyaksikan jalannya pertandingan dan memberikan semangat kepada para petinju yang berlaga.

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 juga dihadiri oleh Hendrik Lewerissa, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, perwakilan Kementerian Agama, unsur DPRD Maluku, Hercules Rozario Marshal, jajaran TVRI, sponsor, serta para pecinta tinju dari berbagai daerah di Indonesia.

Borlak menilai antusiasme para pejabat dan tokoh yang hadir menjadi bukti bahwa olahraga tinju masih memiliki tempat penting dalam pembangunan prestasi olahraga nasional. Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD Maluku dalam mendorong pembinaan atlet muda.

“Ke depannya, kami berharap lebih banyak kolaborasi dan kerja sama seperti yang telah dilakukan oleh Gubernur Maluku dan Ketua DPRD Maluku. Dukungan tersebut sangat penting untuk memberikan motivasi kepada generasi muda yang sedang berlatih dan berjuang mengharumkan nama bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Borlak menegaskan bahwa Pattimura International Big Fight 2026 yang mengusung tema “Pertandingan Tinju Ampro Era Prestasi Indonesia Emas” merupakan langkah nyata untuk menghidupkan kembali kejayaan tinju profesional Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan aktivitas.

Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet dan insan tinju nasional agar memiliki ruang untuk berkembang dan berprestasi.

“Tinju Indonesia memiliki sejarah panjang dan banyak melahirkan petinju hebat. Karena itu kami berharap masyarakat terus memberikan dukungan agar para petinju Indonesia dapat terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di kancah dunia,” tutup Borlak.

Continue Reading

nasional

Gubernur Maluku Kobarkan Semangat Pattimura untuk Bangkitkan Tinju Indonesia

Published

on

By

JAKARTA — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengobarkan semangat perjuangan Kapitan Pattimura dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026 yang berlangsung di Auditorium TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Di hadapan para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, pengurus organisasi olahraga, serta ratusan pecinta tinju yang memenuhi auditorium, Hendrik menegaskan bahwa semangat Pattimura harus menjadi inspirasi dalam membangkitkan kembali kejayaan tinju Indonesia, khususnya dari kawasan timur Indonesia.

“Pattimura bukan hanya Pahlawan Nasional, tetapi semangat perjuangannya sudah menjadi jati diri masyarakat Maluku. Semangat itu pula yang harus kita bawa untuk membangun prestasi olahraga, termasuk tinju profesional,” ujar Hendrik dalam sambutannya.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur Watubun, jajaran pemerintah daerah, serta pengurus Federasi Tinju Profesional Indonesia dan Persatuan Tinju Amatir Indonesia.

Menurut Hendrik, Maluku memiliki sejarah panjang dalam dunia tinju nasional dan internasional. Banyak petinju asal Maluku yang pernah mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan bergengsi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kejayaan masa lalu tidak boleh hanya menjadi kenangan. Dibutuhkan kerja keras, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan berbagai pihak agar lahir generasi baru petinju Indonesia yang mampu bersaing di level dunia.

“Kita pernah berjaya di panggung tinju profesional. Tapi kita tidak boleh hanya bangga pada sejarah. Saatnya kita menciptakan prestasi baru untuk masa depan,” katanya.

Hendrik juga menyampaikan rasa bangga atas kemenangan sejumlah petinju asal Maluku dalam pertandingan yang digelar pada malam tersebut. Ia menilai hal itu menjadi bukti bahwa potensi atlet tinju dari Maluku masih sangat besar dan layak mendapatkan perhatian serius.

Lebih lanjut, Hendrik berharap event internasional seperti Pattimura International Big Fight dapat diselenggarakan di Ambon pada masa mendatang. Menurutnya, Maluku merupakan gudang petinju berbakat yang membutuhkan panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Maluku adalah rumah bagi banyak petinju hebat, baik amatir maupun profesional. Tinggal bagaimana kita membuka ruang dan kesempatan agar mereka bisa berkembang,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Hendrik, siap mendukung berbagai kegiatan olahraga yang berorientasi pada pembinaan atlet muda dan pengembangan prestasi olahraga nasional.

Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara, termasuk Maluku Barat Daya Promotion dan TVRI, yang dinilai berhasil menghadirkan event olahraga nasional dengan semangat persatuan, perjuangan, dan sportivitas.

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 digelar dalam rangka memperingati 209 tahun perjuangan Kapitan Pattimura sekaligus menjadi wadah pembinaan dan promosi petinju profesional Indonesia menuju level internasional.

Continue Reading

nasional

“Lawamena Haulala” Menggema di Senayan, Ketua DPRD Maluku Kobarkan Semangat Pattimura International Big Fight 2026

Published

on

By

JAKARTA — Semangat perjuangan rakyat Maluku membara di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta, saat Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watugun, membakar semangat ribuan penonton dalam ajang Pattimura International Big Fight 2026, Jumat malam (29/5/2026).

Dengan penuh semangat, Benhur naik ke atas ring dan menyerukan yel khas Maluku, “Lawamena Haulala, maju terus pantang mundur,” yang langsung menggema dan disambut antusias para penonton serta peserta pertandingan tinju internasional tersebut.

Seruan itu menjadi simbol semangat perjuangan dan keberanian masyarakat Maluku yang diangkat dalam penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026, sebuah ajang yang tidak hanya menghadirkan pertandingan olahraga, tetapi juga membawa pesan persatuan, nasionalisme, dan kebangkitan tinju Indonesia.

Dalam sambutannya, Benhur menyampaikan penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beserta jajaran Kabinet Merah Putih atas perhatian dan dukungan terhadap perkembangan olahraga nasional, khususnya cabang olahraga tinju.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi Maluku dan Maluku Utara, serta seluruh pihak yang ikut menyukseskan gelaran internasional tersebut.

“Kegiatan ini bukan sekadar pertandingan tinju, tetapi momentum membangkitkan kembali semangat perjuangan Kapitan Pattimura sekaligus menghidupkan kejayaan tinju nasional,” ujar Benhur di hadapan para tamu undangan dan penonton.

Suasana semakin meriah ketika Benhur turut menyampaikan apresiasi kepada GRIB Jaya yang hadir memberikan dukungan pada acara tersebut, termasuk kepada Hercules Rosario de Marshall beserta jajaran.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas dukungan dan pengamanan sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman dan lancar.

Di penghujung sambutannya, Benhur memberikan apresiasi khusus kepada Televisi Republik Indonesia yang dinilainya memiliki peran besar dalam membesarkan olahraga tinju di Indonesia melalui dukungan siaran dan publikasi nasional.

“Kita tepuk tangan untuk TVRI. Tanpa TVRI, tinju tidak ada arti apa-apa,” ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh penonton di arena.

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 sendiri menjadi salah satu momentum penting kebangkitan tinju profesional Indonesia dengan menghadirkan petinju dari berbagai daerah serta membawa semangat kepahlawanan Kapitan Pattimura ke panggung olahraga nasional dan internasional.

Continue Reading

Trending