JAKARTA — Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Se-Jabodetabek menggelar Leadership Forum bertajuk “Executive Insights: Menjadi Pemimpin BUMN yang Berintegritas, Adaptif, dan Berdaya Saing”. Forum tersebut menjadi ruang bagi para alumni dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan kepemimpinan, tata kelola, serta daya saing korporasi negara di tengah perubahan lingkungan bisnis.

Salah satu pembicara utama dalam forum tersebut adalah Direktur Korporat Pemasaran Pertamina Subholding Downstream, Dr. Ir. Alimuddin Baso, S.T., M.B.A. Dalam paparannya, Alimuddin menekankan pentingnya kapasitas kepemimpinan yang kuat dalam mengelola korporasi maupun lembaga pemerintahan.

Menurut dia, tantangan kepemimpinan saat ini tidak cukup dijawab dengan kemampuan teknis. Seorang pemimpin dituntut memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, sekaligus mampu membangun tim yang solid untuk mencapai tujuan organisasi.

“Aspek leadership sangat dibutuhkan dalam konteks memimpin korporasi, sama halnya ketika kita memimpin di kementerian maupun lembaga,” ujar Alimuddin dalam forum yang digelar Sabtu (9/8/2026).

Alimuddin kemudian membagikan pengalamannya selama berkarier di Pertamina sejak pertengahan 2023. Ia menyinggung berbagai tantangan dalam tata kelola industri minyak dan gas sekaligus pentingnya integrasi bisnis untuk memperkuat kinerja perusahaan.

Menurutnya, integrasi bisnis tidak semata-mata menyangkut aspek legal maupun substansi bisnis. Faktor yang tidak kalah penting adalah budaya kerja atau culture yang harus dibangun secara konsisten agar proses integrasi dapat menghasilkan efisiensi dan produktivitas.

“Integrasi bisnis terkadang mengalami diskursus pada aspek culture. Namun, kami meyakini bahwa penguatan governance, risk, and compliance adalah modal dasar yang wajib dipenuhi,” tegasnya.

Ia menilai penerapan tata kelola perusahaan yang baik menjadi fondasi penting bagi BUMN untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan daya saing di tengah tuntutan bisnis yang semakin kompleks.

Dalam kesempatan itu, Alimuddin juga menjelaskan posisi strategis Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi nasional. Pertamina memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan BBM bagi sektor industri dan pertambangan, kebutuhan TNI/Polri, penerbangan melalui avtur, hingga distribusi LPG dan solar bagi nelayan serta masyarakat luas.

Karena itu, menurut dia, kepemimpinan di sektor energi memiliki tantangan yang tidak sederhana. Keputusan korporasi harus tetap memperhatikan kepentingan bisnis sekaligus memastikan pelayanan energi kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan.

Alimuddin menegaskan, pemimpin yang kuat pada akhirnya tidak hanya dinilai dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari keteladanan yang ditunjukkan kepada seluruh anggota organisasi.

“Modal kita jika ingin menjadi role model pemimpin adalah kita sendiri yang harus memberi contoh. Kita perkuat kompetensi generasi muda serta dukung dengan budaya kerja yang sehat,” pungkasnya.

Forum yang digelar IKA Unhas Se-Jabodetabek tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan bagi para alumni, khususnya dalam mendorong lahirnya kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.