JAKARTA – Ramah Tamah Wisuda Sarjana Pemuda 21 menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong para lulusan agar mampu mengembangkan potensi dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, serta daerah.
Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan untuk Masa Depan yang Lebih Baik” itu berlangsung di Jakarta, Rabu (7/10/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Dr. Nur Alam, M.Si., mengatakan kelulusan sebagai sarjana bukan merupakan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan menjadi awal bagi generasi muda untuk mengimplementasikan ilmu dan kemampuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Menurut dia, para lulusan harus terus mengembangkan diri serta mampu menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat di tengah masyarakat.
“Bagaimana anak-anak ini menjadi generasi muda yang bisa mengembangkan dirinya secara baik, lalu kemudian memberi manfaat bagi keluarga, orang tua, dan menjadi bagian dari identitas daerah,” ujar Nur Alam dalam wawancara dengan awak media.
Ia menekankan, keberhasilan seorang sarjana tidak semata-mata ditentukan oleh gelar akademik yang diperoleh. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari kemampuan seseorang dalam mengimplementasikan ilmu, membangun kepedulian sosial, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Karena itu, Nur Alam berharap para wisudawan Pemuda 21 dapat terus memiliki semangat belajar dan meningkatkan kapasitas diri di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat.
Para lulusan, kata dia, juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan yang telah ditempuh tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata.
“Kalau itu bisa mereka tunaikan dengan baik, insya Allah pasti kebermanfaatannya akan lebih tinggi,” tuturnya.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan keluarga, masyarakat, daerah, hingga bangsa. Karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, momentum ramah tamah menjadi bagian penting untuk memperkuat silaturahmi antara para wisudawan, keluarga, civitas akademika, serta pihak-pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan pendidikan mereka.
Tema “Merajut Kebersamaan untuk Masa Depan yang Lebih Baik” juga mencerminkan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan.
Kebersamaan dinilai dapat menjadi modal bagi generasi muda untuk membangun jejaring, saling mendukung, bertukar pengalaman, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang.
Dengan bekal pendidikan yang telah diperoleh, para wisudawan Pemuda 21 diharapkan mampu memasuki fase baru kehidupan dengan semangat untuk terus belajar, bekerja keras, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.
Wisuda, dengan demikian, bukan sekadar seremoni penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi titik awal bagi para sarjana untuk membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh dapat memberi nilai dan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan.