Jakarta – Permainan games online kini semakin akrab dimainkan anak. Selain melalui tablet, permainan game online juga mudah ditemui di warung internet (warnet) Orang tua dan anak-anak masih kurang teredukasi mengenai dampak positif, maupun dampak negatif dari bermain game online.

Menurut Rektor Unindra Prof Dr Sumaryoto perkembangan teknologi video game, terbilang sangat pesat. Selasa.(23/7/2019)

Namun demikian, ternyata para pengguna video game atau kerap disebut gamer, masih kurang teredukasi mengenai dampakĀ  positif, maupun dampak negatif dari permainan tersebut.

Prof Dr Sumaryoto menekankan peran orangtua dalam mengontrol dan mengawasi anaknya. “Anak-anak masih butuh bimbingan orangtua karena mereka belum mengetahui segara dampak dari apa yang dilakukannya,”

Karena itu orangtua perlu menetapkan aturan kapan anak boleh bermain dan durasi waktunya. Jangan membebaskan anak bermain games karena anak belum memiliki pengendalian diri.

“Ciptakan situasi yang kondusif di rumah agar anak nyaman di rumah dan merindukan orangtuanya saat di luar rumah. Kalau bisa, ayah dan ibu luangkan waktu sejenak untuk bersama-sama. Ciptakan keakraban di rumah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *