Jakarta – Permara (Persaudaraan Masyarakat Sumatera) menggelar peringatan ulang tahun Permara II dengan tema Mensyukuri Perbedaan Untuk Menggapai Berkah Dalam Berorganisasi di Hotel Grand Cempaka Jakarta, Sabtu (24/08/2019).

Ketua Dewan Penasehat Permara Prof. H.Jimly Asshidiqi SH., MH., mengatakan harus muncul kesadaran baru untuk Permara Sesama org sumatra bersinergi. Kita mengawal integrasi kebangsaan.

Di Malang gara gara mulut akhirnya orang di Manokwari mengamuk. Soal serius yang harus kita perhatikan. Kita mesti hati hati tidak boleh sembarangan.

Presiden RI harus memimpin lima tahun. Integrasi nasional menjadi masalah. Merajut ulang kehidupan sosio politik.
Tema persaudraan sumatera menjadi penting Kita dorong perrsaudaraan masy kalimantan sulawesi papua maluku, Bali, NTB NTT dan lain lain.

Larantuka adalah Pulau Katolik 100% penduduknya katolik. Orang portugis bawa agama Katolik. Indonesia terdiri dari beragam ragam. Kita mesti berbaur. Selama ini kita masih hidup ekskusive. Perlu merajut kebangsaan.

Saya mengajak organisasi ini kita besarkan Kita revitalisasi organisasi menjadi rawmodel contoh wilayah masing masing Hilangkan ego sektoral. Supaya efisien.

Bangun pelabuhan cukup 1 dan provinsi lain bangun interkonektif seperti jalur Kereta Api. Seperti Kopi masing 2 daerah mempromosikan. Perlu ada satu trading house. Produksi dunia membutuhkan karet. Persaudaraan utk mencegah konflik dan sinergi untuk kemajuan.

Harapan saya permara bisa bekerja sama dengan 10 Guberbur Sumatera dan bisa bersinergi dengan Trading House. Pengurus Permara bisa terus berkesinambungan pungkas Jimly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *