Jakarta – Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Prof. Dr. Sumaryoto menyapaikan memasuki era revolusi industri 4.0 yang ditengarai akan menggusur banyak tenaga kerja yang ada dan mempersempit peluang pekerjaan harus segera dipikirkan bersama dalam acara wisuda ke-72 semester genap 2018-2019 yang diikuti sebanyak 1129 wisudawan di TMII Jakarta.Rabu (13/11/2019)

“Yang harus kita fikirkan adalah bagaimana lulusan kita berdaya saing dan ini barangkali yang harus ditelaah bersama,” ujar Sumaryoto.

Sumaryoto menilai, pendidikan di Indonesia yang masih relatif muda dan belum bisa bersaing dengan negara lain yang relatif lebih maju harus disikapi secara tepat yaitu bagaimana agar bisa bertahan di negeri sendiri sehingga arus tenaga kerja dari luar bisa dibendung.

Oleh karena itu, jika nanti ada perubahan kurikulum, seharusnya Kementerian yang ada harus berkoordinasi dengan kementerian yang lain, setidaknya antara Kemdikbud dengan Kementerian tenaga kerja.

“Tidak bisa berjalan sendiri karena tujuan dibentuknya Indonesia ada dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. UUD 1945 sebagai sumber hukum tertulis harus dilaksanakan oleh semua unsur dan aparatur pemerintah,” jelas Sumaryoto.

Ia menambahkan, menghadapi era revolusi industri 4.0 seiring dengan masih lemahnya daya saing di tingkat internasional, tidak serta merta mengubah kurikulum, namun sebelumnya harus diteliti apa penyebabnya dan dimana kelemahannya serta apa sasaran kedepan.

“Tentunya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kita sebagai lembaga pendidikan tinggi hanya melaksanakan aturan-aturan,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *