Connect with us

Metro

Pendaftaraan Uji Materil Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 di Mahkamah Konstitus

Published

on

Jakarta – Pada hari Selasa tanggal 15 Juni PATRICE RIO CAPELLA UJI MATERIIL PASAL 11 UU TINDAK PIDANA KORUPSI, H. Patrice Rio Capella, S.H., M.Kn. Politisi dan Pengacara yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasdem, Sekjen Partai Nasdem, Anggota Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu periode 2004-2009 dan mantan Anggota Komisi-III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) periode 2014-2019 telah mendaftarkan Permohonan Uji Materill terhadap Pasal 11 Undang -Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Terhadap Pasal 28d Ayat (1) UUD 1945 ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Rio Capella merasa sudah jadi korban kriminalisasi pasal 11 undang-undang tipikor kerena di hukum menurut pikiran orang yang sifatnya sangat subyektif dan abstrak karena fakta dipersidangan tidak ditemukan fakta permintaan uang bahkan tidak pernah menerima uang yang dituduhkan.

Rio Capella sadar bahwa dikabulkan atau tidaknya permohonan judicial review tidak akan mempengaruhi putusan pengadilan yang sudah dijalnkan dikarenakan putusan MK tidak berlaku surut, namun Rio Capella tidak mau ada korban-korbn lain akibat pasal 11 yang multi tafsir.

Janses E. Sihaloho, S.H. dari Kantor Hukum Sihaloho & Co Law Firm selaku kuasa hukum Rio Capella menyampaikan bahwa adanya frasa “yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya” dalam Pasal 11 Undang-Undang Tipikor telah merugikan Hak Konstitusional dari Patrice Rio Capella selaku Pemohon dalam mendapatkan jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

Lebih lanjut Janses menjelaskan dalam hukum pidana dikenal asas cogitationis poenam nemo patitur yang artinya seseorang tidak dapat dipidana terhadap apa yang di dalam pikirannya saja, dengan demikian apabila seseorang memiliki niat jahat yang dilarang oleh Undang-Undang dia tidak bisa dipidana kecuali Niat tersebut telah diwujudkan dalam suatu tindakan konkrit.

Hal ini tentunya menjadi kontradiksi dengan ketentuan yang terdapat dalam Pasal 11 UU Tipikor dimana Pegawai Negeri Sipil maupun Penyelenggaran Negara dapat dipidana melakukan tindak pidana korupsi karena pikiran yang berasal dari orang lain. Poin paling penting dengan adanya frasa tersebut adalah bagaimana cara mengetahui, menilai dan membuktikan pikiran seseorang dalam persidangan? Dengan demikian frasa ini tidak memiliki tolak ukur yang jelas sehingga sangat berpotensi menyebabkan penegak hukum seperti Penyidik Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi maupun Hakim menjadi bebas menafsirkan pikiran orang lain dan membuka celah penegak hukum yang bersangkutan untuk bersifat subjektif yang tentunya sifat subjektif tersebut berpotensi terjadi apabila didasarkan atas suka tidak sukanya penegak hukum tersebut kepada tersangka atau terdakwa, bahwa seharusnya hukum ditegakkan tidak didasarkan atas sifat subjektif aparatur yang menjalankan hukum tetapi haruslah didasari dari objektivitas hukum itu sendiri.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka kami meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk menyatakan Pasal 11 Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

sepanjang frasa “yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya”

Untuk itu kami mengundang kawan-kawan wartawan untuk menghadiri dan meliput pendaftaran Permohonan Uji Materiil Pasal 11 UU Tipikor yang diajukan oleh Bapak Patrice Rio Capella ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia pada tanggal 15 Juni 2021 pukul 11.00 WIB.

Continue Reading

Metro

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto, S.I.K Sambut Hari Bhayangkara Ke-78 Gelar Bersih-Bersih Bersama Forkopimda DKI

Published

on

By

Jakarta, – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Karyoto, S.I.K pimpin bersih-bersih bersama Forkopimda DKI dan Bhayangkara Polda Metro Jaya dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara Ke-78 Tahun 2024 di Kelurahan Pegangsaan Menteng Jakarta Pusat. Minggu (23/6/2024).

 

Kegiatan tersebut di hadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si, Kasdam Jaya Brigjen TNI Tatang Subarna, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, Pejabat Utama Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kapolres Metro Jakarta Pusat dan Dandim 0505 Jakarta Timur.

 

Dalam Sambutannya Irjen Pol. Karyoto Mengatakan kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial Polda Metro Jaya dalam rangka memperingati hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024.

 

“Untuk itu, saya ucapkan terimakasih atas partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan bakti sosial yang kita selenggarakan hari ini” Karyoto berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membantu warga yang membutuhkan.

 

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat dan personel jajaran Polda Metro Jaya untuk bersama-sama Menjadi sosok yang peduli, baik peduli terhadap kesehatan maupun terhadap kebersihan lingkungannya.

 

“Hari Bhayangkara merupakan momen penting bagi kita semua, khususnya bagi keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia untuk merefleksikan kembali peran dan tanggung jawab kita dalam melayani dan mengayomi masyarakat” Ungkapnya

 

Pada kesempatan tersebut Karyoto mengajak mari kita bersama-sama dengan TNI, Polri, Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan beberapa kegiatan yang sudah di agendakan diantaranya, yaitu :

1. Membersihkan lingkungan, kegiatan ini mencakup pembersihan tempat ibadah, fasilitas umum, dan sungai.2. Pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan.3.

 

Penanaman pohon yang bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan menjaga kelestarian alam.

 

Tidak hanya itu, Karyoto berharap bahwa tugas menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab Polri semata, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai anggota masyarakat.

 

“Semoga Kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi Lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian ini terus kita jaga dan tingkatkan di masa-masa mendatang” Pungkasnya.

Continue Reading

Metro

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Ulang Tahun ke-22 : Launching dan Bedah Buku Judul “Kiprah Srikandi Partai GOLKAR Di Parlemen”

Published

on

By

Jakarta – Acara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ke-22 berlangsung meriah bertempat di Ballroom Lantai 2, Graha GOLKAR, Jakarta, Minggu (23/6/2024)

 

Acara ini menampilkan sejumlah kegiatan istimewa, termasuk Launching dan Bedah Buku berjudul “Kiprah Srikandi Partai GOLKAR Di Parlemen” dan Talkshow mengenai “Kesiapan Perempuan GOLKAR Menghadapi Pilkada 2024”

 

Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Umum / Koordinator Penggalangan Strategis DPP Partai Golkar, Bendahara Umum PP KPPG, para Ketua Korbid PP KPPG, Ketua Panitia, narasumber, serta anggota dari seluruh provinsi di Indonesia. Tidak ketinggalan, sambutan istimewa dari Darwin Aksa melalui Zoom turut memeriahkan suasana.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP KPPG, Airin Rachmi Diany, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kolaborasi yang terjalin dalam penyusunan buku ini. “Kolaborasi mengenai buku ini saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya untuk tim PP KPPG, Partai Golkar, dan Golkar Pedia yang telah merampungkan buku ini,” ungkapnya.

 

Buku yang diluncurkan sejalan dengan perayaan HUT ke-22 ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali pemikiran perempuan Partai Golkar.

 

“Membaca dan menulis akan melahirkan budaya literasi yang baik dan kekuatan interaksi ini tentu akan memberikan dampak yang positif bagi kader Partai Golkar untuk terus membaca dan mengkaji berbagai pengalaman sehingga berguna untuk pengayaan pengetahuan kita selama di partai politik,” jelas Airin.

 

Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembentukan dan penyiapan acara ini.

 

“Terima kasih banyak tentunya kita jadikan sebagai momentum untuk bisa ditemukan di kegiatan berikutnya dan ke depan sehingga fondasi yang sudah kita bangun saat ini bisa memfasilitasi kepengurusan untuk maju dan lebih baik,” tambahnya sembari mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim untuk membuka acara bedah buku “Srikandi Partai Golkar di Parlemen”.

 

Dengan penuh semangat, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara resmi Launching Buku kepada anggota legislatif Partai Golkar serta dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dihadiri para narasumber yang kompeten dalam bidangnya.

 

Acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menggambarkan semangat dan komitmen Kesatuan Perempuan Partai Golkar dalam berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Continue Reading

Metro

Kapolri Buka Bhayangkara Fun Walk 2024: Bersama Bergerak untuk Persatuan

Published

on

By

Jakarta – Polri menggelar Bhayangkara Fun Walk 2024 guna menyambut HUT Bhayangkara ke-78 pada Juli mendatang. Acara ini dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/6/2024).

 

Selain Kapolri, tampak hadir Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Jaksa Agung ST Burhanudin dan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang ikut membuka acara dengan mengibarkan bendera.

 

Kapolri menuturkan, Bhayangkara Fun Walk 2024 adalah salah satu kegiatan dalam melaksanakan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-78. Adapun tema fun walk ini adalah ‘Berjalan dalam Kesatuan’.

 

“Hari ini kita melaksanakan gerak jalan bersama antara TNI Polri, Kejaksaan dan kemudian teman-teman dari OKP OKP kemahasiswaan.

 

Tentunya sesuai dengan temanya bahwa kita bersama-sama bergerak untuk persatuan dan tentunya kita harapkan bahwa dengan bersama-sama dan bersatu kita bisa membangun dan menjaga Indonesia untuk bisa lebih baik,” kata Kapolri.

 

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, ada berbagai macam kegiatan selain fun walk yang menjadi rangkaian HUT Bhayangkara ke-78, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, dan upacara pada 1 Juli mendatang.

 

“Rencana akan kita laksanakan di Monas, dengan melibatkan masyarakat juga dan kita harapkan kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa Polri bersama-sama dengan TNI dan seluruh stakeholder terkait yang lain selalu bersama-sama untuk rakyat Indonesia,” ucapnya.

 

Dalam Bhayangkara Fun Walk ini ada dua klaster kegiatan. Pertama parade budaya dan seni dengan jarak tempuh 3,1 km dan untuk fun walk umum sekitar 4,2 km. Adapun pesertanya untuk parade seni dan budaya sebanyak 400 orang. Sementara untuk fun walk umum diikuti kurang lebih 4.000 orang baik anggota TNI-Polri dan masyarakat umum.

 

Fun walk pun diisi dengan games dan doorprize untuk anggota TNI-Polri serta masyarakat yang menjadi peserta. Diharapkan acara ini bisa melestarikan budaya Indonesia, memberikan hiburan, pola hidup sehat dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa.

Continue Reading

Trending